75+ Contoh Majas Pleonasme dalam Kalimat Bahasa Indonesia
Kenapa contoh majas pleonasme bisa dianggap sebagai kalimat yang tidak efektif? Yuk, cek dan pelajari ulasan selengkapnya di sini!
Ciri-ciri Majas Pleonasme
Kalimat dikatakan efektif, apabila dalam penyusunan sesuai dengan aturan dan kaidah kepenulisan yang berlaku. Dengan begitu, pendengar maupun pembaca akan langsung memahami apa maksud dari kalimat tersebut.
Sebaliknya, penggunaan majas pleonasme justru akan merusak kaidah tersebut, karena ada pemborosan kata.
Untuk mengetahui kalimat tersebut merupakan majas pleonasme atau bukan sangatlah mudah. Kamu bisa melihatnya dari ciri-ciri berikut:
- Kalimat mempunyai sifat yang berlebihan.
- Di dalam satu kalimat ada dua kata maupun lebih dengan makna sama.
- Kadangkala dimanfaatkan untuk menegaskan suatu maksud atau tujuan sebuah kalimat.
Kenapa Pleonasme Bukan Kalimat Efektif?
Sebenarnya, dari ciri-ciri di atas saja sudah bisa ditebak, bahwa contoh majas pleonasme memang termasuk kalimat tidak efektif. Hal ini dikarenakan ketidakefektifan kalimat bisa dikelompokkan menjadi:
- Kalimat mempunyai unsur kalimat yang kurang lengkap.
- Di dalam kalimat terdapat istilah yang memperoleh pengaruh dari bahasa Inggris.
- Ada makna ganda yang terkandung pada sebuah kalimat.
- Arti dari kalimat tersebut tidak logis atau masuk akal.
- Struktur kalimat menjadi rancu.
- Kalimat mempunyai kata pleonasme.
Penyebab Kemunculan Majas Pleonasme
Dilihat dari keenam hal di atas, jelas terlihat bahwa majas pleonasme memang bukan kalimat yang efektif.
Untuk menjawab pertanyaan pada poin sebelumnya, berikut ulasan mengenai penyebab kemunculan contoh majas pleonasme:
Bagian 1: Dalam satu frasa ada dua kata atau lebih dengan makna sama atau bersinonim
Contoh:
“Mulai dari dini hari, Bu Nur sudah sibuk untuk mempersiapkan acara rajaban”
Penjabaran kalimat:
Penggunaan kata ‘mulai’ pada kalimat tersebut mempunyai makna yang sama dengan ‘dari’. Sebaiknya cukup tulis, “Mulai dini hari, Bu Nur sudah sibuk untuk mempersiapkan acara rajaban” atau gunakan kata “Dari pagi”.
Bagian 2: Pernyataan berulang pada kata yang sudah dalam bentuk jamak
Contoh:
“Para siswa-siswi kelas VI sudah selesai mengerjakan soal Ujian Nasional”.
Penjabaran kalimat:
Kata ‘para’ yang terdapat di dalam kalimat sudah berbentuk jamak, yakni menyatakan bahwa ada banyak siswa. Begitu pula dengan kata ‘Siswa-siswa’ yang juga mempunyai arti lebih dari satu siswa.
Inilah yang dinamakan pernyataan berulang pada kata yang berbentuk jamak. Penyusunan yang tepat untuk kalimat tersebut, yakni “Para siswa (atau siswa-siswa) kelas XII sedang mengerjakan soal Ujian Nasional”.


