4 Contoh Mitigasi Bencana Berdasarkan Jenis Bencananya Lengkap
Memiliki pemahaman tentang mitigasi bencana tentu menjadi bekal penting bagi masyarakat Indonesia.
- Mitigasi bencana adalah rangkaian upaya (dari pencegahan hingga penanganan pascabencana) untuk mengurangi risiko dan dampak bencana; diatur dalam UU No. 24/2007 dan penting bagi Indonesia yang rawan bencana.
- Ada dua jenis utama: mitigasi struktural (sarana/prasarana seperti bangunan tahan gempa, detektor gunungapi, sistem peringatan tsunami) dan non‑struktural (kebijakan, zonasi, sosialisasi, edukasi masyarakat); contoh lain meliputi pengungsian, penghijauan, dan relokasi di daerah rawan longsor.
- Cara pelaksanaannya meliputi pemetaan dan pemantauan kawasan rawan, penyebaran informasi/edukasi, serta proses berkelanjutan: identifikasi risiko → penilaian → perencanaan → implementasi → pemantauan dan evaluasi.
Pernahkah kamu mendengar istilah mitigasi? Ya, mitigasi adalah upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko bencana. Hal terkait mitigasi sendiri juga sudah diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2007, ya.
Sederhananya, mitigasi bencana merupakan segala upaya mulai dari pencegahan sebelum suatu bencana terjadi sampai dengan penanganan usai suatu bencana terjadi.
Namun, untuk lebih mengetahui lebih dalam lagi mengenai mitigasi, penting untuk kamu mengetahui pengertian hingga contoh mitigasi bencana berdasarkan jenis bencananya berikut ini. 🗺️🧐
Daftar Isi
Berikut Deretan Contoh Mitigasi Bencana Berdasarkan Jenis Bencananya

Kegiatan mitigasi bencana merupakan kegiatan yang dilakukan guna mengurangi risiko dan dampak dari bencana tersebut.
Memiliki pemahaman tentang mitigasi bencana tentu menjadi bekal penting bagi masyarakat Indonesia agar sadar bencana. Terlebih Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap potensi berbagai bencana alam.
Buat kamu yang ingin tahu lebih banyak tentang mitigasi bencana, kamu simak artikel ini hingga bagian akhir, ya.
Apa itu Mitigasi Bencana?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mitigasi adalah kata benda yang memiliki dua makna tergantung konteks penggunaannya.
Makna pertama, mitigasi diartikan sebagai upaya menjadikan berkurang kekasaran atau atau kesuburannya (tentang tanah dan sebagainya). Sedangkan makna kedua, mitigasi didefinisikan sebagai tindakan mengurangi dampak bencana.
Dengan kata lain, bisa dikatakan bahwa mitigasi adalah serangkaian upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko, dampak buruk atau hal lain yang tidak diinginkan, akibat dari suatu peristiwa, yang umumnya adalah bencana.
Dilansir dari laman kumparan.com, mitigasi bencana diartikan sebagai serangkaian upaya yang dilakukan untuk mengurangi resiko, dampak buruk, atau hal lain yang tidak diinginkan akibat dari peristiwa bencana.
Berdasarkan buku Prinsip Dasar dan Implementasi Manajemen Risiko, Adi Djoko Guritno dan Megita Ryanjani Tanuputri, (2024), mitigasi tidak hanya berfokus pada penanggulangan kerugian, tetapi juga berupaya untuk mengurangi kemungkinan terjadinya masalah tersebut. Bisa juga untuk mengurangi tingkat keparahan jika masalah tersebut tetap terjadi.
Dalam mitigasi bencana, terdapat hal-hal penting yang harus diperhatikan, yaitu:
- Tersedia informasi serta peta kawasan rawan bencana pada setiap kategori bencana.
- Sosialisasi meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk menghadapi bencana.
- Mengetahui apa yang harus dihindari dan dilakukan maupun cara penyelamatan diri.
- Penataan kawasan rawan bencana supaya mengurangi ancaman bencana.
Tujuan mitigasi bencana sendiri adalah untuk mengurangi kerugian ketika terjadi bahaya di masa yang akan datang, mengurangi risiko kematian maupun cedera, dan sebagainya.
Jenis Mitigasi Bencana
Mengutip buku Mitigasi Bencana karya Herman, dkk, ada dua jenis mitigasi bencana, yaitu mitigasi struktural dan mitigasi non struktural:
1. Mitigasi Struktural
Mitigasi struktural merupakan usaha untuk mengurangi bencana dengan membangun sarana dan prasarana fisik menggunakan teknologi. Misalnya, pembangunan gedung tahan gempa dan alat pendeteksi aktivitas gunung berapi.
2. Mitigasi Non-Struktural
Mitigasi non-struktural adalah jenis mitigasi yang dilakukan selain pembangunan fisik. Biasanya mitigasi ini berbentuk peraturan pemerintah, terutama di wilayah rawan bencana. Tujuannya agar masyarakat bisa beraktivitas tanpa terlalu khawatir dan takut.
Halaman:



