Advertisement
Source : liputan6.com

13 Contoh Konflik Politik di Masyarakat Indonesia beserta Penjelasannya

Di dunia politik, tentu banyak sekali konflik yang terjadi. Mustahil rasanya menghilangkan konflik politik karena ada banyak kepentingan.

28 Desember 2025 Fajar Laksana

8. Peristiwa G30S PKI

Peristiwa G30S PKI menjadi salah satu contoh konflik politik di Indonesia, paling besar dalam sejarah.

Peristiwa ini didasari adanya perbedaan pandangan serta ideologi suatu negara.

Di dalamnya melibatkan banyak oknum pemerintah, yang membantu para komunis dalam melancarkan aksinya.

5 Jenis-jenis Konflik dalam Organisasi beserta Contohnya Lengkap

9. Konflik Politik Akibat Politik Identitas

Contoh konflik politik ini sering muncul ketika identitas tertentu, seperti agama, suku, atau ras, digunakan sebagai alat untuk meraih dukungan politik.

Politik identitas biasanya dimainkan untuk memperkuat basis massa, namun di sisi lain justru memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Perbedaan pilihan politik yang dibungkus dengan sentimen identitas sering menimbulkan ujaran kebencian, saling curiga, hingga konflik horizontal antarwarga.

Jika dibiarkan, konflik ini dapat merusak persatuan dan keharmonisan sosial yang telah lama terbangun.

10. Konflik Politik di Media Sosial

Perkembangan teknologi digital membuat konflik politik semakin mudah menyebar melalui media sosial.

Perbedaan pandangan politik sering kali berubah menjadi perdebatan panas di kolom komentar, grup percakapan, hingga unggahan provokatif.

Hoaks, disinformasi, dan framing politik yang tidak sehat memperkeruh suasana dan memicu konflik antarindividu maupun kelompok.

Banyak konflik politik di media sosial yang berujung pada perpeckcokan berkepanjangan hingga putusnya hubungan pertemanan atau kekeluargaan.

11. Konflik Antar Elit Politik

Konflik politik juga kerap terjadi di kalangan elit atau tokoh politik.

Persaingan kekuasaan, perebutan jabatan strategis, serta perbedaan kepentingan sering memicu konflik terbuka antar elit.

Konflik ini biasanya terlihat melalui pernyataan saling sindir di media, manuver politik, hingga pembentukan kubu-kubu baru.

Dampaknya, stabilitas pemerintahan dapat terganggu dan masyarakat menjadi ikut terpolarisasi.

12. Konflik Politik Akibat Kebijakan Publik

Setiap kebijakan publik yang dikeluarkan pemerintah berpotensi menimbulkan konflik politik.

Kebijakan seperti kenaikan pajak, penghapusan subsidi, atau perubahan aturan pendidikan sering menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

Kelompok yang merasa dirugikan akan melakukan penolakan, sedangkan kelompok pendukung akan membela kebijakan tersebut.

Perbedaan sikap inilah yang kemudian memicu konflik politik di tingkat masyarakat maupun lembaga negara.

13. Konflik Politik Pasca Pemilu

Konflik politik tidak selalu berhenti setelah pemilu selesai.

Justru, konflik sering berlanjut pasca pengumuman hasil pemilu, terutama ketika ada pihak yang tidak menerima hasil tersebut.

Tuduhan kecurangan, gugatan ke Mahkamah Konstitusi, hingga aksi massa menjadi bentuk konflik politik yang kerap terjadi.

Jika tidak disikapi dengan bijak, konflik pasca pemilu dapat mengganggu keamanan dan ketertiban nasional.

Faktor-Faktor yang Mendasari Terjadinya Konflik Politik

Konflik bisa terjadi karena terdapat perbedaan interaksi, cara berpikir serta pandangan yang menyebabkan pertentangan.

Selain penting memahami contoh konflik politik. Kamu juga harus tahu, mengenai hal-hal yang mendasari terjadinya konflik tersebut.

Agar semakin jelas, silahkan simak penjelasan di bawah ini.

1. Perbedaaan Individu

Dalam hal ini, perbedaan individu meliputi perasaan serta pendirian seseorang.

Pada dasarnya, manusia merupakan individu yang unik. Hal ini membuatnya memiliki pemikiran, perasaan serta pandangan yang berbeda-beda.

Namun terkadang, perbedaaan ini justru mampu memicu konflik politik. Sebab, dalam suatu interaksi politik tentu tidak selalu mendapat pemikiran sejalan.

Perbedaan ini bisa semakin memuncak apabila tidak dibarengi dengan sikap toleran antar individu.

Hal yang lebih parah, individu menghasut satu sama lain. Hingga menimbulkan perpecahan kelompok politik.

2. Adu Domba

Beberapa individu bisa saja terpengaruh dengan pola pikir serta pendirian suatu kubu.

Mereka saling menyerang dan merendahkan. Hal semacam ini tentu semakin mudah menciptakan konflik baru dalam bidang politik.

3. Perbedaan Kepentingan baik Individu dan Kelompok

Dalam suatu kelompok yang terdiri atas beberapa individu, tentunya selalu memiliki kepentingan.

Perbedaan kepentingan yang muncul dalam kelompok tersebut, sangat rentan memicu timbulnya konflik politik.

Hal ini bahkan umum terjadi. Individu atau kelompok yang sudah tidak sejalan terhadap pandangan politik, menyatakan sikap penolakan keras. Hingga konflik tidak bisa dihindari.

Dampak Negatif yang Timbul Akibat Konflik Politik

Pada dasarnya, konflik politik yang terjadi tentu akan memberi dampak negatif bagi suatu negara.

Berikut ini beberapa dampak negatif yang bisa timbul, apabila konflik dibiarkan berkepanjangan.

1. Negara Bisa Hancur

Konflik politik dalam suatu Negara yang berkepanjangan, bisa menyebabkan kehancuran. Berkaca dari konflik luar negeri seperti di Irak dan Suriah yang kini porak poranda.

Yugoslavia, merupakan salah satu bukti nyata bubarnya suatu negara karena konflik politik.

Halaman:

Advertisement