60 Contoh Penggunaan Konjungsi Tujuan dalam Kalimat dan Pengertiannya
Agar kamu bisa lebih memahami materi seputar konjungsi tujuan, kamu bisa baca pengertian hingga contohnya dalam artikel ini.
Dalam Bahasa Indonesia, kata hubung atau konjungsi digunakan untuk menghubungkan kata, frasa, serta klausa.
Meskipun hanya berfungsi sebagai penghubung, konjungsi juga digunakan untuk menjelaskan suatu kata atau kalimat dengan makna tertentu.
Nah, dalam artikel ini kamu bisa temukan ulasan seputar pengertian hingga contoh penggunaan konjungsi tujuan dalam kalimat sebagai referensi. 🧐📝
Daftar Isi
Berikut Pengertian hingga Contoh Penggunaan Konjungsi Tujuan dalam Kalimat

Konjungsi tujuan merupakan jenis konjungsi dalam materi Bahasa Indonesia yang dipelajari bertahap, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.
Seperti yang sudah disinggung di awal artikel, konjungsi merupakan kata tugas yang fungsinya menghubungkan antarklausa, antarkalimat, dan antar paragraf. Salah satu contoh dari konjungsi adalah konjungsi tujuan.
Agar kamu bisa lebih memahami materi seputar konjungsi tujuan, kamu bisa baca pengertian hingga contohnya di bawah ini, ya.
Apa itu Konjungsi Tujuan?
Dikutip dari buku Master bahasa Indonesia, Ainia Prihantini (2015:75), konjungsi tujuan adalah hubungan yang terdapat dalam kalimat majemuk yang anak kalimatnya menyatakan tujuan atau harapan sesuatu yang disebutkan dalam induk kalimat.
Sementara itu, merujuk dari buku Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan (2018) karya Taufiqur Rahman, konjungsi tujuan adalah kata penghubung yang menjelaskan maksud dan tujuan dari sebuah acara atau tindakan.
Jenis-jenis Konjungsi Tujuan
Menurut Ainia Prihantini dalam buku Master Bahasa Indonesia (2015), contoh konjungsi tujuan adalah agar, supaya, untuk, dan biar.
Adapun kata agar, supaya, dan untuk digunakan dalam tulisan maupun percakapan yang bersifat formal. Sedangkan kata biar lebih cocok dipakai dalam konteks informal.
Berikut adalah penjelasan lebih detail mengenai jenis-jenis konjungsi tujuan:
1. Agar
Konjungsi “agar” digunakan untuk menyatakan harapan atau keinginan agar sesuatu terjadi. Contoh penggunaannya:
- Saya belajar dengan giat agar bisa lulus ujian.
- Dia bangun pagi-pagi agar tidak terlambat ke sekolah.
2. Supaya
“Supaya” memiliki fungsi yang mirip dengan “agar”, namun terkadang dianggap lebih informal. Contoh penggunaannya:
- Kami mengadakan rapat supaya semua masalah bisa diselesaikan.
- Dia rajin berolahraga supaya tubuhnya tetap sehat.
3. Untuk
Konjungsi “untuk” biasanya digunakan untuk menunjukkan tujuan yang lebih spesifik atau konkret. Contoh penggunaannya:
- Saya pergi ke toko untuk membeli bahan makanan.
- Mereka mengumpulkan dana untuk membantu korban bencana alam.
4. Biar
“Biar” sering digunakan dalam bahasa percakapan sehari-hari dan memiliki nuansa yang lebih santai. Contoh penggunaannya:
- Saya akan meneleponnya biar dia tidak khawatir.
- Kita harus bekerja keras biar bisa mencapai kesuksesan.
5. Demi
Konjungsi “demi” biasanya digunakan untuk menyatakan pengorbanan atau usaha yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Contoh penggunaannya:
- Dia rela bekerja lembur demi menafkahi keluarganya.
- Kami berjuang demi kemerdekaan bangsa.
Halaman:



