25 Contoh Mobilitas Sosial Antargenerasi, Intragenerasi, dan Geografis

25 Contoh Mobilitas Sosial Antargenerasi, Intragenerasi, dan Geografis – Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan mobilitas sosial horizontal dan vertikal.

Namun, tahukah kamu bahwa terdapat contoh mobilitas sosial antargenerasi, intragenerasi, dan geografis?

Selain dibedakan atas perubahan tingkat status sosial, mobilitas sosial juga dibedakan atas generasi dan geografisnya.

Wow, menarik sekali, bukan? Yuk pelajari mobilitas sosial lebih lengkapnya pada artikel ini! Baca sampai habis untuk mengetahui berbagai contoh mobilitas.

Pengertian Mobilitas Sosial

https://www.hks.harvard.edu/

Mobilitas sosial adalah sebuah kajian penting dalam ilmu sosiologi. Sebab, mobilitas sosial mampu menggambarkan dinamika yang terjadi di kelas sosial masyarakat.

Berdasarkan buku IPS Kelas VIII oleh Kemdikbud, mobilitas sosial diistilahkan sebagai perpindahan kedudukan atau posisi individu atau kelompok dari suatu lapisan masyarakat ke lapisan lainnya.

Secara umum, mobilitas sosial didefinisikan sebagai naik turunnya level sosial ekonomi yang dialami oleh individu atau kelompok dalam masyarakat.

Naik turunnya level sosial ekonomi memiliki kaitan dengan posisi keluarga dari individu yang mengalami mobilitas sosial.

Oleh karena itu, mobilitas sosial mengacu pada kemampuan individu untuk mencapai kondisi sosial ekonomi yang lebih buruk atau lebih baik daripada orang tua mereka.

Secara umum, mobilitas sosial berkaitan dengan kemampuan ekonomi atau kekayaan yang menyertai status sosial individu atau keluarga.

Jenis-Jenis Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial dibagi menjadi 5 (lima) jenis, yaitu antargenerasi, intragenerasi, geografis, horizontal, dan vertikal.

Di dalam artikel ini akan menyajikan contoh mobilitas sosial antargenerasi, intragenerasi, dan geografis, tetapi kamu juga perlu memahami pengertian dari dua jenis lainnya.

1. Mobilitas Sosial Antargenerasi

Mobilitas sosial antargenerasi ditandai dengan adanya perubahan, dalam taraf hidup kehidupan dari sebuah keluarga, baik perubahan yang meningkat atau menurun.

Poin utama dalam mobilitas sosial antargenerasi ini yakni terletak di perpindahan status sosialnya, sehingga berdampak pada generasinya.

Contohnya, terdapat seorang petani yang pendidikannya hanya tamat SD saja, tetapi ia berhasil menyekolahkan anaknya sampai lulus sarjana.

Akhirnya, sang anak mampu mengubah status dan kondisi keluarganya sehingga ia mampu mengubah status sosial keluarganya.

2. Mobilitas Sosial Intragenerasi

Mobilitas sosial intragenerasi adalah perpindahan status yang dialami seseorang, tetapi masih pada generasi yang sama.

Maksudnya generasi yang sama yakni perubahan atau perpindahan status tersebut terjadi karena hal yang ia lakukan, bukan karena pencapaian orang lain.

3. Mobilitas Sosial Geografis

Mobilitas sosial geografis merupakan perpindahan individu atau kelompok dari suatu daerah ke daerah lainnya. Misalnya, seperti urbanisasi, transmigrasi, atau migrasi.

Mobilitas ini dapat menyebabkan perpindahan status sosial, baik ke atas atau ke bawah. Walaupun banyak di antaranya mengalami perpindahan status ke atas.

4. Mobilitas Sosial Horizontal

Mobilitas sosial horizontal memiliki pengertian sebagai perubahan yang dialami individu dan kelompok, sebagai objek sosial untuk menuju ke kelompok sosial lain yang sederajat.

Maksud dari sederajat adalah tidak terjadi perubahan pada derajat kedudukan atau status sosial seseorang tersebut.

5. Mobilitas Sosial Vertikal

Mobilitas sosial vertikal yakni sebuah perpindahan individu atau kelompok masyarakat sebagai objek sosial mengarah kedudukan sosial lain yang tidak setingkat, bisa naik atau turun.

Maksud dari tidak sederajat merupakan status sosial mengalami kenaikan atau penurunan. Mobilitas sosial vertikal memiliki dua arah, yaitu menuju ke atas (naik) dan ke bawah (turun).

Pada mobilitas sosial vertikal ke atas, bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu masuk ke dalam status sosial atau kedudukan yang lebih tinggi, atau membentuk kelompok baru.

