50 Contoh Majas Alusio dan Penjelasannya Lengkap dalam Kalimat Bahasa Indonesia
Apakah kamu merasa asing dengan jenis majas alusio? Seperti belum pernah terdengar di bangku sekolah bukan? Simaklah penjelasan di bawah ini untuk mengetahui penjelasannya.
3. Majas Penegasan
Majas penegasan merupakan sebuah majas yang akan digunakan untuk dapat menyatakan suatu hal dengan secara tegas.
Contoh dari majas penegasan, seperti pleonasme, repetisi, retorika, aliterasi, metonimia, simbolik, dan paralelisme.
4. Majas Pertentangan
Majas pertentangan merupakan jenis majas yang akan digunakan untuk dapat mengekspresikan suatu hal dengan cara seperti mempertentangkan dengan berbagai hal yang lainnya.
Majas pertentangan ini dapat dibagi dengan menjadi majas litotes, antitesis, dan juga paradoks.
Pengertian Majas Alusio
Majas alusio merupakan sebuah kelompok dari majas pertautan, yaitu kelompok majas yang mengungkapkan terhadap sesuatu dengan sesuatu yang lainnya, yang dapat merujuk pada gagasan yang telah dimaksud, sebab mempunyai tautan “kedekatan” makna dengan adanya gagasan yang ingin disampaikan oleh si penutur.
Gaya bahasa yang dapat digunakan di dalam majas alusio yaitu menggunakan kata-kata yang akan merujuk pada sebuah peristiwa, legenda, perumpamaan, tokoh ataupun kejadian-kejadian penting dari peristiwa di masa lampu, yang dianggap telah diketahui dengan baik oleh penutur maupun juga lawan bicara, untuk dapat menghubungkan dengan kejadian di dalam masa sekarang.
Majas alusio bisa digunakan juga dalam kalimat untuk dapat mengingatkan akan sebuah peristiwa di masa lampau, yang mungkin dapat juga digunakan untuk bisa menggambarkan pada masa yang sekarang.
Peribahasa dan juga ungkapan pun seringkali digunakan di dalam kalimat pada majas alusio untuk dapat menggambarkan pada gagasan yang sedang dimaksud.
Namun penggunaan dari sebuah peribahasa dalam kalimat alusio, seringkali terlihat tidak lengkap.
Oleh karena itu, majas ini sering disebut juga sebagai majas kilatan, walaupun demikian lawan bicara pun pasti mengerti akan maksud yang telah diungkapkan oleh si penutur.
Sebab di dalam majas alusio memang lebih menggunakan pada kata-kata yang sudah sama-sama dianggap dengan diketahui oleh sang penutur dan juga lawan bicaranya.
Ciri-ciri dari Majas Alusio
Ada beberapa ciri-ciri dari sebuah kalimat dapat dikatakan pula sebagai jenis majas alusio, antara lain yaitu:
- Kalimatnya akan menggunakan sebuah perumpamaan mengenai suatu hal, yang telah berkaitan mengenai hal lain di dalam masa lalu.
- Ungkapan pada peribahasa di dalam kalimatnya lebih banyak yang terlihat tidak lengkap, namun sudah bisa dimengerti oleh lawan bicara ataupun orang lain.
- Selain daripada itu, terdapat sebuah perumpamaan lainnya seperti peristiwa penting, legenda, tokoh, dan juga lain-lain yang sudah diketahui oleh banyak orang.

