Advertisement
Source : iblatbukusunda.blogspot.com

Contoh Novel Bahasa Jawa Singkat beserta Unsur Intrinsik dan Ekstrinsiknya

Jika kamu sedang contoh novel bahasa Jawa lengkap dengan unsur intrinsik dan ekstrinsiknya, maka kamu harus menyimak artikel ini hingga selesai.

4 Desember 2025 Zuly Kristanto

Kehidupan Poerwadhi

Sayangnya setelah di Sala, Poerwadhie malah terseret terhadap kebiasaan hidup remaja yang cenderung mengarah ke hal yang kurang baik. Salah satunya Poerwadhie sering bolos sekolah.

Kebiasaan kurang baik ini diketahui ayahnya. Atas perbuatannya ini Poerwadhie tidak lagi mendapat biaya sekolah dari ayahnya.

Hal ini membuat Poerwadhie terpukul dan membuatnya tidak lagi bersedia untuk melanjutkan pendidikannya. Di Sala kenakalan Poerwadhie semakin menjadi. Ia bahkan dikabarkan sempat kecanduan judi.

Untungnya kenakalannya ini tak berlangsung lama. suatu hari Poerwadhie mendapat tawaran tawaran untuk menjadi kepala sekolah di Paron oleh seorang Belanda.

Tawaran ini segera diambil oleh Poerwadhie. Saat menjadi sekolah di Paron, Poerwadhie jatuh hati dengan seorang pengajar Mursini.

Sayangnya cinta Poerwadhie dengan Mursini tak berjalan mulus karena tidak mendapat restu dari orang tua.

Cinta yang kandas ini membuat Poerwadhie tergerak untuk menulis. Kisah inilah yang mengilhami Poerwadhie menulis sebuah cerita berjudul Mung Kari Sasiliring Bawang.

Kemudian pada tahun 1939, Poerwadhie menikah dengan wanita dari Kendal yang bernama Sri Juwariyah. Dari pernikahannya ini Poerwadhie dikarunia 9 orang anak.

Kemudian di tahun tahun 1955, Poerwadhie menikah lagi dengan seorang wanita bernama Sutami, seorang gadis yang berasal dari Paron. Dari pernikahan keduanya ini Poerwadhie dikaruniai seorang anak.

Pekerjaan Poerwadhi

Poerwadhie sempat gonta-ganti pekerjaan. Setelah beberapa lama bekerja sebagai kepala sekolah dan guru di Paron. Poerwadhie merasa tidak cocok dan kemudian pindah ke Semarang untuk bekerja di Kantor Jawatan Irigasi.

Setelah beberapa waktu kemudian, Poerwadhie kembali tidak kerasan dan memutuskan pergi ke Surabaya untuk bekerja menjadi seorang pelayan di sebuah Toko Taiyo.

Tak lama kemudian, Poerwadhie kembali tidak kerasan. Ia kemudian ganti bekerja lagi. Beberapa pekerjaan yang pernah dipilih Poerwadhie untuk membiayai keluarganya adalah menjadi seorang ahli ukur tanah, menjadi tentara, menjadi penjual minyak, dan masih banyak lagi.

Poerwadhie yang menjadi seorang yang ‘mardika’ terus melakukan pengembaraan dalam urusan pekerjaan. Hingga pada suatu titik sampailah Poerwadhie pada profesi yang sesuai dengan kata hatinya.  

Mengenai profesi yang cocok dengan kata hati Poerwadhi adalah menjadi penulis lepas. Usai mengetahui bahwa menulis dapat menjadi sumber penghasilan yang layak.

Poerwadhi semakin tekun menulis. Selain soal materi, Poerwadhi merasa bahwa bahwa sastra Jawa perlu dipertahankan kelestariannya. Sebab, itulah yang memacu Poerwadhi untuk semakin serius mendalami dunia kepenulisan.

Dalam dunia sastra Jawa Poerwadhi termasuk seorang sastrawan yang memiliki daya kreativitas yang tinggi. Sejumlah catatan mengatakan kalau sepanjang hidupnya Poerwadhi telah menghasilkan 300 karya yang tersebar di berbagai media cetak.

Pengalaman hidup yang panjang dan banyaknya pekerjaan yang digeluti sepanjang hidupnya turut memberikan pengaruh yang besarn dalam proses kreatif Poerwadhi.

Maka tak mengherankan apabila setelah puluhan tahun berlalu tulisan Poerwadhi tetap sering dicari para pecinta sastra Jawa modern.

Nilai Sosial dan Budaya

Novel Gumuk Sandhi sangat kental dengan nilai budaya Jawa seperti:

  • Menjaga kehormatan keluarga
  • Pentingnya tanggung jawab laki-laki
  • Makna kesetiaan dalam ikatan pernikahan
    Nilai-nilai ini memperkuat fungsi novel sebagai karya hiburan sekaligus sarana pendidikan karakter.

Demikianlah contoh analisis novel bahasa Jawa beserta dengan unsur intrinsik dengan ektrinsiknya. Semoga artikel novel bahasa Jawa ini dapat menambah pengetahuanmu mengenai dunia sastra Jawa.


Halaman:

Advertisement