Contoh Laporan Praktikum yang Baik dan Benar Lengkap
Laporan praktikum disusun berdasarkan kegiatan praktikum yang telah dilaksanakan sebelumnya, baik itu di dalam laboratorium maupun di luar ruangan.
Urutan Sistematis Laporan Praktikum
Laporan praktikum untuk masing-masing program studi terkadang berbeda-beda.
Namun, secara umum ada format yang menjadi dasar untuk sistematika penulisan laporan praktikum, yaitu judul praktikum, lembar pengesahan, dan daftar isi.
Berikut adalah detail lengkapnya susunan laporan praktikum yang benar, antara lain:
Pendahuluan
Pada pendahuluan, penulis diharapkan menyampaikan latar belakang penelitian atau percobaan yang telah dilaksanakan.
Tujuan
Pada bagian tujuan, penulis diminta untuk menggambar secara rinci maksud dari diadakannya penelitian atau percobaan tersebut.
Landasan Teori
Pada bagian landasan teori, penulis harus menyampaikan teori-teori yang digunakan untuk dasar pijakan pada penelitian atau percobaan
Metode Percobaan
Metode percobaan isinya berupa uraian yang digunakan sebagai dasar dari laporan praktikum, yaitu:
1. Alat dan bahan yang digunakan
Pada bagian ini, tuliskan seluruh alat dan bahan yang dipakai selama percobaan dengan lengkap dan terperinci.
Misalnya, sebutkan jenis alat (gelas ukur, pipet tetes, mikroskop, dan sebagainya) beserta ukurannya jika relevan. Untuk bahan kimia, tuliskan nama zat, kadar, dan jumlah yang digunakan. Hal ini membantu peneliti lain agar dapat mereplikasi percobaan dengan kondisi yang sama.
2. Skema percobaan
Skema percobaan dapat berupa gambar, diagram alir, atau tabel yang menunjukkan urutan kegiatan dalam praktikum.
Tujuannya untuk memberikan gambaran visual yang memudahkan pemahaman pembaca mengenai tahapan proses, aliran bahan, atau posisi alat yang digunakan.
3. Tata pelaksanaan percobaan
Jelaskan langkah-langkah pelaksanaan secara kronologis dari awal hingga akhir.
Gunakan kalimat aktif dan urutan yang logis, seperti persiapan alat, pelaksanaan percobaan utama, hingga tahap pembersihan atau penyimpanan hasil. Penjelasan yang sistematis akan memudahkan pembaca memahami proses yang dilakukan.
4. Analisa perhitungan
Jika dalam percobaan terdapat unsur perhitungan (misalnya perbandingan massa, volume, atau waktu reaksi), maka bagian ini perlu dijelaskan secara rinci. Sertakan rumus yang digunakan, satuan yang dipakai, serta contoh perhitungan agar hasil yang diperoleh dapat diverifikasi secara ilmiah.
5. Data dan Hasil
Data hasil percobaan disajikan dalam bentuk tabel, grafik, atau diagram untuk memudahkan analisis. Gunakan format yang rapi dan beri keterangan singkat di bawah setiap gambar atau tabel. Pastikan semua data yang ditampilkan merupakan hasil asli percobaan dan bukan hasil perkiraan.
6. Pembahasan
Pada laporan praktikum, ada beberapa poin yang menjadi uraian penting untuk dipaparkan, yaitu:
- Metode yang menjelaskan kelebihan dan kekurangan
- Catatan terhadap data percobaan
- Catatan dan perbandingan terhadap referensi
7. Kesimpulan
Umumnya, pada BAB 3 laporan praktikum, penulis akan menuliskan garis besar dari keseluruhan percobaan. Selain kesimpulan, bab ini juga memuat daftar pustaka dan lampiran.
Fokus Perhatian Laporan Praktikum
Sebelum masuk ke bagian cara penyusunan laporan praktikum, tentunya penulis harus memahami apa-apa saja hal yang harus diperhatikan atau menjadi titik fokus dari suatu laporan praktikum.
1. Masalah dalam Penelitian
Masalah yang menjadi poin utama dari penelitian perlu dicari pemecahannya karena untuk itulah percobaan diadakan.
Selain itu, perlu adanya evaluasi yang mencegah terjadinya permasalahan yang sama di kemudian hari.
2. Siapa yang Melaporkan
Penulis sebagai individu yang menyusun laporan haruslah bertanggung jawab atas keseluruhan isi.
Sebab, mulai dari perencanaan sampai dengan selesainya penyusunan laporan praktikum itu adalah keputusan si penulis.
3. Kepada Siapa Laporan Itu Ditujukan
Guru atau dosen sebagai orang yang umum menerima laporan praktikum itu memiliki hak untuk menilai hasil praktikum atau penelitian tersebut.
Halaman:

