5+ Contoh Naskah Drama 6 Orang tentang Berbagai Tema Menarik
Berbagai contoh naskah drama 6 orang membantu kamu menulis naskah dengan baik, terutama ketika ada pelajaran Bahasa Indonesia.
Drama adalah seni panggung yang sebelum penampilan membutuhkan naskah sebagai pemandu pemain melakukan adegan akting.
Kali ini contoh seni panggung yang diperankan oleh 6 orang dengan berbagai tema berbeda dan akhirnya memberikan amanat tersirat.
Mamikos akan langsung masuk ke contoh, kamu bisa menyimaknya dengan baik dan menerapkan teorinya secara tepat pada naskah sendiri. 📖😊✨
Daftar Isi
Contoh Naskah Drama 6 Orang

Berikut ada beberapa contoh naskah dengan jumlah 6 orang dengan tema menarik. Di antaranya adalah sebagai berikut ini.
1. Naskah Drama Tema Horor
Diceritakan dalam contoh naskah drama 6 orang ini, suatu malam ada tiga orang anak himpunan atau semacam perkumpulan mahasiswa jurusan. Mereka adalah Arman, Bono, dan Cepi. Mereka sedang menginap di kampus.Â
Malam hari saat ketiganya berada di sekretariat kampus, hawa lapar terjadi begitu kuat.
Di saat bersamaan terdengar pedagang cuanki lewat. Tanpa pikir panjang, mereka akhirnya memutuskan untuk mengambil mangkuk.
Arman: Bang, beli!
Bono dan Cepi yang kelaparan langsung bertanya,Â
Bono dan Cepi: Mau beli apaan?
Arman: Cuanki, di depan.
Awalnya biasa, Bono sama Cepi juga buru-buru mengeluarkan uang untuk membeli cuanki itu. Tapi, lama-lama si Arman ini kayak sadar akan sesuatu…
Sejenak dia mematung, terus nanya sama Bono dan Cepi,
Arman: Bon, Cep. Ini kita di sekre, kan? Arman nanya sambil gelagatnya udah mulai mencurigakan.
Buat kalian yang ga tau apa itu sekre, jadi sekre adalah sekretariat. Kalo di kampus, sekre ini biasanya satu ruangan tempat himpunan atau semacam organisasi setiap jurusan fakultas.
Jadi, si Arman, Bono, Cepi ini lagi sedang menginap di sekretariat jurusan mereka.
Penasaran, ada apa di balik pertanyaan Arman dalam contoh naskah drama 6 orang ini? Mendengar pertanyaan si Arman, Bono ini langsung spontan jawab sambil masih nyari dompet…
Bono: Iya, bener di sekree…
Tapi, perlahan jawaban Bono ini menggantung dan mereka bertiga malah jadi tatap-tatapan satu sama lain. Arman yang sudah sadar, tiba-tiba pergi ke jendela dan liat di luar sekre ini ada apa sebenarnya.
Dan ternyata…Â
Abang Cuanki: Jadi beli, A?
Betapa kagetnya Bono dalam contoh naskah drama 6 orang karena melihat pedagang cuanki itu melayang tidak menapaki tanah. Tangannya melambai-lambai seolah mengajak Bono ke suatu tempat. Dalam hitungan detik, Bono pingsan seketika.
Arman dan Cepi yang panik akhirnya mencoba menghubungi teman-temannya, Dodi dan Asep yang rumahnya terdekat dari kampus. Tidak berapa lama kemudian Dodi dan Asep datang sambil membawa sebotol air.
Cepi: Apa itu, Sep? Air rukiyah?Â
Asep: Bukan, ini tadi beli di warung deket kampus, aku aus.
Cepi: Oh, kirain air buat nyembur si Bono…
Dodi bergegas menghampiri Bono dan bertanya pada Arman
Dodi: Kenapa bisa pingsan, Man?
Arman: Tadi aku liat ada tukang cuanki jualan, Dod. Tapi dipikir lagi gak mungkin tukang cuanki jualan di depan lantai dua. Pas si Bono mastiin, eh, dia langsung pingsan.
Dodi: Haduh, bahaya ini mah, abis liat ririwa si Bono.
Tiba-tiba, dalam contoh naskah drama 6 orang ini Asep mencipratkan air di tangannya kepada Bono sambil sesekali menepuk pipi Bono.
Asep: Bon, Bon, bangun, Bon. Ieu urang mawa lotek!
Bono bangun seketika dan menyambar lotek di tangan Asep dengan cepat.
Cepi: Eh, ai maneh, bohongan pingsan, teh?
Bono: Nyaan, CVep. Ngan lapar!
Singkat cerita, mereka menyantap makanan yang dibawa Asep dan Dodi bersama-sama. Bono meminta jendela yang menghadap keluar ditutup, mereka menurutinya dan tidak pergi kemana-mana sampai subuh tiba.
2. Naskah Drama Tema Percintaan
Lanjut ke contoh naskah drama 6 orang kedua, kali ini bertema percintaan yang abadi dalam sebuah pernikahan. Tokohnya ada enam orang, detailnya kamu bisa melihat kisah mereka di sini!
Kali ini penceritaannya agak unik karena mengambil dua latar berbeda. Kru panggung harus bersiap menata panggung dengan seapik mungkin. Satu babak tentang Boy di masa kecil yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA dan sering memandangi anak kelas 1 SD.
Adik Kecil: Di sini senang, di sana senang. Di mana-mana hatiku senang…
Dan selalu lagu itu yang aku dengar ketika bis sekolahmu meninggalkan asap di depan rumahmu.Â
Mamah Boy: Boy…
Boy: Iya, mam. Ini aku berangkat. Assalammualaikum…
Kali ini gantian knalpot motorku yang meninggalkan asap. Di depan rumahku yang tepat berhadapan dengan rumahmu.
Itulah rasa cinta di pagi hari yang selalu aku rasakan. Dan selalu terulang di pagi-pagi berikutnya.Â
***
Keunikan contoh naskah drama 6 orang semakin tampak di sini. Kali ini latar tempat tetap sama, namun suasananya sudah berbeda. Tepat di depan teras rumahnya, Boy memperhatikan rumah di depannya.
Perbedaannya sekarang Boy sudah tua, sudah memiliki istri dan dua orang anak. Jika dulu Boy memperhatikan anak SD di depannya, sekarang Boy memiliki anak-anak yang sudah berkuliah dan beranjak SMA.
Keenan (Anak kedua Boy): Yah, aku berangkat, ya. Assalammualaikum.
Kinanti (Anak pertama Boy): Aku juga ya, Yah. Assalammualaikum.
Keduanya berangkat setelah menyalami Boy. Keenan berangkat dengan motornya, sementara Kinanti sudah memesan ojek online menuju kampusnya.Â
Dari dalam rumah, datang sebuah suara yang akan menjadi plot twist dalam contoh naskah drama 6 orang ini. Siapakah dia? Apakah Boy menikahi anak SD sekian tahun lalu?
Istri Boy: Kak… mau tambah tehnya?
Boy: Gak usah, Dek. Di sini saja duduk bersama Kakak. Kita saksikan pagi bersama-sama.
Istri Boy: Apa yang Kakak lihat dari pagi?, pagi selalu sama…
Boy: Justru itu. Karena pagi selalu sama, maka kita akan dapat melihat betapa pagi sangat patuh pada siapa seharusnya ia patuh.
Istri Boy: Lalu, apa yang menarik? Dari dulu hingga sekarang Kakak selalu enggan melewatkan pagi.
Boy: Karena pagi menyimpan kenangan. Dan pagi adalah waktu yang mencatat kita hingga kita sampai pada pagi hari ini.
Istri Boy: Ouh… aku rasa aku sudah terlalu tua untuk berpikir apa yang Kakak ucapkan. Baiklah, lebih baik aku memasak air untuk mengisi termos. Jika Kakak ingin sesuatu, aku ada di dapur.
Istriku selalu begitu. Menyudahi pembicaraan tentang pagi dengan entah. Tetapi jangan pernah berpikir bahwa dia tidak paham apa yang aku maksudkan. Bahkan dia lebih paham dariku. Karena dia yang membawakan pagi untukku.
Kebanyakan dalam contoh naskah drama 6 orang ini memang merupakan narasi dari sosok Boy. Jadi, mesti ada narator juga di balik panggung untuk mendukung keberlangsungan setiap adegan.
***
Latar tempat masih di tempat semula, namun kali ini dalam contoh naskah drama 6 orang kembali mengambil waktu lampau.Â
Mamah: Boy!
Boy: Iya, mam…
Mamah: Boy, dia masih kelas 1 SD…
Yang pertama kali aku lakukan adalah menatap mamah dengan mata terbelalak sepenuhnya dan menggembungkan kedua sisi pipiku untuk menahan sesuatu. Cerita dalam contoh naskah drama 6 orang ini Mamah Boy khawatir Boy menjadi pedofil.
Boy: Hahaha…Â
Tawa. Sontak aku tertawa lepas saat mamah berkata demikian.
Boy: Siapa yang bilang dia udah SMA, mah? Berangkat ya. Assalamualaikum…
Dan dari spion motorku aku dapat melihat mamah menggeleng beberapa kali dengan wajah cemas. Ya, katakanlah demikian. Sementara aku selalu ingin tertawa lepas mengingat wajah mamah.
Dalam contoh naskah drama 6 orang ini hampir memasuki penyelesaian dan menjawab teka-teki yang dikhawatirkan Mamah Boy.Â
Boy: Hello adik manis…
Awalnya kamu mengambil langkah mundur. Berhati-hati pada orang baru yang mengajakmu berbicara. Ah, bagaimana bisa selama bertahun-tahun kita bertetangga baru kali ini aku mengenalkan diri.Â
Boy: Eh, jangan takut… kakak tinggal di depan sana…
Adik kecil: Kakak…
Belum selesai aku mengajakmu berbicara, kamu sudah memanggil kakakmu. Seolah benar saja aku ini berbahaya.Â
Dan aku dapat melihat kakakmu bergegas keluar dari rumah karena teriakanmu itu.
Mira (Istri Boy): Kenapa dek? Kamu jatoh?
Dan kamu berlari ke arahnya. Bersembunyi di balik tubuh kakakmu.Â
Mira (Istri Boy): Maaf, ada apa ya, Mas?
Boy: Eh ini, saya tetangga depan rumah kalian, cuma mau kenalan kok… tapi kayaknya adik mba ini takut…
Mira: Oh… hahaha
Kala itu aku ingin menghentikan waktu, berhenti saat aku mampu menikmati tawamu.
Boy: Saya Boy…
Mira: Oh, saya Mira, mas. Maafkan adik saya, dia pemalu…
Sore itu kita menukar tawa.
***
Dalam contoh naskah drama 6 orang ini, kembali lagi ke latar situasi ketika Boy sudah tua dan sedang duduk di beranda rumahnya. Kali ini pasti kamu sudah bisa menjawab siapa istri Boy, ya, kakak dari anak SD yang selalu Boy perhatikan.
Boy: Dek Mira…
Mira (Istri Boy): Iya, kak…
Akhir dari contoh naskah drama 6 orang adalah Boy menikahi Mira karena sejak awal sebenarnya memang Mira yang Boy perhatikan. Mira selalu keluar rumah mengantarkan adiknya pergi ke sekolah. Saat Boy kelas 2 SMA, Mira duduk di bangku kelas 2 SMP.
Halaman:

