Contoh Makna Kias yang Terdapat dalam Teks Cerita Novel Sejarah
Apakah kamu pernah membaca terkait dengan penggunaan makna kias dalam teks bahasa Indonesia? Simak penjelasan dan contoh makna kias yang terdapat dalam teks cerita novel sejarah yang ada di bawah ini.
Tata Bahasa dalam Teks Cerita Novel Sejarah
Pada bagian sebelumnya, kamu sudah diajak untuk memahami seperti apa pengertian dari makna kias yang digunakan dalam teks cerita novel sejarah.
Sebelum juga lanjut membahas mengenai seperti apa saja contoh makna kias yang terdapat dalam teks cerita novel sejarah, tidak kalah pentingnya mengetahui tata bahasanya.
Di dalam teks cerita novel sejarah sendiri, makna kias atau kata kias dapat berupa kata, frasa, ungkapan, dan juga peribahasa.
Kata atau frasa tersebut digunakan penulis dengan maksud untuk membentuk imajinasi maupun khayalan yang dimiliki oleh pembaca. Terutama saat membaca teksnya dan ingin memahami keindahan cerita.
Makna kias maupun makna konotasi tersebut bisa dilihat dari beberapa pengertian seperti kata, frasa, ungkapan, hingga peribahasa.
1. Kata

Advertisement
Kata merupakan bagian terkecil dari dalam struktur bahasa tulis maupun diucapkan. Biasanya kata digunakan untuk membentuk kesatuan pemikiran atau perasaan yang ada dalam berbahasa.
Beberapa contoh dari kata seperti misalnya meja, kursi, lantai, pensil, buku, pergi, makan, dan masih banyak lagi yang lainnya.
2. Frasa
Frasa merupakan gabungan dari dua kata atau lebih yang bisa membentuk sebuah makna baru. Makna tersebut biasanya mengandung makna kiasan atau konotatif.
Contohnya seperti bintang kelas yang memiliki makna yaitu seorang siswa yang berprestasi. Ada pula buah tangan yang bermakna sebagai oleh-oleh dan panjang tangan bermakna pencuri.
3. Ungkapan
Ungkapan merupakan gabungan dari kata yang bisa membentuk sebuah makna baru. Kata dasarnya sudah tidak lagi memiliki hubungannya dengan kata dasar pembentuknya.
Contoh dari ungkapan yaitu seperti buah bibir yang berarti menjadi pembicaraan orang. Ada juga banting tulang yang berarti bekerja keras serta makan asam garam yang berarti sudah berpengalaman.
4. Peribahasa
Peribahasa adalah ungkapan maupun kalimat yang cukup ringkas dan padat. Biasanya berisi perumpamaan, perbandingan, nasihat, dan lain sebagainya.