Contoh Konflik Vertikal di Indonesia beserta Penjelasannya Lengkap
Sudah tahu apa saja contoh-contoh konflik vertikal di Indonesia? Simak ulasan lengkapnya di artikel ini.
6. Konflik Maluku
Ada banyak hal yang bisa terjadi dilingkungan masyarakat. Konflik Maluku pun menjadi contoh vertikal, hanya saja berbeda dengan konflik Aceh.
Konflik Maluku bernuansa agama dan ideologi yang direpresentasikan konflik RMS dengan pemerintah pusat.
Hal ini terjadi sejak tahun 1949 dimana pemerintahan Indonesia membentuk RIS yang hanya bertahan beberapa minggu saja. Beberapa warga Maluku terintegrasi dengan administrasi kolonial Belanda.
Pemerintah RIS Indonesia Timur dipercaya sebagai dalang terjadinya konflik tersebut. Memiliki tujuan untuk membubarkan negara-negara yang tergabung dalam NKRI.
Apalagi ketika Maluku mengumumkan proklamasi kemerdekaan, pemerintah langsung melakukan serangan politik dan militer.
Karena ketidakmampuannya untuk melawan, mau tidak mau Maluku harus tetap bergabung bersama NKRI.
Namun, tidak sedikit dari masyarakat yang lari ke Belanda dan Eropa. Inilah salah satu contoh konflik vertikal di Indonesia.
7. Konflik Lapindo Brantas di Sidoarjo
Contoh konflik vertikal di Indonesia lainnya adalah konflik lumpur Lapindo yang terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur, sejak tahun 2006.
Konflik ini bermula dari semburan lumpur panas yang diduga akibat aktivitas pengeboran gas oleh PT Lapindo Brantas, sehingga menenggelamkan permukiman warga, lahan pertanian, serta fasilitas umum.
Masyarakat yang terdampak menuntut pertanggungjawaban perusahaan dan pemerintah atas kerugian yang mereka alami, mulai dari kehilangan tempat tinggal hingga mata pencaharian.
Sementara itu, pemerintah berada pada posisi sebagai pemegang kebijakan dan penentu keputusan terkait penanganan serta ganti rugi bagi korban.
Konflik ini tergolong konflik vertikal karena melibatkan masyarakat sebagai pihak yang dirugikan dengan perusahaan besar dan pemerintah sebagai pemegang kekuasaan dan kewenangan.
Ciri-ciri Konflik Vertikal
Mengingat konflik vertikal sering dijumpai, kamu pun bisa melihat dari ciri-cirinya. Sebab untuk konflik vertikal maupun horizonta bisa dibedakan secara jelas. Berikut ini ciri ciri dari konflik vertikal:
- Terjadinya pertentangan antara 2 pihak untuk mencapai tujuan dengan adanya norma dan nilai berlawanan.
- 2 pihak perorangan atau kelompok yang terlibat dalam interaksi saling bertentangan.
- Munculnya ketidakadilan akibat usaha masing-masing yang terkait dengan kedudukan, pangkat harga diri dan yang lainnya.
- Munculnya gejala perilaku dalam interaksi saling menekan pihak lain agar dapat memperoleh keuntungan.
Indonesia menjadi negara dengan penduduk yang cukup banyak. Karena itulah lingkungan masyarakatnya juga semakin beragam pula. Hal ini juga mengakibatkan munculnya konflik, terutama konflik vertikal.
Setelah kamu tau contoh konflik vertikal di Indonesia dan ciri-cirinya, membantu membedakan dengan konflik horizontal yang umum terjadi.
Halaman:
