9 Contoh Majas Pertautan Beserta Pengertian, Jenis, dan Ciri-cirinya

9 Contoh Majas Pertautan Beserta Pengertian, Jenis, dan Ciri-cirinya – Majas adalah salah satu materi bahasa indonesia paling asyik! Mengapa begitu? Karena majas membantu seseorang mengungkapkan sesuatu dengan lebih mudah!

Majas bahkan bisa membantu seseorang mengungkapkan sesuatu yang sulit diungkapkan loh!

Oleh karena itu mempelajari tentang majas adalah hal yang penting untukmu!

Salah satu majas yang harus kamu pelajari adalah majas pertautan. Yuk simak penjelasan mengenai majas pertautan berikut ini sampai akhir ya!

Pengertian Majas Pertautan

Pixabay/@5598375

Majas pertautan, juga dikenal sebagai majas konjungsi, adalah salah satu jenis majas yang berfungsi untuk alat retorika dalam sastra guna menghubungkan atau mengaitkan dua ide atau elemen dalam sebuah teks atau karya sastra. 

Majas ini membantu dalam menggabungkan ide-ide yang mungkin tidak terkait secara langsung untuk menciptakan efek retorika yang lebih kuat dan kompleks. 

Dalam bahasa dan sastra, majas pertautan sering digunakan untuk meningkatkan aliran pikiran, memberikan tekanan pada perbandingan atau kontrast, serta memperkuat pesan yang ingin disampaikan oleh penulis.

Salah satu contoh majas pertautan yang paling umum adalah penggunaan konjungsi “seperti” atau “bagai” untuk membuat perbandingan antara dua objek atau ide. 

Contohnya adalah, “Wajahnya bersinar seperti matahari terbit di pagi hari,” di mana penggunaan “seperti” membandingkan wajah seseorang dengan matahari terbit.

Selain itu, majas pertautan juga dapat menggunakan kata-kata seperti “dan,” “atau,” “tetapi,” “sebab,” dan lainnya untuk menghubungkan ide-ide dalam teks, sehingga membantu pembaca atau pendengar untuk mengikuti aliran pemikiran dengan lebih baik. 

Majas ini dapat digunakan untuk menciptakan perubahan nada, menggambarkan perbedaan atau persamaan, atau bahkan untuk memberikan kejutan dalam tulisan.

Dalam kesimpulannya, majas pertautan adalah alat penting dalam bahasa dan sastra yang digunakan untuk menghubungkan ide-ide atau elemen-elemen dalam sebuah karya untuk menciptakan efek retorika yang lebih kaya dan kompleks. 

Majas ini memainkan peran penting dalam menyampaikan pesan penulis dan meningkatkan kualitas tulisannya.

Jenis-jenis Majas Pertautan

Ada beberapa jenis majas pertautan yang digunakan dalam sastra dan bahasa untuk menghubungkan ide-ide atau elemen-elemen dalam sebuah karya.

Berikut beberapa contoh jenis majas pertautan yang umum:

Simile (Simili):

Simile adalah majas yang digunakan untuk membuat perbandingan antara dua objek atau ide dengan menggunakan kata-kata “seperti” atau “bagai.”

Ini membantu pembaca atau pendengar untuk memahami atau membayangkan kesamaan antara kedua hal tersebut.

Metafora:

Metafora adalah majas yang menghubungkan dua objek atau ide tanpa menggunakan kata pembanding seperti “seperti.”

Dalam metafora, suatu objek atau ide diibaratkan sebagai objek atau ide lain untuk menyampaikan makna atau konsep tertentu.

Personifikasi:

Personifikasi adalah majas yang memberikan sifat-sifat manusia kepada benda mati, hewan, atau konsep abstrak.

Ini membantu dalam humanisasi atau personifikasi objek tersebut untuk tujuan deskripsi atau penyampaian pesan yang lebih efektif.

Hipalage (Metonimia):

Hipalage, juga dikenal sebagai metonimia, adalah majas yang menggantikan satu kata atau frasa dengan kata atau frasa lain yang erat kaitannya.

Ini bisa digunakan untuk menyampaikan ide dengan lebih jelas atau menonjolkan aspek tertentu dari objek atau konsep.

Hiperbola:

Hiperbola adalah majas yang menggunakan pernyataan berlebihan atau ekspresi yang berlebihan untuk menciptakan efek dramatis atau menonjolkan sifat atau karakteristik dari suatu objek atau ide.

Elipsis:

Elipsis adalah majas yang menghilangkan satu atau beberapa kata dalam kalimat untuk menciptakan efek penghubungan atau ketidaklengkapan.

Ini membantu dalam menjaga aliran kalimat dan memberikan kesan tertentu.

Antitesis:

Antitesis adalah majas yang menghubungkan dua ide yang bertentangan atau berlawanan untuk menciptakan kontrast yang kuat.

Ini sering digunakan untuk menyoroti perbedaan yang signifikan antara elemen-elemen tersebut.

Klimaks:

Klimaks adalah majas yang mengurutkan kata atau frasa dalam urutan meningkat yang menciptakan ketegangan atau intensitas dalam teks atau karya sastra. Ini sering digunakan untuk mencapai efek dramatis.

Asindeton:

Asindeton adalah majas yang menghilangkan penggunaan konjungsi dalam kalimat untuk menciptakan aliran yang lebih cepat atau untuk memberikan kesan tegas dan langsung.

Polisindeton:

Polisindeton adalah majas yang menggunakan pengulangan konjungsi secara berlebihan untuk menciptakan efek retorika yang berbeda, seperti memberikan kesan tegas atau merinci setiap elemen.

Ironi:

Ironi adalah majas yang menghubungkan dua ide dengan menggambarkan sesuatu dengan cara yang bertentangan dengan makna sebenarnya, seringkali untuk menciptakan humor, kebingungan, atau sindiran.

Paradoks:

Paradoks adalah majas yang menghubungkan dua ide yang bertentangan secara logika untuk menciptakan efek retorika yang menarik atau untuk menyampaikan pemikiran filosofis yang mendalam.

Metalepsis:

Metalepsis adalah majas yang menghubungkan dua kata atau frasa yang berada dalam hubungan penyebab-akibat yang panjang.

Ini sering digunakan untuk menyampaikan pesan tentang akibat atau konsekuensi.

Paralelisme:

Paralelisme adalah majas yang mengulang pola kalimat atau struktur yang sama untuk menciptakan aliran dan ritme dalam teks atau karya sastra.

Ini membantu dalam mencapai efek estetika dan koherensi dalam teks.

Epanalepsis:

Epanalepsis adalah majas yang mengulang kata-kata atau frasa pada awal dan akhir kalimat untuk menekankan pesan penting atau menghubungkan elemen-elemen penting dalam teks.

Ciri-ciri Utama Majas Pertautan

Majas pertautan adalah alat retorika dalam bahasa dan sastra yang digunakan untuk menghubungkan atau mengaitkan ide-ide atau elemen-elemen dalam sebuah teks atau karya sastra.

Berikut adalah beberapa ciri-ciri utama dari majas pertautan:

1. Menghubungkan Ide atau Elemen

Majas pertautan digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ide atau elemen dalam sebuah kalimat, ayat, atau paragraf.

Ini membantu menciptakan hubungan atau keterkaitan antara ide-ide tersebut.

2. Menciptakan Perbandingan atau Kontrast

Majas pertautan dapat digunakan untuk menciptakan perbandingan atau kontrast antara ide-ide atau objek-objek yang dihubungkan.

Hal ini membantu dalam memahami atau merasakan perbedaan atau persamaan antara elemen-elemen tersebut.

3. Meningkatkan Efek Retorika

Penggunaan majas pertautan seringkali bertujuan untuk meningkatkan efek retorika dalam teks atau karya sastra.

Dapat mencakup penggunaan perbandingan yang kuat, pernyataan berlebihan, atau penggunaan kata-kata yang mengesankan.

4. Menggunakan Kata atau Konjungsi Tertentu

Majas pertautan sering kali melibatkan penggunaan kata atau konjungsi tertentu seperti “seperti,” “bagai,” “dan,” “atau,” “tetapi,” “sebab,” “hingga,” dan lain sebagainya.

Kata-kata ini membantu dalam menghubungkan atau mengaitkan ide-ide dengan cara yang khas.

5. Menghadirkan Imajinasi dan Kreativitas

Majas pertautan memungkinkan penulis atau penyair untuk menghadirkan imajinasi dan kreativitas mereka dalam penggunaan bahasa.

Mereka dapat menciptakan gambaran yang lebih hidup dan ekspresif dengan menggunakan majas pertautan.

6. Memperkaya Bahasa

Majas pertautan adalah salah satu cara untuk memperkaya bahasa dalam teks.

Mereka membuat teks lebih menarik, memikat, dan kadang-kadang lebih sulit dipahami, yang dapat menantang pembaca atau pendengar untuk lebih memperhatikan.

7. Menggambarkan Emosi atau Suasana Hati

Dalam beberapa kasus, majas pertautan dapat digunakan untuk menggambarkan emosi atau suasana hati yang ingin disampaikan oleh penulis.

Misalnya, penggunaan metafora dapat membantu dalam menggambarkan perasaan atau suasana hati seseorang.

8. Menciptakan Efek Sastra

Majas pertautan adalah salah satu elemen yang menciptakan efek sastra dalam sebuah karya.

Mereka membantu dalam membangun gaya penulisan yang khas dan memberikan teks atau karya sastra itu karakteristik unik.

Contoh Majas Pertautan

Contoh Majas Pertautan: Majas Metafora

  • Majas: “Hatinya adalah kunci kebahagiaanku.”
  • Penjelasan: Metafora adalah majas yang menghubungkan dua objek atau ide tanpa menggunakan kata pembanding seperti “seperti.” Dalam contoh ini, hati seseorang diibaratkan sebagai kunci, yang berarti hati itu sendiri memiliki peran penting dalam membuka pintu kebahagiaan.

Contoh Majas Pertautan: Majas Personifikasi

Majas: “Angin ini menyelimutiku dengan hawa dinginnya.”

  • Penjelasan: Personifikasi adalah majas yang memberikan sifat-sifat manusia kepada benda mati atau non-manusia. Dalam contoh ini, angin dianggap memiliki sifat manusia sehingga bisa menyelimuti tubuh seseorang.

Contoh Majas Pertautan: Majas Hiperbola

  • Majas: “Rasa laparnya seperti seribu serigala yang menerkam perutnya.”
  • Penjelasan: Hiperbola adalah majas yang menggunakan pernyataan berlebihan. Dalam contoh ini, rasa lapar seseorang digambarkan sebagai seribu serigala yang menerkam perutnya, menciptakan gambaran yang dramatis dan kuat.

Contoh Majas Pertautan: Majas Elipsis

  • Majas: “Dia berbicara, saya diam.”
  • Penjelasan: Elipsis adalah majas yang menghilangkan satu atau beberapa kata dalam kalimat untuk menciptakan efek penghubungan atau ketidaklengkapan. Dalam contoh ini, kata kerja “saya” dihilangkan untuk memberikan kontras antara berbicara dan diam.

Contoh Majas Pertautan: Majas Klimaks

  • Majas: “Dia tertawa, terbang, dan menyentuh bintang.”
  • Penjelasan: Klimaks adalah majas yang mengurutkan kata atau frasa dalam urutan meningkat untuk menciptakan ketegangan atau intensitas. Dalam contoh ini, tiga tindakan yang diurutkan mencapai puncaknya dengan menyentuh bintang.

Contoh Majas Pertautan: Majas Metafora bagian 2

  • Majas: “Hidup adalah panggung yang tak pernah berhenti dipentaskan.”
  • Penjelasan: Metafora adalah majas yang menghubungkan dua objek atau ide tanpa menggunakan kata pembanding seperti “seperti.” Dalam contoh ini, hidup diibaratkan sebagai panggung yang selalu dipentaskan, menyiratkan bahwa setiap momen dalam hidup adalah bagian dari pertunjukan yang tak berhenti.

Contoh Majas Pertautan: Majas Hipalage (Metonimia)

  • Majas: “Dia mengikuti jejak-jejak mimpinya dengan tekad.”
  • Penjelasan: Hipalage, atau metonimia, adalah majas yang menggantikan satu kata atau frasa dengan kata atau frasa lain yang erat kaitannya. Dalam contoh ini, yang seharusnya diikuti adalah orang itu sendiri, tetapi jejak-jejak mimpinya yang diikuti untuk menggambarkan tekadnya.

Contoh Majas Pertautan: Majas Elipsis

  • Majas: “Dia tertawa, saya menangis.”
  • Penjelasan: Elipsis adalah majas yang menghilangkan satu atau beberapa kata dalam kalimat untuk menciptakan efek penghubungan atau ketidaklengkapan. Dalam contoh ini, kata kerja “saya” dihilangkan untuk menciptakan kontras antara tindakan tertawa dan menangis.

Contoh Majas Pertautan: Majas Antitesis

  • Majas: “Dia menari dengan keanggunan harimau.”
  • Penjelasan: Antitesis adalah majas yang menghubungkan dua ide yang bertentangan untuk menciptakan kontrast yang kuat. Dalam contoh ini, keanggunan dan harimau adalah kontrast yang mencolok, menyoroti keanggunan dalam tarian.

Penutup

Itulah beberapa contoh majas pertautan beserta pengertian, jenis, dan ciri-cirinya yang perlu kamu ketahui! Apa kini kamu makin memahami apa itu majas pertautan?

Yuk simak artikel-artikel sejenis dan menarik lainnya hanya di Mamikos ya! Di Mamikos, kamu bisa mengakses seluruh artikel-artikelnya secara gratis!


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta