Advertisement
Source : https://unsplash.com/@historyhd

Contoh Kritik dan Esai Tentang Politik, Sosial, Budaya, dan Pendidikan Singkat

Bila kamu sedang mencari referensi beberapa contoh kritik dan esai tentang politik, sosial, budaya, dan pendidikan, bisa menyimak pembahasan berikut.

31 Januari 2023 Fajar Laksana

Contoh Kritik dan Esai Tentang Politik, Sosial, Budaya, dan Pendidikan Bagian 1, Judul “Banyak Pemuda Tidak Peduli dengan Kondisi Politik Indonesia” (Esai Politik)

Sekarang ini banyak pemuda tampak tidak perduli dengan kondisi politik yang ada di Indonesia. Hal ini bisa terjadi karena mindset mereka terhadap dunia politik sudah sangat negatif.

Ditambah lagi, tidak jarang media memberikan sajian informasi berhubungan dengan praktik politik. Di mana dalam berita tersebut, kesan negatif kerap muncul, lalu membuat pemuda memutuskan untuk menarik diri dari dunia politik.

Bahkan pada momen pemilihan umum, beberapa di antara mereka memilih untuk tidak ikut berkontribusi alias golput. Mereka memiliki anggapan bahwa politik merupakan virus mematikan sekaligus sudah sepatutnya dijauhi.

Contoh Kritik dan Esai Singkat Bagian 2, Tema Sosial 

Pada contoh kritik dan esai tentang politik, sosial, budaya, dan pendidikan bagian 2, tema bacaannya adalah sosial. Contoh naskah kritik membahas pentingnya adaptif pada kondisi sosial desa dengan kota, sedangkan esai dampak pemberian ponsel mengganggu hubungan sosial.

Contoh Kritik dan Esai Tentang Politik, Sosial, Budaya, dan Pendidikan Bagian 2, Judul “Pentingnya Adaptif Terhadap Perbedaan Hubungan Sosial di Desa dengan Kota” (Kritik Sosial)

Pada situasi tertentu, seperti menempuh pendidikan atau bekerja, banyak orang memilih untuk merantau ke daerah ibu kota. Sebagaimana kita tahu bahwa aspek sosial di desa dengan kota itu berbeda.

Memang sebagai pendatang baru perlu bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Mau tidak mau harus mampu menyesuaikan kondisi sosial masyarakat kota yang sifatnya lebih individual.

Sedangkan di desa, secara sosiologis lebih bersifat kekeluargaan serta mempunyai tingkat kepekaan sosial tinggi. Jangan heran bila nantinya setelah pindah, akan menemukan kondisi sosial sangat berbeda.

Walaupun harus beradaptasi dengan lingkungan baru, bukan berarti melupakan lingkungan lama. Banyak orang awalnya merantau, akhirnya terpengaruh dengan kehidupan sosial di kota.

Ketika pulang di desa, enggan untuk mempunyai hubungan sosial dengan orang lain yang sifatnya kekeluargaan. Padahal harusnya mereka mampu untuk membiasakan diri mudah beradaptasi apapun kondisi lingkungan yang sedang dijalani.

Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan terjadi begitu saja bila menginginkan hubungan sosial di manapun tempatnya berjalan dengan baik. Terganggunya hubungan sosial memunculkan ketidakharmonisan.

Bila yang merantau anak, sebaiknya orang tua selalu mengingatkan pentingnya adaptif terhadap perbedaan lingkungan sosial. Perlu adanya pembekalan terhadap anak supaya mereka tidak melupakan perbedaan kondisi sosial di kota maupun desa. 

Halaman:

Advertisement