Advertisement
Source : Pexels/cottonbro

5+ Contoh Naskah Drama 4 Orang dan 8 Orang Singkat

Drama yang baik pasti menggunakan yang namanya naskah. Karena tanpa naskah, drama yang kita buat tidak akan tertata dan mungkin bisa tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

22 Januari 2026 Bella Carla

Joni : Iya kan Ibu Feni marah (bisik Joni kepada Pras).

Pras : Kayaknya hanya mengingatkan saja deh Jon.

Joni : Tadi ada yang berkelahi Bu. Tapi sudah dilerai.

Bu Feni : Ya sudah besok-besok jangan diulangin ya.

Serempak siswa kelas 4 mengiyakan ucapan Ibu Feni.

Ibu Feni : Buka buku paket bahasa Indonesia kalian mengenai impian dan cita-cita. Siapa yang tahu definisi impian dan cita-cita?

Tina: Impian adalah harapan dari seseorang yang perlu dibuktikan. Kalau cita-cita adalah harapan dan perjuangan yang disertai dengan kemampuan untuk meraihnya.

Ibu Feni : Bagus jawabanmu Tina. Terus perbedaan antara keduanya apa Tina?

Tina : Ehmm (Pikir Tina dalam-dalam).

Nita : Tidak ada bedanya Bu!
Ibu Feni : Ya pasti ada. Bagaimana menurutmu Lia?
Lia : Perbedaannya tipis Bu. Kalau impian sudah dirancang sejak lahir. Kalau cita-cita harapan dari banyak orang bukan diri kita sendiri.

Ibu Feni : Betul. Jika kita membicarakan tentang impian dari sekian banyak siswa di sini bisa dijelaskan mengenai impian kalian? Bisa dimulai dari kamu Pras.

Pras : Aku Bu? Impianku ingin menjadi reporter yang bisa meliput berita sekaligus jalan-jalan di mana-mana.

Joni : Sukanya jalan-jalan saja.

Ibu Feni: Waduh, Pras impiannya hebat. Kamu Joni? Bantah saja!.

Joni : Impian saya ingin pergi ke bulan seperti minnion Bu?

Ibu Feni : Minnion?

Tegar : Itu film kartun Bu. Joni suka menonton film kartun jadinya suka berkhayal.

Serempak siswa kelas 4 tertawa.

Ibu Feni : Sudah! Sudah! Kamu ini bisa saja Joni. Bagus juga itu. Kamu Wina?

Wina : Saya bermimpi untuk menjadi polisi wanita Bu.

Joni : Kamu saja takut dengan cecak mau jadi polisi. Tidak salah? Hahaha…

Lagi-lagi seluruh siswa tertawa atas lakon Joni.

Ibu Feni : Impian yang mulai Wina. Kalau kamu Tegar?

Tegar : Impian saya sama seperti Ibu jadi guru di sekolah dasar.

Joni : Tampang belagak tidak pantes jadi guru.

Berkali-kali seluruh siswa tertawa.

Ibu Feni : Joni, sekali lagi kamu ngeledek temanmu. Ibu jewer!

Tiba-tiba suasana kelas menjadi hening atas bentakan Bu Feni kepada Joni.

Ibu Feni : Kalau kamu Tina dan Nita.

Nita dan Tina : Kita mempunyai jadi penulis Bu (kompak menjawab).

Ibu Feni : Dari sekian banyak jawaban kalian mengenai tentang impian bagus-bagus. Namun dalam meraih impian harus disertai dengan perjuangan, pengorbanan, kerja keras.

Joni : Doa Bu?

Ibu Feni : Jangan lupa untuk selalu berdoa tapi harus disertai perjuangan.

Nita : Tapi kalau seperti Joni apa itu impian Bu?

Joni : Kamu usil saja!

Ibu Feni : Kalau impian Joni terlalu berkhayal tapi impian itu harus setinggi langit. Kalau Joni memang mempunyai impian itu maka mulai saat ini harus diperjuangkan. Belajar yang tekun biar menjadi astronot.

Pras : Belajar? Joni sukanya main PS Bu.

Tegar : Iya Bu, gangguin aku belajar.

Ibu Feni : Betul kata Pras dan Tegar?

Joni hanya diam dan melirik dengan mata melotot pada Pras dan Tegar.

Ibu Feni : Sebaiknya bermain itu boleh tapi jangan berlebihan.

Joni : Saya main PS ketika libur dan ada waktu kosong kok Bu. Mereka saja yang iri.

Ibu Feni : Iya Ibu tahu. Kamu anak pinter.Tepuk tangan buat Joni

Serempak seluruh siswa memberi oplos kepada Joni.

Ibu Feni : Tapi nakal.

Serempak disusul tawa yang membahana. Bel istirahat telah datang.

