Advertisement
Source : canva.com/vladakarpovich

40 Contoh Konjungsi Penambahan Antarkalimat dan Intrakalimat beserta Pengertiannya

Konjungsi penambahan membantu menghubungkan informasi agar kalimat dan paragraf menjadi lebih runtut. Simak pengertian, perbedaan, serta 40 contoh konjungsi penambahan antarkalimat dan intrakalimat yang mudah dipahami.

20 Juli 2026 Nadia Kamila
Ringkasan Artikel
  • Konjungsi penambahan adalah kata atau frasa yang menghubungkan kata, frasa, klausa, atau kalimat untuk menambahkan informasi sehingga tulisan menjadi lebih runtut dan mudah dipahami.
  • Terdapat dua jenis: intrakalimat (dalam satu kalimat, menghubungkan unsur setara, contoh: dan, serta, juga) dan antarkalimat (di awal kalimat baru, diawali huruf kapital dan sering diikuti koma, contoh: selain itu, di samping itu).
  • Gunakan dengan tepat: hindari pengulangan berlebih, sesuaikan pilihan konjungsi dengan tingkat formalitas teks, dan perhatikan tanda baca agar paragraf tetap efektif dan tidak berulang.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Konjungsi adalah unsur penting yang membuat sebuah tulisan terasa runtut dan mudah dipahami. Tanpa penggunaan kata hubung yang tepat, hubungan antar kalimat bisa terputus sehingga pembaca kesulitan mengikuti alur pembahasan. 

Salah satu jenis konjungsi yang paling sering digunakan adalah konjungsi penambahan. Konjungsi ini membantu penulis menyampaikan informasi baru yang masih berkaitan dengan gagasan sebelumnya. 

Artikel ini akan membahas pengertian, perbedaan jenis konjungsi penambahan, serta contoh penggunaannya dalam keseharian. 📑📚

Apa Itu Konjungsi Penambahan?

contoh konjungsi penambahan
canva.com/vladakarpovich
140 Contoh Singkatan dalam Bahasa Indonesia dan Kepanjangannya

Konjungsi penambahan adalah kata atau frasa yang berfungsi menghubungkan dua unsur bahasa dengan tujuan menambahkan informasi. Unsur yang dihubungkan dapat berupa kata, frasa, klausa, maupun kalimat. 

Dengan adanya konjungsi penambahan, hubungan antargagasan menjadi lebih jelas sehingga kamu bisa memahami isi tulisan secara runtut.

Dalam bahasa Indonesia, konjungsi penambahan tak hanya digunakan untuk menggabungkan dua kata yang memiliki kedudukan setara, tetapi juga untuk memperluas penjelasan pada sebuah paragraf. 

Oleh karena itu, kamu akan banyak menemukan jenis konjungsi ini dalam artikel, laporan, karya ilmiah, berita, maupun percakapan sehari-hari.

100 Contoh Kata Serapan dari Bahasa Belanda dan Artinya yang Populer di Indonesia

Berdasarkan letak penggunaannya, konjungsi penambahan dibedakan menjadi dua:

1. Konjungsi penambahan intrakalimat 

2. Konjungsi penambahan antarkalimat. 

Keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu menambahkan informasi meski penempatannya berbeda. 

Konjungsi intrakalimat digunakan di dalam satu kalimat, sedangkan konjungsi antarkalimat digunakan pada awal kalimat baru untuk menghubungkan kalimat sebelumnya dengan informasi tambahan.

Penggunaan konjungsi penambahan juga membantu menghindari pengulangan kata atau kalimat yang tidak perlu. Tulisan pun menjadi lebih mengalir, lebih enak dibaca, dan lebih mudah dipahami.

Perhatikan contoh berikut.

“Dimas membawa buku dan laptop untuk mengerjakan tugas kelompok.”

Pada kalimat tersebut, kata dan berfungsi menghubungkan dua benda, yaitu buku dan laptop. Tanpa konjungsi tersebut, hubungan kedua unsur akan terasa kurang alami.

Contoh lain:

“Nilai ujian Siska sangat baik. Selain itu, ia aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.”

Pada contoh kedua, frasa selain itu menambahkan informasi baru yang masih berkaitan dengan kalimat sebelumnya.

Cara Membedakan Frasa dan Klausa beserta Contohnya, Catat Perbedaannya!

Perbedaan Konjungsi Penambahan Antarkalimat dan Intrakalimat

Meskipun sama-sama berfungsi menambahkan informasi, konjungsi penambahan antarkalimat dan intrakalimat memiliki perbedaan yang cukup jelas. Perbedaan tersebut bisa dilihat dari letak penggunaannya, tanda baca yang menyertainya, hingga unsur bahasa yang dihubungkan.

1. Konjungsi Penambahan Intrakalimat

Konjungsi ini digunakan untuk menghubungkan unsur-unsur yang masih berada dalam satu kalimat. Unsur tersebut dapat berupa kata, frasa, atau klausa. 

Konjungsi penambahan antarkalimat memiliki beberapa ciri:

  • Digunakan pada awal kalimat baru.
  • Menghubungkan kalimat sebelumnya dengan informasi tambahan yang masih berkaitan.
  • Diawali huruf kapital karena berada di awal kalimat.
  • Umumnya diikuti tanda koma setelah konjungsi.
  • Banyak digunakan dalam artikel, berita, karya ilmiah, maupun esai agar alur pembahasan lebih runtut.

Contoh:

“Perpustakaan sekolah kini memiliki koleksi buku yang lebih lengkap. Selain itu, tersedia ruang baca yang nyaman untuk siswa.”

Pada contoh tersebut, kalimat kedua memberikan informasi tambahan terhadap kalimat pertama sehingga hubungan keduanya tetap jelas.

2. Konjungsi Penambahan Antarkalimat

Sementara itu, konjungsi penambahan antarkalimat digunakan pada awal kalimat baru untuk menghubungkan kalimat sebelumnya dengan kalimat berikutnya yang berisi informasi tambahan.

Konjungsi penambahan intrakalimat juga memiliki karakteristik yang berbeda.

  • Berada di dalam satu kalimat.
  • Menghubungkan dua atau lebih unsur yang setara.
  • Tidak memulai kalimat baru.
  • Dapat menghubungkan kata, frasa, maupun klausa.
  • Sering digunakan dalam percakapan maupun tulisan formal.

Contoh:

“Guru menjelaskan materi serta memberikan latihan kepada seluruh siswa.”

Kata serta menghubungkan dua predikat yang masih berada dalam satu kalimat sehingga informasi menjadi lebih lengkap tanpa harus membuat kalimat baru.

Halaman:

Advertisement