Advertisement
Source : freepik.com/wayhomestudio

5+ Contoh Naskah Drama 6 Orang tentang Berbagai Tema Menarik

Berbagai contoh naskah drama 6 orang membantu kamu menulis naskah dengan baik, terutama ketika ada pelajaran Bahasa Indonesia.

30 Oktober 2025 Ikki Riskiana

4. Naskah Drama Tema Pemimpin

Contoh Naskah Drama 6 Orang 2 Laki-Laki 4 Perempuan Singkat tentang Persahabatan

Kali ini contoh naskah drama 6 orang tentang pemilihan seorang pemimpin dari ras minoritas di Indonesia. Ketegangan menjelang hari pemilihan akan terbaca jelas, meskipun hanya disampaikan melalui dialog.

Mira selalu mendengarkan berita yang hampir setiap hari berulang di televisi. Ketika bangun untuk mengambil air wudu saat subuh, Ibunya sudah menyalakan televisi dengan pemberitaan yang itu-itu lagi. 

Mira: Kenapa sih, Bu, orang-orang ga suka kalau pemimpin kita bukan Islam?

Ibu: Mungkin karena mayoritas masyarakat kita Muslim, Nak. Khawatir kalau yang mimpin bukan Islam, gak sesuai sama harapan rakyat.

Aldo (Kakak pertama Mira): Halah, yang Islam aja belum tentu sesuai, Bu. Agama buat identitas aja kok ribet.

Ayah: Hush! 

Melly (Kakak kedua Mira): Tapi yang dibilang Aldo bener, loh, Bu. Liat aja, pas beliau jadi wakil gubernur, ikut kerja, kok, keliatan. Malah programnya bagus-bagus.

Ayah: Hush!

Mira: Ayah ini apa sih, hush hush terus dari tadi?

Ayah: Itu, loh, adik ngalangin. Dik, geser, dik!

Valdo, adik bungkus dari Mira, Melly, dan Aldo yang sejak tadi berdiri di depan tv akhirnya bergerak ke pinggir, duduk bersama ketiga kakak dan kedua orang tuanya. Ternyata dalam contoh naskah drama 6 orang ini, ayah bermaksud menyuruh Valdo minggir.

Valdo: Bu, ganti, Bu. Adik mau nonton kartun aja. Ini ga seru!

Ibu meraih remot dan mengganti siaran televisi menjadi tayangan kartun. 

Mira: Yah, tapi menurut ayah, gimana tentang berita tadi? Masa kita gak boleh milih pemimpin beda agama, Yah? Katanya toleransi.

Ayah menarik nafas sejenak dan membenarkan posisi duduk.

Ayah: Ayah pribadi tidak masalah siapa yang memimpin kita, asalkan paham tanggung jawab sebagai pemimpin itu seperti apa. Tapi, orang-orang juga punya alasan kenapa memilih hal berseberangan dengan kita, dengan kamu, Mir, misalnya.

Melly: Jadi, Ayah sependapat sama kami bertiga, dong tentang pemilihan pemimpin bukan Islam tadi?

Ayah: Ayah sepakat sama hati nurani. Ayah menghargai pendapat dan pilihan kalian. Orang kalian sudah besar, kok, mana bisa Ayah paksa-paksa.

Aldo: Wah, ada bahan kita sekeluarga milih satu pemimpin yang sama, nih hahaha.

Ibu: Hush, pilihan itu menurut hati. Ayah dan Ibu gak akan pernah paksa kalian. Ayah dan Ibu juga gak akan bertanya, kalian pilih siapa. Pilihlah tanpa keterpaksaan.

Ayah: Benar, biarlah itu menjadi urusan kepercayaan kita pribadi. Sisanya ya kita jalankan kehidupan seperti biasa saja. Mendengar percakapan orang tua dan kakak-kakaknya, dalam contoh naskah drama 6 orang ini Valdo merasa bingung…

Valdo: Pilih apa, Yah?

Ayah: Pilih ibu atau ayah, hayoh… lebih sayang siapa?

Semua orang tertawa, termasuk Valdo. Hari itu, suasana rumah selalu hangat seperti biasanya karena seorang pemimpin, seorang ayah yang berbijaksana menghargai keputusan setiap anggota keluarganya.

5. Naskah Drama Tema Persahabatan di Sekolah

Contoh naskah drama 6 orang kali ini bertemakan persahabatan yang diuji oleh kesalahpahaman di antara teman sekelas. Tokoh dalam drama ini terdiri atas: Naya, Tio, Rafi, Dina, Sinta, dan Pak Damar (guru mereka).

Suatu pagi di kelas XI IPS 2, suasana terasa sedikit tegang. Naya duduk termenung di pojok kelas, sementara Tio dan Rafi sedang berbicara pelan di dekat jendela.

Dina: (mendekati Naya) Kenapa sih, Nay? Dari tadi diem aja.

Naya: Nggak apa-apa, Din. Lagi males aja ngomong.

Sinta: (ikut duduk) Ih, jangan bohong. Aku denger loh katanya kamu marah sama Tio.

Naya: (menghela napas) Aku nggak marah, cuma kecewa aja.

Dina: Emang kenapa sih?

Naya: Tadi pagi aku liat Tio ngasih surat ke Sinta. Padahal kemarin dia bilang cuma temenan doang.

Sinta: (kaget) Loh, surat itu bukan dari Tio, tapi dari Rafi! Dia minta aku bantu kasih ke kamu, Nay!

Naya: (terkejut) Hah? Surat dari Rafi?

Rafi: (mendekat, wajahnya panik) Wah, iya, iya! Aku titip ke Tio soalnya malu ngasih langsung.

Tio: Nah, tuh kan, aku jadi kambing hitam. Dari tadi dibilang marah, padahal aku cuma bantuin.

Semua terdiam sejenak. Naya menatap mereka satu per satu, wajahnya mulai menyesal.

Naya: Maaf ya, Tio. Aku keburu salah paham.

Tio: Ya udah, gak apa-apa. Yang penting sekarang kamu tahu yang sebenarnya.

Pak Damar: (masuk ke kelas sambil tersenyum) Wah, dari luar kedengeran rame banget. Lagi bahas apa nih?

Dina: Hehe, cuma salah paham kecil, Pak.

Pak Damar: Bagus kalau sudah diselesaikan. Bapak senang lihat kalian kompak. Ingat, persahabatan itu diuji bukan pas senang, tapi pas salah paham. Yang penting kalian mau jujur dan saling maafkan.

Rafi: Iya, Pak. Kami udah baikan, kok.

Pak Damar: Nah, kalau gitu lanjut pelajaran, ya. Tapi sebelum itu, siapa yang mau bantu Bapak ambil spidol di ruang guru?

Tio: Saya, Pak. Sekalian minta izin, biar suasana adem dulu. Hehehe.

Semua tertawa, suasana kelas pun kembali ceria.

6. Naskah Drama Tema Kejujuran dan Tanggung Jawab

Tema dalam contoh naskah drama 6 orang ini mengangkat tentang pentingnya kejujuran di lingkungan sekolah. Tokoh dalam drama ini terdiri dari: Andi, Bima, Rara, Siska, Fajar, dan Bu Rini (guru BK).

Suasana kelas tampak sepi setelah jam istirahat. Beberapa siswa terlihat gelisah karena hasil ulangan Matematika akan dibagikan hari ini.

Rara: (berbisik) Aduh, deg-degan banget, deh. Aku takut nilainya jelek.

Siska: Sama. Semalem aku sampai nggak bisa tidur.

Andi: Santai aja, yang penting udah usaha.

Bima: (terlihat gugup) Iya… usaha…

Fajar: (memperhatikan Bima) Kok kamu kelihatan tegang banget, Bim?

Bima: Nggak apa-apa, cuma pusing aja.

Bu Rini masuk ke kelas sambil membawa kertas hasil ulangan.

Bu Rini: Selamat siang, anak-anak. Hari ini Ibu akan membagikan hasil ulangan kalian. Sebelumnya, Ibu ingin mengingatkan bahwa kejujuran adalah hal paling penting dalam belajar.

Semua siswa saling berpandangan.

Bu Rini: Ibu menemukan ada dua lembar jawaban yang sangat mirip. Setelah Ibu periksa, ternyata milik Bima dan Fajar.

Fajar: (kaget) Hah, Bu?

Bima: (menunduk) …

Bu Rini: Ibu tidak ingin langsung menyalahkan. Ibu ingin dengar penjelasan kalian.

Suasana kelas menjadi hening.

Fajar: Bu, saya nggak nyontek. Saya ngerjain sendiri.

Bima: (menarik napas) Bu… saya yang salah. Waktu ulangan, saya lihat jawaban Fajar karena saya nggak yakin sama jawaban sendiri.

Rara: (pelan) Bim…

Siska: Kenapa nggak bilang dari awal sih…

Bima: Saya takut nilainya jelek, Bu. Saya nyesel sekarang.

Bu Rini: Terima kasih karena kamu sudah jujur, Bima. Mengakui kesalahan itu tidak mudah, tapi itu langkah yang benar.

Andi: Kita semua pernah takut gagal, Bim. Tapi nyontek bukan solusi.

Bu Rini: Betul, Andi. Untuk kesalahan ini, Ibu akan memberi kalian kesempatan remedial. Tapi ingat, kejujuran jauh lebih berharga dari nilai tinggi.

Bima: Terima kasih, Bu. Saya janji nggak akan mengulanginya lagi.

Fajar: Iya, Bim. Lain kali kalau nggak ngerti, kita belajar bareng aja.

Bima: Makasih, Jar. Maaf ya.

Bu Rini: Nah, itu baru sikap yang baik. Sekarang, mari kita jadikan kejadian ini sebagai pelajaran bersama.

Semua siswa mengangguk setuju. Suasana kelas kembali tenang dan penuh semangat untuk belajar lebih baik.

Tuntas semua contoh skrip yang bisa dijadikan inspirasi di atas. Dari berbagai contoh naskah drama 6 orang tersebut, kamu bisa menjadikannya referensi untuk menuliskan naskah versi sendiri.

9+ Contoh Naskah Drama 7 Orang Singkat dengan Tema yang Menarik

Halaman:

Advertisement