Advertisement
Source : unsplash.com/@towfiqu999999

28 Contoh Penggunaan Konjungsi Penjelasan dalam Kalimat beserta Fungsi dan Ciri-Cirinya

Simak contoh penggunaan konjungsi penjelasan dalam kalimat beserta fungsi, ciri-ciri, dan jenisnya agar lebih mudah memahami bahasa Indonesia.

23 Juli 2026 Lailla
Ringkasan Artikel
  • Konjungsi penjelasan adalah kata penghubung subordinatif yang merinci atau menerangkan klausa sebelumnya supaya lebih jelas; contoh umum: bahwa, yaitu, yakni, artinya, ialah, adalah.
  • Fungsi utama dan ciri: berperan menjelaskan/menegaskan fakta, menjembatani kutipan tidak langsung, merinci hasil pengamatan, dan menyusun kalimat majemuk; biasanya berada di tengah kalimat, menjawab “apa”, dan tidak mudah dipindah tanpa mengubah struktur.
  • Konteks pemakaian: sering dipakai di teks berita, ulasan, eksposisi/argumentasi, dan karya ilmiah — mis. “bahwa” untuk kutipan tidak langsung, “yaitu/yakni” untuk merinci, dan “artinya” untuk menyatakan implikasi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat membaca suatu teks ilmiah atau berita, kamu tentu sering menjumpai adanya contoh penggunaan konjungsi atau kata penghubung dalam kalimat, sehingga teks tersebut mudah dipahami. 📚

Agar kamu tahu apa saja konjungsi, terutama konjungsi penjelasan beserta fungsi dan ciri-cirinya, simak artikel berikut ini.

Contoh Penggunaan Konjungsi Penjelasan

Contoh Penggunaan Konjungsi Penjelasan dalam Kalimat Beserta Fungsi dan Ciri-Cirinya
unsplash.com/@towfiqu999999
11 Contoh Konjungsi Syarat dan Tak Bersyarat Beserta Ciri-ciri dan Pengertiannya

Sebelum membahas contoh penggunaan konjungsi, kamu perlu memahami apa itu konjungsi penjelasan terlebih dahulu.

Berdasarkan jurnal Penggunaan Konjungsi sebagai Representasi Penalaran: Sebuah Kajian Korpus Bahasa di Bidang Pendidikan yang ditulis Febri Taufiqurrahman dkk. (2020), konjungsi penjelasan didefinisikan sebagai kata hubung yang berfungsi merinci kalimat sebelumnya agar informasinya lebih jelas dan detail.

Dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (TBBBI), konjungsi penjelasan berperan sebagai kata tugas yang menghubungkan dua klausa berkedudukan tidak setara (subordinatif). Klausa kedua bertindak sebagai penjelas, penegas, atau pengisi muatan informasi dari peristiwa, keadaan, atau objek pada klausa pertama.

Biasanya, konjungsi penjelasan juga dikenal dengan konjungsi penjelas atau konjungsi penerang. Kata hubung yang berperan sebagai konjungsi penjelasan intrakalimat adalah “bahwa”. Namun, pada praktiknya, ada kata lain yang juga bisa menjadi penjelas seperti ‘yaitu’ dan ‘yakni’ serta konjungsi implikasi seperti ‘artinya’.

20 Contoh Soal Kata Penghubung dan Jawabannya Pilihan Ganda dan Essay

Fungsi Konjungsi Penjelasan

Mungkin kamu sudah familiar dengan berbagai jenis konjungsi. Tapi, apakah kamu sudah tahu fungsi spesifik konjungsi penjelasan?

Konjungsi penjelasan berfungsi untuk menjelaskan atau menyatakan suatu hal pada kalimat. Dengan adanya konjungsi penjelas, kalimat menjadi lebih rinci karena klausa utamanya diberi penjelasan tambahan.

Selain itu, fungsi konjungsi penjelasan adalah:

1. Menegaskan kebenaran subjek kalimat

Konjungsi penjelasan memiliki fungsi untuk mengintegrasikan pernyataan pikiran atau fakta, baik yang subjektif maupun objektif dari subjek kalimat.

Contoh: Data kenaikan harga tanah membuktikan bahwa kebutuhan hunian dari berbagai generasi masih tinggi.

40 Contoh Konjungsi Penambahan Antarkalimat dan Intrakalimat beserta Pengertiannya

2. Menjelaskan objek atau hasil pengamatan

Fungsi kedua adanya konjungsi penjelasan adalah sebagai perantara atau medium untuk menjelaskan hasil pengamatan, baik yang didapatkan dari indra pendengaran, indra penglihatan, atau analisis.

Contoh: Analis laboratorium mengamati bahwa terdapat kelainan bentuk eritrosit pada sampel darah pasien. 💉

3.Menjembatani kalimat berita berupa pernyataan tidak langsung

Jika ada ucapan atau kalimat dari suatu pihak yang akan dikutip tanpa menggunakan tanda petik dua, kamu bisa menggunakan konjungsi penjelasan. Jadi, konjungsi penjelasan juga bisa menandai kutipan tidak langsung.

Contoh: Wali kelas 1 SD Mentari Bersinar menegaskan bahwa siswa yang menjalani masa peralihan dari jenjang TK wajib didampingi belajar dan tidak dipaksa agar tidak muncul rasa trauma.

4. Menyusun kalimat majemuk bertingkat

Konjungsi penjelas yang biasanya diletakkan pada klausa anak berperan sebagai pelengkap atau keterangan dari klausa induk.

Ciri-Ciri Konjungsi Penjelasan

Pahami perbedaan konjungsi penjelasan dengan berbagai konjungsi subordinatif yang lain, misalnya konjungsi waktu, konjungsi syarat, atau konjungsi konsesif. Pada konjungsi penjelas, kamu akan menemukan karakteristik berikut:

1. Klausa dengan konjungsi penjelas bisa berubah menjadi komplemen atau pelengkap

Saat kamu menggunakan konjungsi “bahwa”, maka kata tersebut akan mengikat klausa anak kalimat, sehingga posisinya menjadi pelengkap untuk kata kerja transitif tertentu pada induk kalimat.

2. Kalimat menjadi lebih kaku dan tidak bisa dipindah

Konjungsi penjelas seperti “bahwa” umumnya tidak bisa dipindah ke bagian awal kalimat tanpa mengubah struktur dasarnya. Jika dipaksakan, koherensi kalimat yang logis bisa berubah.

3. Menjadi penanda kalimat tidak langsung

Pernahkah kamu menemukan kalimat langsung? Biasanya, kalimat tersebut tidak mengandung kata “bahwa’. Sebaliknya, pada kalimat tidak langsung, kata “bahwa” menjadi ciri saat ada kutipan yang digunakan.

Halaman:

Advertisement