5 Contoh Osmosis dalam Kehidupan Sehari-hari beserta Pengertiannya
Istilah osmosis diperkenalkan pada tahun 1854 oleh seorang ahli kimia Inggris bernama Thomas Graham. Simak pengertian hingga contoh osmosis dalam kehidupan sehari-hari di sini.
Jika suatu larutan dipisahkan dari pelarut murninya oleh suatu membran yang permeabel terhadap pelarut tetapi tidak terhadap zat terlarutnya.
Maka, larutan tersebut akan cenderung menjadi lebih encer dengan menyerap pelarut melalui membran tersebut.
Proses ini dapat dihentikan dengan cara meningkatkan tekanan pada larutan dengan jumlah tertentu, yang disebut tekanan osmotik.
Hubungan ini menyebabkan persamaan guna menentukan berat molekul zat terlarut dalam larutan encer melalui efek pada tekanan uap pelarut, titik beku, atau titik didih.
Nantinya, hasil dari osmosis akan menjadi larutan yang seimbang (isotonik) dengan sendirinya.
Faktor yang Mempengaruhi Osmosis
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi osmosis adalah sebagai berikut:
1. Ukuran molekul yang meresap
Faktor pertama yang mempengaruhi osmosis adalah ukuran molekul. Diketahu, ukuran molekul yang lebih kecil daripada garis pusat lubang membran akan meresap dengan lebih mudah.
2. Keterlarutan lipid
Molekul yang memiliki keterlarutan tinggi akan meresap lebih cepat daripada molekul dengan kelarutan yang rendah seperti lipid.
3. Luas permukaan membran
Jika luas permukaan membran yang disediakan untuk resapan lebih besar, maka kadar resapan menjadi lebih cepat.
4. Ketebalan membran
Suatu molekul memiliki kadar resapan songsang dengan jarak yang harus dilaluinya.
Berbanding dengan satu membran yang tebal, kadar resapan melalui satu membran yang tipis akan jauh lebih cepat.
5. Suhu
Pergerakan molekul akan dipengaruhi oleh suhu. Di suhu yang tinggi, kadar resapan akan menjadi lebih cepat dibandingkan dengan suhu yang rendah.
Proses Osmosis
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, osmosis merupakan perpindahan molekul pelarut melalui selaput semipermiabel dari bagian yang lebih pekat atau dari bagian yang konsentrasi pelarut rendah (hipotonis) ke konsentrasi pelarut (misalnya air) tinggi (hipertonis).
Proses ini akan berlangsung hingga mencapai suatu kesetimbanga. Hal ini akan ditandai dengan berhentinya perubahan volume larutan.
Dikutip dari buku karya Asmadi berjudul Teknik Prosedural Keperawatan: Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien, kecepatan osmosis akan tergantung pada konsentrasi solute di dalam larutan, muatan listrik solute, suhu larutan, dan perbedaan tekanan osmosis.
Untuk tekanannya akan bergantung pada konsentrasi molekul di dalam larutan.
Jika konsentari molekulnya tinggi, maka tekanan osmosis pada larutan tersebut juga akan tinggi. Sehingga, air akan tertarik masuk ke dalam larutan tersebut.
Tekanan osmosis larutan disebut juga osmolalitas yang dapat dipengaruhi oleh jumlah albumin dan natrium.
Biasanya, proses ini terjadi antara cairan intravaskuler dengan cairan ekstravaskuler.
Halaman:



