5+ Contoh Multikulturalisme di Indonesia dalam Lingkungan Masyarakat
Untuk lebih memahami apa itu multikulturalisme, Mamikos akan menguraikannya dalam artikel ini.
- Multikulturalisme adalah paham yang melegitimasi dan mengakui keragaman budaya, suku, agama, bahasa, dan keyakinan di masyarakat—lawan dari monokulturalisme—yang didefinisikan oleh berbagai ahli sebagai penerimaan pluralitas dan perbedaan budaya.
- Faktor pembentuk: Kondisi geografis (pulau dan iklim), perbedaan sumber daya alam, sistem agama, sikap menyerap budaya asing, dan asal-mula masyarakat (nenek moyang) menjadi pendorong utama terbentuknya multikulturalisme di Indonesia.
- Bentuk dan contoh: Menurut Parekh ada multikulturalisme isolasionis (mis. Baduy, Sanim), akomodatif (mis. keluarga Batak di pesantren, komunitas Tionghoa di Jawa), kritikal (mis. perantau Madura menyesuaikan di Jakarta), dan kosmopolitan (mis. adaptasi pakaian modern dalam pernikahan, mahasiswa internasional di kampus).
Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan bahasa. Oleh karena itu, Indonesia terkenal akibat multikulturalismenya. Apa saja contoh dari multikulturalisme di Indonesia? Berikut contoh-contohnya.
Konsep multikulturalisme bisa dikatakan sebagai konsep yang melegitimasi keanekaragaman budaya. Istilah tersebut erat kaitannya dengan keragaman suku, agama, bahasa, kebudayaan dan keyakinan-keyakinan yang ada di Indonesia.
Multikulturalisme adalah lawan dari monokulturalisme atau homogenitas. Kedua hal ini sangat bertentangan satu sama lain karena dalam multikulturalisme dijunjung sikap saling menghargai dan keberagaman sedangkan dalam monokulturalisme perbedaan sangat diminimalisir. 📖✨
Daftar Isi
Pengertian Multikulturalisme

Secara bahasa, kata multikulturalisme disusun atas tiga kata yakni multi yang berarti banyak, kultural yang artinya budaya, dan isme yang artinya aliran atau paham.
Adapun pengertian multikulturalisme menurut beberapa ahli, antara lain adalah:
Azyumardi Azra
Multikulturalisme adalah pandangan dunia yang kemudian diartikan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan pada penerimaan atas realitas keragaman, pluralitas, dan realitas multikultural yang ada di masyarakat.
Parekh
Multikulturalisme adalah perbedaan yang diperoleh secara kultural serta membawa satu tolak ukur autoritas dan diberi bentuk serta distrukturkan karena dilekatkan dalam sebuah sistem arti dan makna yang telah diwariskan secara historis.
Naim dkk
Multikulturalisme adalah paham mengenai kultur yang beraneka ragam, di mana pandangannya bertolak dari tujuh catatan Conrad tentang ciri-ciri kultur yang diantaranya adalah
- Kultur merupakan sesuatu yang umum juga khusus
- Kultus merupakan sesuatu yang dapat dipelajari
- Kultur merupakan sebuah simbol
- Kultur bisa membentuk dan melengkapi sesuatu secara alami
- Kultur merupakan sesuatu yang dijalankan secara bersama-sama serta sebagai atribut bagi individu sebagai anggota dari sebuah kelompok dalam masyarakat
- Kultur merupakan kumpulan adat istiadat serta keyakinan
- Kultur merupakan sesuatu yang sifatnya adaptif untuk mempertahankan hidup juga melestarikan keturunan
Brian Fay
Multikulturalisme adalah pengakuan atas adanya perbedaan di antara masyarakat yang beraneka ragam kebudayaan dan subkulturnya. Menurutnya, multikulturalisme merupakan ideologi yang dimiliki oleh masyarakat multikultural.
Faktor Pembentuk Multikulturalisme di Indonesia
Multikulturalisme tidak muncul begitu saja melainkan ada beberapa faktor pendorongnya yang antara lain adalah:
1. Kondisi Geografis
Letak geografis atau wilayah menjadi penentu utama penyebaran kebudayaan yang ada di Indonesia.
Luas wilayah Indonesia dan terpecahnya keberadaan pulau-pulau menghasilkan keberagaman suku, budaya hingga bahasa.
Kondisi geografis pun menjadi faktor yang menentukan budaya dari masing-masing daerah. Contohnya terletak pada pakaian yang berbeda di setiap daerah.
Untuk daerah yang memiliki suhu rendah maka pakaian yang dikenakan akan lebih tertutup dibandingkan dengan daerah bersuhu tinggi.
2. Perbedaan Sumber Daya Alam
Masing-masing wilayah di Indonesia memiliki keunggulan dalam mengelola sumber daya alam.
Misalnya di daerah pantai, sumber daya alam dominan berupa ikan dan hewan laut sedangkan di daerah pegunungan berupa sayur-sayuran.
Perbedaan sumber daya tersebut membuat masing-masing pengelola memiliki perbedaan dalam bekerja dan kesehariannya.
Hal ini berpengaruh pada tradisi setempat yang memiliki perbedaan yang menonjol antara wilayah dataran rendah dan dataran tinggi.
3. Sistem Agama
Agama sangat menentukan sikap dari masing-masing kelompok yang ada. Hal yang paling menonjol dari keberadaan agama ini adalah cara berpakaian dan adab dari suatu masyarakat.
Sebuah masyarakat yang sistem agamanya melekat akan berbeda dengan masyarakat yang tidak terlalu berpegang pada nilai-nilai agama.
Selain itu, agama yang dominan di sebuah daerah biasanya ditandai dengan tempat ibadah yang dominan juga di daerah tersebut.
Misalnya di daerah Minangkabau, dominasi masyarakat beragama Islam sehingga bangunan yang banyak ditemukan adalah masjid.
4. Perbedaan Sikap Menyerap Budaya Asing
Kemampuan seseorang dalam menyerap budaya asing biasanya membuat ia mudah menerima perbedaan.
Artinya, keterbukaan seseorang terhadap budaya asing dapat membuat ia bisa menghargai budaya orang lain.
Namun dampak negatifnya adalah ketika seseorang terlalu terbuka terhadap kebudayaan orang lain, ia akan terjerumus ke kebudayaan orang lain sehingga melupakan kebudayaan sendiri. Hal ini menjadi kekurangan dari daya serap budaya asing yang tinggi.
5. Asal Mula Masyarakat Bertentangan
Masing-masing wilayah memiliki latar belakang dan nenek moyang yang berbeda. Oleh karenanya, hal ini menimbulkan perbedaan budaya dari masing-masing wilayah tersebut.
Selain itu, pengaruh keyakinan dari nenek moyang biasanya sulit untuk dihapuskan dalam sebuah kelompok budaya.
Namun, dengan begitu masyarakat tidak mudah melepaskan tradisi yang sejak dulu sudah ada di tengah gempuran era globalisasi dan kebudayaan asing lebih mudah masuk seperti sekarang.
Bentuk dan Contoh Multikulturalisme
Menurut Parekh, multikulturalisme dibedakan menjadi lima bentuk yang diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Multikulturalisme Isolasionis
Bentuk ini berdasar kepada kondisi masyarakat yang terdiri dari berbagai macam kelompok budaya dan menjalankan hidup secara mandiri. Interaksi dalam bentuk multikulturalisme ini sangatlah minim.
Contoh dari bentuk multikulturalisme isolasionis ini di Indonesia adalah apa yang terjadi pada kelompok masyarakat Sanim.
Mereka menerima keragaman budaya yang ada, namun tetap hidup dan mempertahankan budaya mereka secara masing-masing.
Selain masyarakat Sanim, contoh lain adalah masyarakat Baduy di Banten. Mereka hidup secara mandiri, sangat menjaga adat dan budaya sendiri, serta jarang berinteraksi dengan kelompok luar.
2. Multikulturalisme Akomodatif
Multikulturalisme akomodatif adalah bentuk masyarakat plural yang mempunyai kebudayaan dominan yang kemudian membuat adanya penyesuaian serta akomodasi untuk kebutuhan kultural kaum yang lebih sedikit (minoritas).
Keberadaan kelompok yang dominan tidak menjadikan kelompok minoritas harus patuh dan mengikuti kebudayaan mereka.
Sebaliknya, kelompok mayoritas tetap menghargai kelompok minoritas untuk mempertahankan kebudayaan mereka.
Begitupun dengan kaum minoritas, mereka tidak menentang keberadaan kelompok mayoritas yang lebih mendominasi wilayah mereka.
Adapun contoh dari multikulturalisme akomodatif ini adalah ketika sekelompok keluarga Batak yang tinggal di komplek pesantren. Keberadaan keduanya saling menghargai dan tidak memengaruhi satu sama lain.
Contoh lain adalah komunitas Tionghoa yang tinggal di daerah mayoritas Jawa. Mereka tetap menjalankan tradisi Imlek dan perayaan budaya mereka, sementara warga Jawa tetap menghargai praktik budaya tersebut tanpa ikut campur.
3. Multikulturalisme Kritikal
Multikulturalisme kritikal merupakan masyarakat yang terdiri dari kelompok-kelompok kultural yang tidak terlalu fokus pada kehidupan kultural otonom.
Dalam bentuk multikulturalisme ini kelompok dominan akan menolak keberadaan kebudayaan minoritas.
Contoh dari bentuk multikulturalisme ini di Indonesia tercermin pada keberadaan perantau di Jakarta yang berasal dari Madura.
Secara otomatis, bahasa yang berlaku di sana adalah bahasa yang digunakan oleh masyarakat Jakarta bukan bahasa Madura.
Selain perantau Madura di Jakarta, contoh lainnya adalah pedagang dari daerah minoritas di kota besar yang harus menyesuaikan bahasa dan perilaku dengan budaya dominan setempat agar diterima dalam perdagangan dan interaksi sosial.
4. Multikulturalisme Kosmopolitan
Contoh multikulturalisme di Indonesia yang kosmopolitan ini merupakan masyarakat berusaha menghapuskan batasan kultural untuk menciptakan masyarakat yang individunya tidak terikat oleh budaya tertentu.
Bentuk multikulturalisme membuat masyarakatnya bebas masuk eksperimen-eksperimen interkultural.
Dalam hal ini, masyarakat cenderung lebih plural atau bebas karena memandang bahwa semua budaya merupakan bahan yang dapat mereka pilih sendiri. Pelakunya rata-rata adalah penganut liberal.
Namun sisi negatifnya, bentuk multikulturalisme dapat mengikis kecintaan terhadap kultur dalam negeri.
Contohnya adalah pengantin asal Jawa yang tidak lagi menggunakan pakaian adat sebagai baju resepsinya. Mereka lebih memiliki pakaian modern sebagai bentuk dari percobaan atas kebudayaan luar yang tengah populer di dunia.
Contoh lain adalah mahasiswa internasional yang belajar di universitas besar di Indonesia. Mereka bebas mempraktikkan budaya masing-masing, mengikuti fesyen global, serta berinteraksi tanpa batasan budaya lokal, namun tetap membentuk komunitas global di kampus.
Demikian pembahasan mengenai contoh multikulturalisme di Indonesia. Melalui contoh-contoh di atas, tentu kamu makin paham tentang seluk beluk multikulturalisme. Semoga bermanfaat.
FAQ
Festival budaya, sekolah dengan siswa dari berbagai etnis, atau masyarakat yang menghormati tradisi berbeda.
Perayaan Hari Raya bersama antaragama, kerukunan antar etnis di Bali, dan kolaborasi seni budaya Betawi-Jawa.
Pengakuan dan penghormatan terhadap keberagaman budaya, agama, dan suku di Indonesia.
Masyarakat yang terdiri dari berbagai kelompok budaya, etnis, atau agama yang hidup berdampingan.
Segregasi, asimilasi, atau integrasi
Referensi:
Pengertian Multikultural, Ciri-Ciri, dan Contohnya di Indonesia [Daring]. Tautan: https://kumparan.com/berita-terkini/pengertian-multikultural-ciri-ciri-dan-contohnya-di-indonesia-21z3beEQNCc
Multikulturalisme: Pengertian dan Contohnya [Daring]. Tautan: https://www.kompas.com/skola/read/2022/12/20/070000569/multikulturalisme–pengertian-dan-contohnya
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idaman mu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya




