Advertisement
Source : pexels.com/@ron-lach/

3+ Contoh Naskah Drama Singkat 4 dan 5 Orang tentang Kenakalan Remaja

Naskah drama adalah teks yang berisikan kumpulan percakapan para tokoh yang sudah tersusun secara sistematik. Berikut ini ulasan lengkap beserta contohnya.

22 Januari 2026 Ikki Riskiana

Dialog Drama 

Bambang: Han, aku minta jawaban soal nomor 7 sama 8! (sembari melirik ke arah Han)

Hana: D terus A (menoleh sedikit ke arah Bambang)

Putri: Kalau nomor 15 sampai 17, jawabannya apa Di?

Adi: Bentar, A,D, D jawabannya berurutan.

Bambang: Ssstt jangan keras-keras, nanti guru pengawas dengar. (melirik ke arah guru pengawas)

Adi: Udah selesai kamu Bam?

Bambang: Belum ini, masih kurang 7 soal. Jawaban nomor 20 punyamu apa?

Adi: Aku belum mengerjakannya, coba tanya Hana. 

Bambang: Han, jawaban nomor 20 apa?

Hana: Punyaku C, kamu udah mengerjakan soal nomor 9 belum?

Bambang: Belum Han.

Mereka saling bertukar jawaban dengan hati-hati agar tidak kepergok dengan guru pengawas.

Tetapi, hal tersebut tidak berlaku dengan Arif. Ia terlihat santai saat mengerjakan soal ujian sendiri tanpa mencontek teman lainnya. 


Bambang: Rif, kamu sudah selesai mengerjakan?

Arif: Belum Bam, masih ada 2 soal lagi.

Bambang: Aku minta jawaban nomor 20 sampai 25 Rif! 

Arif: Tidak bisa Bam.

Bambang: Kenapa tidak bisa? kita kan sahabat jadi harus bekerja sama! (memberikan penekanan dan sedikit mengeraskan suara)

Adi: Iya Rif, kita harus saling membantu.

Hana: Iya Rif, apalagi kamu yang terpintar di sini. 

Arif: Tetapi bukan kerja sama yang seperti ini teman-teman. 

Putri: Hanya 5 soal saja, tidak banyak kok!

Arif: Mencontek atau memberikan contekan adalah perbuatan yang buruk. Aku tidak mau mencontek karena hal itu perbuatan dosa

Begitu pula juga aku memberikan contekan kepada kalian. Minta maaf ya teman-teman.

Hani: Tetapi saat ini sedang mendesak Rif, kita butuh jawabannya!

Arif: Maaf tetap tidak bisa.

Bambang: Ya sudah, biarkan saja. Urus saja urusan dirimu sendiri Rif, dan kami akan urus diri kami sendiri. (marah dan kesal)

Adi: Sudah biarkan, kita tengok di buku saja.

Adi kemudian mengeluarkan buku dari kolong bangkunya secara diam-diam. Ia lalu melihat rumus dan jawaban di dalamnya. Melihat itu, Hana menanyakan hasilnya. 

Hana: Bagaimana Di? Ada tidak jawabannya?

Adi: Ada, kalian dengar baik-baik ya, 20 C 21 A 22 D 23 A 24 D 25 B.

Karena suara Adi yang terdengar cukup keras, Guru pengawas akhirnya mendengarnya dan menghampiri mereka berempat.

Guru: Kalian berempat ini, suara kalian hingga terdengar ke depan. Keluar dari kelas.

Pada akhirnya, mereka berempat di mendapat hukuman di lapangan untuk hormat ke tiang bendera. Sembari menjalankan hukuman dari guru, Putri membuka percakapan. 

Putri: Aku tidak menyangka akan terjadi hingga seperti ini. (berkata dengan bahu yang merosot)

Hana: Aku juga sama, pada akhirnya kita dihukum.

Bambang: Seharusnya kita belajar dari awal saja ya.

Adi: Iya, Bambang benar. 

Hana: Di saat seperti ini kita baru menyadari kesalahan kita.

Putri: Aku menjadi menyesal dengan perbuatan kita!

Hana, Bambang, dan Adi: Aku juga! (kata mereka bersamaan)

Setelah waktu ujian selesai, Arif kemudian keluar kelas dan menghampiri mereka. Ia kemudian ikut berdiri dan hormat seperti yang lainnya. 

Putri: Loh, kenapa Rif? Kamu juga dihukum?

Arif: Tidak, aku hanya ingin menjalani hukuman kalian juga. Bukankah kita sahabat? Aku ingin bersama kalian.

Han: Aku berharap hal ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua.

Bambang: Dan tentunya tidak akan kita ulangi lagi.

Adi: Kita adalah sahabat sejati!

Pada akhirnya, mereka semua menjalani hukuman dengan penuh senyum dan tawa. Persahabat mereka dapat mengalahkan keburukan. 

Contoh Teks Monolog tentang Sekolah dan Pendidikan, Singkat dan Mudah

Contoh Naskah Drama Singkat 4 dan 5 Orang tentang Kenakalan Remaja

Judul: Berkendara tanpa SIM 

Penokohan:

  • Aji
  • Suma
  • Bayu
  • Raka 

Sinopsis Drama 

Pada suatu ketika saat keempat remaja, yakni Aji, Suma, Bayu dan Raka sedang berkumpul di rumah Bayu. Mereka masih berusia 16 tahun yang berarti belum memiliki KTP dan juga SIM.

Akan tetapi, mereka memiliki rencana untuk menghabiskan minggu dengan datang ke wisata di luar kota. 

Di teras rumah Bayu dengan berbagai aneka camilan yang tersaji. Sore itu mereka membahas kembali rencana untuk pergi ke luar kota. 

Dialog Drama 

Aji: Bagaimana dengan rencana menghabiskan akhir pekan ini ke luar kota? 

Bayu: Tapi kita belum punya SIM buat berkendara sendiri ke sana. (tangannya terulur mengambil snack)

Raka: Ada yang tahu jalan pintas biar tidak kepergok polisi? 

Aji: Paling tidak ada polisi yang bertugas di hari itu. (menimpali sembari bermain ponsel)

Raka: Menurut Suma, apa yang harus kita lakukan? 

Suma: Mungkin saja tidak akan petugas polisi yang bertugas. Kalau belum mencoba kita tidak akan tahu bukan? (mencomot snack Bayu)

Aji: Berarti ini sudah pasti kita akan berangkat ke luar kota kan? (ketiganya mengangguk) besok hari Minggu kita berkumpul lagi di rumah Bayu jam 09.00. 

Mereka serempak mengangguk dan kembali melanjutkan percakapan ringan sembari menikmati senja hari itu.

Kemudian, pada hari Minggunya pukul 09.00 mereka berkumpul lagi di rumah Bayu dan sudah bersiap untuk berangkat. 


Aji: Semua sudah dibawa? 

Bayu: Sudah dibawa semua perlengkapan yang kita perlukan. 

Raka: Yasudah kalau sudah siap kita berangkat sekarang. 

Suma: Apa tindakan kita ini sudah benar? Bagaimana jika nanti kita ditilang polisi? 

Raka: Sudahlah, tenang saja, tidak akan ada polisi yang bertugas hari ini. 

Akhirnya mereka berangkat dengan Aji boncengan dengan Bayu dan Raka boncengan dengan Suma.

Mereka melewati jalan utama yang tertanya sedang ada razia dan mereka tidak bisa menghindarinya. 

Aji: Bagaimana ini sepertinya ada razia di daerah ini. 

Suma: Bisa putar balik nggak? 

Raka: Sudah terlambat untuk putar balik. (lemas dan pasrah dengan keadaan)

Polisi: Selamat pagi, boleh tunjukkan surat-surat kelengkapan berkendara? (mereka berempat terdiam membisu)

Polisi: Apakah kalian belum memiliki SIM? (keempatnya mengangguk tanpa bersuara) baik, kalian bisa ikut saya menuju kantor polisi untuk tindak lanjut.

(Polisi berbalik badan dan berjalan diikuti keempat remaja tersebut) 

Bayu: Seharusnya kita tidak usah pergi ke luar kota jika seperti ini jadinya. 

Suma: Semua sudah terjadi, ayo kita ikuti prosedur dan mematuhi peraturan yang ada. 

Aji: Iya, aku jadi menyesal sudah melanggar aturan. 

Raka: Besok lagi aku tidak akan mengulanginya. Aku akan menunggu hingga cukup umur untuk membuat SIM. 

Keempatnya memanggutkan kepala sembari tetap mengikuti arahan polisi. Pada akhirnya, mereka harus menjalankan proses tilang tersebut sesuai dengan prosedur yang ada. 

Halaman:

Advertisement