Contoh Naskah Lakon Drama Malin Kundang Singkat untuk Beberapa Orang
Legenda tentang Malin Kundang tak hanya bagus dijadikan referensi pembuatan cerpen, tetapi bagus pula untuk dijadikan naskah drama. Di bawah ini adalah contohnya.
Saudagar           Â
Oh yang itu, dia bernama Malin Kundang
Putri                Â
Oh, namanya Malin Kundang
Saudagar
Memangnya ada apa, Putriku?
Putri                Â
Tidak ada apa-apa Yah, Saya cuma ingin tahu saja. Sudah dulu ya, Yah. Saya, mau beberes di dapur dulu.
SaudagarÂ
Baiklah, Nak.
Babak V
Sejak hari itu, Putri semakin kagum pada Malin Kundang. Selain itu Putri juga jatuh cinta sejak pandangan pertama kepada Malin Kundang.
Hal yang sama juga dirasakan Malin Kundang. Karena dirasa Malin Kundang adalah anak yang baik dan rajin. Saudagar pun mengijinkan putrinya menikah dengan Malin Kundang.
Setelah menikah dengan putri saudagar tersebut. Malin Kundang semakin rajin bekerja. Berkat ketekunannya, kini Malin Kundang telah menjadi kaya raya.
Sayangnya nasib malang justru dialami Rasyid. Sebab, sering malas-malasan dalam bekerja. Ia pun dipulangkan ke kampung halamannya.
Suatu hari Malin Kundang dan istrinya berlayar ke Pantai Air Manis untuk membeli sesuatu.
Putri              Â
Akhirnya kita sampai sudah, kanda.
Malin kundang
Iya, dindaku sayang. Dinda, lihatlah pedagang baju itu. Ia adalah Rasyid teman kanda yang dulu dipulangkan karena sering malas-malasan dalam bekerja.
Putri           Â
Benarkah demikian, Kanda ?
Malin kundang
Benar, Dinda. Mari kita datangi dan bantu dia.
Putri       Â
Mari, Kanda.
Malin KundangÂ
Hai, sahabatku Rasyid
Rasyid        Â
Oh ternyata kamu, sahabatku. Kamu sudah jadi orang kaya sekarang dan engkau sudah menjadi suami dari Putri tuan kita dulu, Selamat ya!
Malin Kundang
Iya, kawan Syukur Alhamdulillah. Seandainya dulunya kamu tidak malas-malasan, mungkin kamu bisa menjadi sepertiku sekarang
Rasyid       Â
Benar apa yang engkau katakan, kawan. Sedari dahulu yang namanya penyesalan memang akan datang belakangan. Aku menyesal karena dulu kerja malas-malasan.
Malin Kundang  Â
Ya sudah saya pamit mau membeli sesuatu dulu, ya. Dan tolong terima ini. Aku memberimu modal supaya usahamu makin berkembang.
Rasyid         Â
Terima kasih, kawan.
Babak VI
Sesudah Malin Kundang berlalu. Rasyid segera mengabari Mande, dan mengajak Mande pergi menemui anak semata wayangnya ke dermaga.
Mande           Â
Malin, Malin (berteriak), Malin Kundang anakku tersayang. Kamu sudah pulang, Nak. Ibu sudah sangat rindu padamu, Nak.
Putri            Â
Kamu siapa? Berani-beraninya kamu mengaku sebagai ibu mertuaku?
Mande              Â
Saya ibundanya Malin Kundang, Nak.
Malin Kundang Â
Bohong, Apa kamu sudah gila, mana mungkin saya mempunyai ibu miskin, tua seperti kau.
Mande              Â
Malin, ini Ibumu nak,aku yang melahirkan dan membesarkanmu,mengapa engkau berubah menjadi seperti ini? Apakah kekayaanmu telah membuatmu lupa pada ibu yang telah melahirkanmu?
Putri                Â
Suamiku tidak mungkin memiliki ibu yang miskin, tua dan kotor sepertimu.
Malin Kundang
Kamu bukan ibuku! Menjauhlah dariku, nanti bajuku bisa kotor wanita tua (sambil mendorong ibunya)
Mande            Â
Ya Allah, mengapa anakku berubah menjadi seperti ini? Mengapa hatinya menjadi sekeras batu? Aku yang telah melahirkan dan merawatnyaa Ya Allah. Berilkanah anakku itu teguranmu, sesungguhnya anakku telah menjadi anak yang durhaka!! Tuhan kukutuk dia menjadi sebuah batu.
Tiba-tiba langit menjadi gelap. Hujan badai terjadi dengan seketika. Dan sebuah kilat menyambar tubuh Malin Kundang.
Malin Kundang
Aaaahhhhh, Mohon ampun Ibu. Maafkan Malin, Ibu !!!!
Namun semua sudah terlambat. Setelah tersambar kilat tubuh Malin Kundang menjadi batu. Dan sampai sekarang batu Malin Kundang si anak durhaka itu masih bisa disaksikan.
Demikianlah contoh naskah drama Malin Kundang singkat yang dapat dimainkan 3 orang.
Semoga artikel ini memberikan banyak manfaat sekaligus pelajaran berharga buatmu, ya!
Halaman:

