Advertisement
Source : Canva/@africa-images

Contoh Naskah Drama 5 Orang tentang Fitnah dan Pertengkaran Singkat

Sedang mencari referensi naskah drama berisi 5 orang? Baca contoh naskah drama tentang fitnah dan pertengkaran singkat di artikel ini.

8 Maret 2024 Fajar Laksana

Dinda: Benar. Tapi, bagaimana caranya?

Maya: Kita bisa meminta bukti kepada Lisa. Dia harus menyadari kesalahannya.

(Rani, Maya, Dinda, dan Ryan keluar dari ruangan dan mencari Lisa di kampus. Mereka menemukan Lisa sedang duduk di taman kampus.)

Maya: Lisa, kami perlu berbicara denganmu.

Lisa: (sombong) Ada apa, ya?

Ryan: Kamu telah menyebarkan fitnah tentang Rani. Kami membutuhkan penjelasan darimu.

Lisa: (mengejek) Fitnah? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya.

Rani: (menghela nafas) Lisa, kamu tahu bahwa itu tidak benar. Tolong hentikan kebohongan ini.

Lisa: (menyeringai) Mengapa aku harus percaya padamu?

Maya: Karena kita semua adalah teman-temanmu. Kamu tidak akan merasa senang jika hal yang sama terjadi padamu.

Lisa: (berpikir sejenak) Baiklah, saya akan berhenti.

(Rani, Maya, Dinda, dan Ryan lega mendengar jawaban Lisa.)

Rani: Terima kasih, Lisa.

Lisa: Maafkan aku, Rani. Aku akan memperbaiki kesalahanku.

(Rani, Maya, Dinda, dan Ryan kembali ke ruang kuliah.)

Maya: Semua sudah selesai.

Dinda: Kita harus selalu saling mendukung satu sama lain.

Ryan: Benar. Teman adalah seseorang yang harus kita percayai dan kita lindungi.

Rani: (tersenyum) Aku sangat beruntung memiliki kalian semua sebagai teman.

(Tokoh-tokoh berpelukan erat.)

Tamat.

3. Pertengkaran di Koridor

Tokoh:

  1. Andi (tokoh utama)
  2. Maya (teman Andi)
  3. Budi (teman Andi)
  4. Rini (teman Maya)
  5. Dian (antagonis)

Setting: Koridor sekolah

(Suasana koridor sekolah yang ramai. Andi, Maya, dan Budi sedang berjalan bersama menuju kelas.)

Maya: (tersenyum) Hari ini suasana terasa sangat cerah, ya?

Budi: (setuju) Iya, aku juga merasakannya.

Andi: (mengernyitkan dahi) Tapi, kenapa aku merasa ada yang aneh?

(Mereka tiba di depan kelas, di mana Rini dan Dian sedang berdiri.)

Rini: (menjauhi Dian) Aku tidak ingin berbicara lagi denganmu, Dian!

Dian: (marah) Kau pikir kau bisa menghindar dariku, Rini? Kau harus bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan!

Maya: (heran) Ada apa dengan mereka?

Andi: (menghampiri mereka) Ada apa, Rini? Kenapa kalian bertengkar?

Rini: (menangis) Dian menuduhku mencuri uang di kantin.

Budi: (terkejut) Apa? Itu tidak mungkin!

Dian: (menghadapi Rini) Bukankah uangmu habis begitu saja? Kau pasti yang mengambilnya!

Andi: (menghentikan Dian) Sudah cukup, Dian! Kita harus menyelesaikan ini dengan tenang.

Maya: Benar, kita harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Halaman:

Advertisement