65 Contoh Majas Ironi beserta Artinya, Dilengkapi Pengertian, dan Ciri-cirinya
Contoh majas ironi, dengan bahasa sindiran, seperti apa? Berikut ini informasi selengkapnya!
Dengan demikian ketika mendengar ungkapan yang berlawanan dengan sebenarnya, jangan langsung mengambil kesimpulan bahwa pembicara segan. Bisa jadi hal tersebut sebenarnya wujud kemarahan dengan istilah yang berbeda.
Pernyataan bahwa seseorang sangat kurus sehingga ketika akan membeli baju tidak ada yang muat, apa artinya? Ungkapan tersebut berarti kebalikannya. Pengucap mengatakan bahwa seseorang terlalu gemuk sehingga tidak ada 2 yang pas.
Ungkapan sebenarnya bermakna kasar
Ungkapan halus belum tentu bermakna lembut atau menunjukkan tutur yang sopan dari pengucap. Namun bisa juga merupakan kemarahan besar. Apalagi jika pengucapannya dengan nada suara tinggi.
Contoh majas ironi dapat diucapkan oleh seseorang ketika menegur pihak yang salah. Misalnya untuk menunjukkan kemalasan seseorang dengan mengatakan bahwa dia sangat rajin sehingga tidak ada satu piring pun yang bersih.
Ungkapan ini menyatakan betapa malasnya seseorang sampai sekedar mencuci piring saja tidak sempat. Padahal pekerjaan tersebut ringan dan mudah. siapa pun bisa mengerjakan, bahkan ketika sedang melakukan pekerjaan lain.
Sebagai contoh ketika sedang melewatkan iklan di TV, seseorang bisa ke dapur sebentar untuk mencuci piring dan kembali begitu selesai tayang. Hal ini tidak mengganggu keasyikan menonton TV.
Bertujuan menyembunyikan suatu kenyataan
Ketika menyatakan bahwa anaknya sangat pandai sampai semua mata pelajaran harus mengulang, bertujuan menyembunyikan sesuatu. Kenyataannya adalah bahwa sang anak ketinggalan materi pelajaran sehingga tidak menguasai.
Banyak yang menggunakan ungkapan ini dalam kehidupan sehari-hari. Tentu saja maksudnya berbeda dengan apa yang diucapkan. Jadi jangan bingung ketika seseorang menyampaikan pada Anda.
Bagaimana Cara Memahami Majas Jenis Ironi
Sekilas memahami maksud atau pesan dari pengucap majas ini terkesan susah. Namun sebenarnya tidak. Pertama yang harus dilakukan adalah mendengarkan atau membaca semua kalimat sampai selesai.
Coba amati, mana bagian kalimat yang utama dan tambahan. Kalimat yang mendapat penekanan justru bukan hal yang sebenarnya terjadi. Ungkapan tersebut adalah kiasan. Sedang yang terjadi sebenarnya adalah bagian penjelasannya.
Dengan, memahami susunan tersebut maka akan memudahkan untuk memahami apakah yang diungkapkan merupakan kenyataan atau kiasan saja. Namun jangan salah, ada juga yang mengungkapkan dengan susunan terbalik.
Maksudnya adalah ungkapan yang merupakan fakta berada di depan, sedang majasnya ada di belakang. Jadi cara memahami contoh majas ironi dengan memperhatikan baik-baik kata yang berlawanan. Kuncinya ada di bagian ini.


