65 Contoh Majas Ironi beserta Artinya, Dilengkapi Pengertian, dan Ciri-cirinya
Contoh majas ironi, dengan bahasa sindiran, seperti apa? Berikut ini informasi selengkapnya!
8. Ito sangat cuek sama adiknya. Sampai kapan adiknya harus makan, minum susu dan mandi dia hafal betul. Bahkan sering mengingatkan mama untuk segera mengambilkan makam untuk adiknya.
Artinya: Ito adalah kakak yang perhatian pada adiknya. Urusan terkait dengan adiknya yang seharusnya dikerjakan mama, dia paham dan selalu mengingatkan.
9. Banyak tas model terbaru di toko seberang jalan yang harganya sangat murah. Sampai sudah berada di pajangan berbulan-bulan tetap saja tidak ada yang tertarik untuk membelinya.
Artinya: toko seberang jalan menjual tas dengan harga yang tidak sesuai, terlalu mahal. Hal ini menyebabkan tidak ada yang mau membelinya sehingga berbulan-bulan tetap ada di etalase.
10. Doni dan Vina memang pasangan yang sangat serasi. Sampai sekarang aku tidak pernah mendengar dalam satu hari mereka akur.
Artinya: dua orang yang disebutkan adalah pasangan yang tidak ada kecocokan. Hal ini terbukti dengan terus menerus terjadi salah paham yang menyebabkan mereka bertengkar, bahkan terjadi setiap hari.
Contoh 11 – 20
11. Pandai sekali kamu memilih sepatu untukku. Kakiku sampai sakit memakainya karena terlalu sempit.
Artinya: orang yang diajak bicara tidak bisa memilihkan sepatu sesuai dengan ukuran kaki yang yang dibelikan. Hal tersebut berakibat kakinya sakit karena ukuran sepatu yang terlalu kecil.
12. Anakmu memang jago dalam hal matematika. Bayangkan saja, sudah kelas 5, 10 + 7 saja tidak tahu jawabannya.
Artinya: si anak kurang pandai dalam matematika. Pada umumnya, anak kelas 5 SD sudah bisa menghitung dan menjawab soal tambah-tambahan simpel tersebut.
13. Beberapa kali ibumu menangis setelah mendengar kata-katamu. Pandai sekali kamu menjaga perasaan beliau. Kamu memang anak yang berbakti:
Artinya: Si ana telah durhaka pada ibunya. Karena ucapannya, ibunya sampai menangis sedih. Biasanya seorang ibu tidak mudah menitikkan air mata di depan orang lain. Bisa jadi hal ini karena sudah keterlaluan.
14. Aku tidak bisa membedakan lagi, mana kapal pecah dan kamarmu, rapi sekali rupanya.
Artinya: lawan bicara sangat pemalas sehingga enggan untuk merapikan kamarnya sendiri. Kapal pecah yang digunakan sebagai perumpamaan bentuk aslinya sangat tidak karuan.
