Advertisement
Source : https://unsplash.com/@historyhd

Contoh Kritik dan Esai Tentang Politik, Sosial, Budaya, dan Pendidikan Singkat

Bila kamu sedang mencari referensi beberapa contoh kritik dan esai tentang politik, sosial, budaya, dan pendidikan, bisa menyimak pembahasan berikut.

31 Januari 2023 Fajar Laksana

Contoh Kritik dan Esai Tentang Politik, Sosial, Budaya, dan Pendidikan Bagian 2, Judul “Pemberian Ponsel Kepada Anak Mengganggu Hubungan Sosial” (Esai Sosial)

Adanya ponsel yang diberikan kepada anak, membuat hubungan sosial mereka dengan teman sepermainannya terganggu. Mereka yang harusnya aktif bersosialisasi dengan teman sepermainan, malah cenderung lebih memilih untuk bermain gadget di rumah.

Padahal sangat penting menanamkan dalam diri anak bahwa manusia termasuk makhluk sosial yang perlu berhubungan dengan orang lain. Baiknya jalinan hubungan sosial memberikan banyak dampak positif.

Beberapa diantaranya terbentuk solidaritas dalam masyarakat, memunculkan kerja sama serta bisa membantu merubah perilaku diri menjadi lebih baik. Selain itu, mereka akan membantu ketika anak mengalami sebuah kesulitan yang tidak bisa dikerjakan sendiri.

40+ Contoh Kalimat Konotasi Positif dan Negatif beserta Pengertiannya

Contoh Kritik dan Esai Singkat Bagian 3, Tema Budaya

Contoh kritik dan esai tentang politik, sosial, budaya, dan pendidikan bagian 3 temanya tentang budaya. Pada naskah kritik, isinya tentang pengaruh budaya asing, sedangkan esai membahas tersisihnya budaya lokal Betawi akibat globalisasi.

Contoh Kritik dan Esai Tentang Politik, Sosial, Budaya, dan Pendidikan Bagian 3, Judul “Pengaruh Budaya Asing Terhadap Gaya Berpakaian Remaja” (Kritik Budaya)

Kini budaya asing semakin mempengaruhi gaya berpakaian remaja Indonesia akibat dari globalisasi. Di mana segala jenis informasi bukan hanya dari dalam negeri saja, tapi juga mancanegara sangat mudah dijangkau oleh masyarakat, terutama remaja.

Banyak remaja akhirnya berpakaian dengan kiblat budaya asing serta cenderung kurang sesuai dengan budaya Timur. Di mana mereka berpakaian yang cenderung terlalu minim, juga terbuka dengan anggapan mengikuti perkembangan zaman. 

Dalam hal ini, orang tua memiliki peran penting dalam mendidik anak supaya mampu menyaring budaya asing yang ada. Sebab, tidak sedikit orang tua kurang perduli dengan bagaimana anak mereka berpakaian, apakah masih sopan atau sebaliknya.

Sedangkan bila gaya berpakaian tersebut ada dilingkup sekolahan, pihak sekolah perlu menindak tegas. Salah satu caranya dengan menerapkan aturan tegas bagi siswa pelanggar aturan berpakaian. 

Bila gaya berpakaian remaja dibiarkan terbuka dengan mengikuti budaya asing, berpotensi terkena pelecehan seksual yang membahayakan. Jadi, dalam hal ini, sebaiknya peran orang tua serta sekolah perlu saling bersinergi untuk bersama-sama mengawasinya.

Halaman:

Advertisement