2. Contoh Naskah Drama Tentang Pelajar

Judul: Makanya Jangan Suka Nge-Bully

Para pemain:

  1. Ibu Diana : Cerewet, Galak
  2. Dera: Galak, Songong, Cerewet
  3. Lina: Cerewet, Suka nge-bully
  4. Raymond: Songong, Sok ganteng, Lucu
  5. Lela: Lola, Lucu, Ngapak, Polos
  6. Murti: Sangar, Lucu
  7. Syifa: Tukang Makan, Polos, Baik
  8. Randi: Baik, Lugu, Culun

Babak 1
Di suatu ketika pada masa ajaran baru, pasti ada kan yang namanya MOS? Pada saat itu pula para senior membuat itu menjadi ajang menghina.

Seperti kisah drama kami ini, saat itu pada saat MOS ada beberapa murid yang berasal dari desa bersekolah di kota untuk mencari pendidikan yang lebih tinggi.

Mereka bersama-sama mengikuti MOS itu seperti anak-anak yang baru masuk SMA.

Namun ada beberapa kakak kelas yang tak suka pada mereka dan melakukan sebuah perlakuan menghina. Mari saatnya kita saksikan!

(Di Aula)

Raymond: Hai penonton tahu enggak kalau gue ini kakak senior yang paling ganteng di sekolah ini loh..

Lina: Idih… seperti ini ganteng? yang jelek seperti apa? (mendorong Raymond)

Raymond: Biarkan saja, Jelek begini saja Dera suka sama gua kok.. iya enggak Der? (mendekati Dera)

Dera: Huek! (menjauhi Raymond)

Lina: Sudah deh mendingan sekarang kita MOS-in anak-anak udik dari kampung itu deh, sudah enggak sabar ingin menghina mereka..

Dera: Ya sudah ayok

(Mereka lalu pergi ke barisan siswa MOS)

Raymond: Oh jadi ini anak-anak culun ini yang pada mau sekolah disini ??

Lela: Ho….oh kak (menjawab dengan ngapak dan polosnya)

Murti: Hussst diam! (menginjak kaki Lela)

Lela: Aw sakit tahu! Ya kan ditanya, ya jawab!

Dera: Heh siapa suruh jawab hah! (membentak dan memelototi Lela)

Lela: Maaf kak! (Polos)

Syifa & Murti : Hussssttt….

Lina: Heeey kok dijawab lagi! Sini kalian saya hukum bersihkan wc!

(Menarik Lela, Syifa dan Murti pergi dari aula)

Dera: Mond kamu bereskan anak satu ini! gue mau ikut Lina

Raymond: Oke cantik… 

Dera: (pergi)

Raymond: Heh nama loh sapa ha! (membentak Randi)

Randi: Dibaca lo kak.. sudah SMA kok enggak bisa membaca si?

Raymond: Sombong kamu ya, saya tanya nama kamu siapa ha! (membentak dengan keras)

Randi: Ya ini kak, tulisan gede-gede seperti ini masa enggak ke-baca si (polos, sambil menunjukan nametag-nya)

Raymond: O… minta diberi loh ya, (mengangkat dagu Randi)

Randi: Diberi apa kak? diberi makan mau kak,, lapar niih,, (dengan polosnya)

Raymond: O..benar-benar ini anak, minta di kasih pelajaran, sini ikut saya! (menarik Randi)

(Mereka semua lalu pergi ke WC)

Babak 2

Di WC, para siswa MOS dihukum membersihkan WC, tak terkecuali Randi tetapi hukumannya ditambah yaitu dengan diceburkan kepalanya ke bak berisi air oleh Raymond karena kesal karena ulah Randi tadi. Kalian mau tahu kisahnya? Ayo kita saksikan disini, disini, disini, di TKP…

Lina: Heeeh…bersihkan yang benar ya awas sampai ga bersihh !!

Dera: Iya yang benar tuh, lama deh kalian (sambil menyisir rambut dan berkaca dengan cermin kecil yang selalu ia bawa)

Syifa, Murti, Lela : Iyaaa kak! (sambil membersihkan wc)

Syifa: Tapi dapat makan kan kak ? (polos)

Lina: Makan terus deh elo, kapan langsing ?

Syifa: Ya kapan-kapan aja deh kak kalau allah sudah mengizinkan. (polos)

Dera: Haduh, duh, duh, sudah deh lanjutkan saja bersihkan wc sana!

(Tak lama datanglah Raymond dan Randi)

Raymond: Hei sini lo, bersihkan WC ini, sampai bersih!

Randi: Masya allah…seng salah siapa, kok aku yang dihukum sii!

Raymond: Heeeh berisik loe ya, sini ikut gua!

Randi: Mmmm…. kemana kak ? ke mall ke kantin apa kemana ? (polos)

Raymond: Halah berisik loe!

(Raymond menceburkan kepala Randi ke dalam bak berisi air)

Raymond : Hahaha..

Lela: Masyaallah tolong-tolong ada seng kelelep tolong-tolong! (berteriak)

Murti: Ho.oh..Ho.oh tolong ada senior kesurupaaaan tolong! (ikutan berteriak)

Syifa: Haaah mana-mana ada senior bawa sarapan..uhh enaknya. Mana-mana? (mencari-cari)

Lina: Heeeh sudah diam, apa kalian mau digituiin?

Syifa, Murti, Lela: Enggak kak.. (menunduk)

(Tak lama datanglah ibu guru yang langsung memarahi senior itu)

Ibu Diana: Hey apa-apan ini, mereka itu anak orang bukan anak kodok yang bisa hidup di air dan di darat, enggak pernah belajar yah kalian, Naskah Drama 8 Orang Pemain?

Dera: Keluar deh tuh biologinya? (sambil kipas-kipas)

Ibu Diana: Heh diaam! Sudah sana kalian pergi, besok temui ibu di sini lagi ya!

Dera, Lina, Raymond : Iya Bu… (Pergi)

Ibu Diana: Kalian gapapa kan? Randi gapapa kan ?

Randi: Enggak apa-apa bu, cuma kembung (mengelus-elus perut)

Lela: Halah biasanya minum air sungai!

Murti: Hahaha…

Syifa: Lapar bu, (muka melas)

Ibu Diana: Ya sudah yuk kita ke kantin makan bakso yuk anak-anak

Syifa: Yeeey asyik-asyik

Murti&Lela: Jos (menyerobot perkataan Syifa)

(Mereka lalu tertawa dan pergi ke kantin dengan semangat)

5 Cerpen Singkat Tema Persahabatan Masa Kecil yang Terpisah, Kerinduan, dan yang Tak Terlupakan

3. Contoh Naskah Drama Tentang Persahabatan

Judul: Sahabat Sejati
Tema: Persahabatan dan Kejujuran
Pemeran: 8 Orang

Penokohan:

  1. Andi : Pemimpin, Bijaksana
  2. Rina : Perhatian, Sabar
  3. Dika : Ceroboh, Jujur
  4. Sari : Ceria, Optimis
  5. Fajar : Pendiam, Setia
  6. Nisa : Tegas, Peduli
  7. Bimo : Humor, Usil
  8. Bu Rani : Guru, Penasehat

Sinopsis

Delapan sahabat di sebuah sekolah menengah mengalami konflik karena kesalahpahaman dan rasa iri. Namun, melalui kejujuran dan kerja sama, mereka belajar arti persahabatan sejati.

Dialog Drama

(Suasana kelas saat jam istirahat. Beberapa siswa duduk berkelompok.)

Sari:
Eh, kalian dengar nggak? Katanya lomba kelas kreatif jadi minggu depan.

Bimo:
Waduh, berarti kita harus gerak cepat dong.

Andi:
Tenang, kita bagi tugas saja biar rapi.

Rina:
Setuju. Jangan sampai seperti kemarin, semua dikerjakan mendadak.

Dika:
Eh… soal proposal itu, aku lupa kumpulin ke Bu Rani.

Nisa:
Apa?! Dika, itu penting banget!

Fajar:
Makanya, dari kemarin sudah diingatkan.

Dika:
Maaf ya… aku benar-benar lupa.

Sari:
Kalau begini, kita bisa gagal ikut lomba.

Andi:
Tenang dulu. Masih ada waktu, kan?

Rina:
Iya, yang penting sekarang kita cari solusi.

(Bu Rani masuk ke kelas)

Bu Rani:
Ada apa ini, kok ribut?

Andi:
Maaf Bu, proposal lomba kami belum terkumpul.

Bu Rani:
Kenapa bisa begitu?

Dika:
Itu salah saya, Bu. Saya lupa menyerahkan.

Bu Rani:
Mengakui kesalahan itu bagus. Sekarang, bagaimana tanggung jawabmu?

Dika:
Saya akan mengerjakan ulang dan mengumpulkannya hari ini juga, Bu.

Bu Rani:
Baik. Ibu tunggu sore ini.

(Bu Rani pergi)

Nisa:
Lain kali lebih hati-hati ya, Dik.

Dika:
Iya, aku janji.

Bimo:
Tenang, yang penting kita masih kompak.

Fajar:
Kalau bersama, pasti bisa.

Andi:
Ayo, kita bantu Dika supaya cepat selesai.

Sari:
Setuju! Sahabat itu saling mendukung.

(Mereka berkumpul dan mulai bekerja bersama.)

Amanat

Persahabatan yang sejati dibangun atas dasar kejujuran, saling percaya, dan kerja sama dalam menghadapi masalah.

Penutup

Oke, itu tadi adalah 5+ contoh naskah drama untuk 4 orang dan 8 orang yang bisa Mamikos bagikan kepada kalian semua.

Semoga informasi di atas bisa menjadi referensi kamu untuk menuliskan sebuah naskah drama, ya!

Untuk mendapatkan informasi menarik lainnya, kamu bisa kunjungi situs Mamikos secara berkala.


Halaman:

Advertisement