Penurunan kedudukan atau strata sosial disebut dengan mobilitas sosial vertikal ke bawah atau social sinking.

Adanya mobilitas sosial vertikal ke bawah didasarkan atas berbagai alasan, seperti turun jabatan, memasuki masa pensiun, pemecatan, berhalangan menjalankan tugas, dan lain sebagainya.

Contoh Mobilitas Sosial Antargenerasi, Intragenerasi, dan Geografis

1. Contoh Mobilitas Sosial Antargenerasi

  • Yudi adalah anak dari seorang tukang becak. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan hingga S2 dengan beasiswa penuh. Saat ini, ia dipercaya menjadi direktur perusahaan di Kota A.
  • Sejak kecil, Mina membantu ibunya mengelola warung makan kecil. Sekarang, Mina menjadi wirausahawan sukses karena selalu mengembangkan keahlian memasaknya.
  • Dinda sangat bekerja keras dalam mengembangkan online shop-nya, sehingga tokonya selalu banjir pesanan. Akibatnya, ia menjadi pengusaha sukses.
  • Tono adalah anak dari seorang pejabat instansi pemerintahan. Sayangnya, ia harus masuk ke jeruji besi karena terlibat kasus penipuan.
  • Sebuah keluarga mengalami kenaikan status sosial, karena salah satu anak dari keluarga tersebut mampu menjadi pengusaha yang sukses.
  • Karena ketekunannya, Mitha berhasil menjadi profesor termuda dan mampu menyejahterakan keluarganya.
  • Karena prestasinya semasa kuliah, Benny mampu mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang tinggi, sehingga mampu memfasilitasi anak-anaknya dengan baik.
  • Jeri adalah seorang pejabat tinggi di pemerintahan, tetapi ia mengalami kasus dugaan korupsi sehingga kekayaannya banyak disita hingga anak-anaknya menderita.

2. Contoh Mobilitas Sosial Intragenerasi

  • Tina dan Tini merupakan kakak adik yang mendaftar CPNS. Tina gagal lolos CPNS di tahap pertama, sedangkan Tini berhasil diterima sebagai CPNS.
  • Pak Deni mengalami kerugian atas hasil panen sawahnya. Akibatnya, anak-anaknya harus putus sekolah karena kekurangan biaya.
  • Eri adalah seorang mahasiswa menjadi asisten dosen, karena prestasinya. Berkat hal itu, ia ditunjuk menjadi dosen ketika lulus kuliah.
  • Yonny dan Yonna merupakan kakak beradik yang bekerja di instansi yang sama. Yonny bekerja sebagai kepala cabang, sedangkan Yonna sebagai staf biasa.
  • Pak Heru adalah seorang kuli bangunan yang berhasil mendapatkan promosi dan menjadi mandor.
  • Nini merupakan seorang desainer muda yang sukses, karena kerja keras dan ketekunannya bertahun-tahun dalam belajar fashion design.
  • Lia yang awalnya seorang penjaga warung, kini menjadi pemilik restoran sukses dan mempunyai berbagai cabang di seluruh Indonesia.
  • Seorang siswa di SMA A berkesempatan dalam mengembangkan IPTEK karena canggihnya zaman.
  • Kegigihan Lalisa dalam berlatih dance, membuat ia berhasil debut di girl group BLACKPINK.

3. Contoh Mobilitas Sosial Geografis

  • Awalnya, Pak Joko berdomisili di Kota Solo, kemudian ia melakukan transmigrasi ke Sulawesi Selatan dan ia terpilih menjadi lurah di tempat transmigrasinya.
  • Warga Wonogiri melakukan bedol desa ke Pulau Sumatera.
  • Riri sulit mencari pekerjaan di tempat tinggalnya, akhirnya ia pindah ke Jakarta dan mendapatkan pekerjaan.
  • Dalam rangka pemerataan penduduk, sebanyak 100 keluarga mengikuti program transmigrasi dari Pulau Jawa ke Sulawesi.
  • Lily diterima beasiswa ke Singapura, sehingga ia harus pindah ke Singapura.
  • Penduduk dari Desa X beramai-ramai berpindah ke wilayah lain, karena desa tersebut rawan bencana banjir dan tanah longsor.
  • Doni merupakan salah satu warga dari Kebumen yang pindah ke Lampung Selatan.
  • Setelah menikah, Dini berpindah dari Kota Semarang ke Kota Bandung karena mengikuti suaminya.

Faktor yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial

Ternyata, contoh mobilitas sosial antargenerasi, intragenerasi, dan geografis juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor, lho.

Setidaknya, mobilitas dipengaruhi 5 (lima) faktor berikut:

1. Perubahan Kondisi Sosial

Perubahan status sosial dapat berubah karena adanya perubahan yang terjadi di dalam atau di luar masyarakat.

Misalnya, kemajuan di bidang teknologi dalam sektor industri akan membuka peluang terjadinya mobilitas vertikal ke atas.

2. Ekspansi Teritorial dan Gerak Penduduk

Perpindahan penduduk dan ekspansi sosial yang cepat adalah bukti terjadinya mobilitas sosial.

Contohnya, seorang fresh graduate yang melakukan urbanisasi dan mendapatkan pekerjaan layak.

Oleh karena itu, seorang fresh graduate yang melakukan urbanisasi tadi mengalami mobilitas vertikal ke atas, yakni dari belum memiliki pekerjaan ke memiliki pekerjaan.

3. Pembatasan Komunikasi

Kondisi yang membatasi komunikasi antara anggota kelas sosial yang berbeda menghambat pertukaran pengetahuan dan pengalaman di antara mereka.

Kondisi komunikasi yang terbatas ini pada akhirnya mempengaruhi mobilitas sosial.

4. Pembagian Kerja

Terjadinya mobilitas sosial relatif dipengaruhi oleh tingkat pembagian kerja yang tersedia. Apabila terjadi spesialisasi kerja yang ketat dalam masyarakat, maka mobilitas sosial menjadi lemah.

Sebab, spesialisasi kerja yang ketat menuntut keterampilan yang tinggi, sehingga akan menyulitkan seseorang yang ingin berpindah profesi.

5. Tingkat Kelahiran

Tingkat kelahiran juga turut mempengaruhi mobilitas sosial, karena tingkat kelahiran yang tinggi dari keluarga dengan kelas sosial rendah dapat membatasi anggota keluarganya naik kelas sosial.

Kesulitan tersebut disebabkan oleh rendahnya kehidupan ekonomis mereka.

Pada pihak lain, kelas yang lebih tinggi mampu menciptakan keyakinan sosial dalam masyarakat, ketika mereka membatasi angka kelahiran.

Dampak Adanya Mobilitas Sosial

Tahukah kamu? Bahwa mobilitas sosial mampu menimbulkan berbagai macam dampak. Dampak tersebut berupa dampak positif dan negatif, dengan penjelasan sebagai berikut.

Dampak Positif

1. Meningkatkan Integritas Sosial

Ketika ada perubahan sosial, setiap orang akan merespon hal tersebut secara berbeda-beda. Ada yang menganggapnya sebagai suatu penerimaan, tantangan, bahkan hadiah.

Salah satu contoh dari integrasi dalam masyarakat yaitu adanya pengaruh penerimaan akibat mobilitas sosial yang terjadi.

2. Mendorong Perubahan Sosial Menjadi Lebih Baik

Dampak positif selanjutnya, adalah mendorong terjadinya perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Hal ini tentu akan terjadi jika didukung dengan sumber daya manusia yang berkualitas. 

Salah satu upaya untuk menunjang kualitas sumber daya manusia adalah dengan membenahi pendidikan.

Dampak Negatif

1. Adanya Risiko Terkena Gangguan Psikologis

Ketika kehilangan atau terjadi penurunan status sosial pada seseorang, banyak orang akan merasa gelisah, sedih, hingga depresi yang parah.

Hal itu akan memicu gangguan psikologis, bahkan mampu membahayakan dirinya sendiri akibat stres berkepanjangan. Gangguan psikologis tersebut juga memicu terjadinya penyakit psikis dan fisik.

Apabila suatu individu atau kelompok tidak mempunyai tekad untuk menerima keadaan secara ikhlas atau berubah menjadi lebih baik, maka ia akan mudah terkena gangguan psikologis.

2. Menimbulkan Konflik Sosial

Dapat dikatakan, bahwa mobilitas sosial adalah bentuk perjuangan yang dilakukan individu atau kelompok sosial, agar bisa mencapai posisi sosial yang lebih tinggi daripada yang dimilikinya saat ini.

Maka dari itu, semua orang berlomba-lomba untuk mendapatkan status sosial yang lebih tinggi. Dengan adanya persaingan tersebut, tidak heran jika terjadi berbagai macam konflik sosial.

Contoh mobilitas sosial antargenerasi, intragenerasi, dan geografis sebenarnya tidak sulit dibedakan, asalkan kamu memahami betul pengertiannya.

Berbagai macam contoh di atas pastinya akan memudahkan kamu dalam memahami dan membedakan berbagai macam mobilitas sosial yang terjadi di masyarakat.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta