9 Contoh Paragraf Kohesi dan Koherensi Pendidikan, Lingkungan, dan Kesehatan
Berikut merupakan beberapa contoh paragraf kohesi dan koherensi. Paragraf kohesi dan koherensi memiliki perananan penting dalam kebahasaan.
9 Contoh Paragraf Kohesi dan Koherensi Pendidikan, Lingkungan, dan Kesehatan – Terdapat banyak jenis paragraf dalam Bahasa Indonesia, salah satunya ialah kohesi dan koherensi.
Pengertian paragraf sendiri adalah gabungan beberapa kalimat yang terdiri dari ide pokok atau gagasan utama serta gagasan pendukung.
Paragraf mempunyai peranan penting dalam kebahasaan. Selain itu, hampir setiap harinya paragraf selalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!📖😊✨
Daftar Isi
- Pengertian Paragraf Kohesi
- Pengertian Koherensi
- Contoh Kohesi
- Contoh Koherensi
- Perbedaan Kohesi dan Koherensi
- Piranti Paragraf Kohesi
- Contoh Paragraf Kohesi dan Koherensi dari Berbagai Bidang
- 1. Contoh Paragraf Kohesi dan Koherensi tentang Pendidikan
- 2. Contoh Paragraf Kohesi dan Koherensi tentang Kesehatan (I)
- 3. Contoh Paragraf Kohesi dan Koherensi tentang Lingkungan
- 4. Contoh Paragraf Kohesi dan Koherensi tentang Olahraga
- 5. Contoh Paragraf tentang Kesehatan (II)
- 6. Contoh Paragraf Kohesi dan Koherensi tentang Teknologi
- 7. Contoh Paragraf Kohesi dan Koherensi tentang Ekonomi
- 8. Contoh Paragraf Kohesi dan Koherensi tentang Sosial
- 9. Contoh Paragraf Kohesi dan Koherensi tentang Pariwisata
- Penutup
Pengertian Paragraf Kohesi

Sebelum membahas mengenai contoh paragraf kohesi dan koherensi, sebaiknya kamu perlu paham terlebih dahulu mengenai pengertiannya.
Kohesi merupakan keserasian hubungan antara berbagai unsur dalam suatu wacana.
Dengan adanya kohesi, diharapkan tercipta suatu informasi atau pengertian yang koheren atau apik.
Terdapat beberapa macam pengertian paragraf kohesi menurut para ahli. Berikut penjelasan beberapa pengertian paragraf kohesi menurut para ahli:
1. Tarigan (1987,96)
Menurut Tarigan pada tahun 1987, pengertian kohesi adalah suatu wadah kalimat-kalimat yang sengaja disusun dengan padat dan padu untuk memperoleh tuturan atau informasi.
Tarigan juga menyatakan bahwa kohesi adalah suatu organisasi yang sintaksis.
Selain itu, kohesi juga dianggap sebagai aspek formal untuk mewujudkan kepaduan suatu wacana.
2. Mulyana (2005:26)
Mulyana menyatakan bahwa kohesi merupakan hubungan antar bagian teks yang satu dengan bagian teks yang lain. Dimana hubungan tersebut ditandai dengan penggunaan unsur bahasa.
Pada dasarnya, kohesi mempunyai konsep dimana paragrafnya mengacu pada hubungan bentuk.
Maksud dari hal tersebut adalah kalimat atau kata digunakan untuk menyusun suatu tuturan yang mempunyai keterkaitan.
Fungsi dari kohesi adalah menjadikan unsur-unsur wacana menjadi suatu keterkaitan yang utuh dan padu.
Pengertian Koherensi
Koherensi adalah pengaturan gagasan, kenyataan, dan ide secara rapi menjadi suatu wacana yang logis.
Dengan adanya koherensi ini akan memudahkan seseorang memahami suatu untaian.
Terdapat berbagai macam pengertian koherensi menurut para ahli. Berikut penjelasan koherensi menurut para ahli:
1. Brown dan Yule (2005:30)
Brown dan Yule menyatakan pengertian koherensi pada tahun 2005 melalui via Mulyana. Menurutnya adalah sebuah pola keterkaitan antar bagian-bagian dalam wacana.
Brown dan Yule menyatakan bahwa dengan adanya koherensi pada paragraf akan menjadikan kalimat dalam untaian mempunyai kesatuan makna yang apik dan utuh.
2. Tarigan dalam Mulyana (2005:30)
Menurut Tarigan, pengertian koherensi adalah hubungan timbal balik antar unsur dalam wacana yang serasi. Unsur wacana yang dimaksud meliputi kata dan kalimat.
3. Samiati dalam Mulyana (2005:30)
Menurut Samiati, pengertian koherensi adalah suatu hubungan keterkaitan antar bagian satu dengan bagian yang lainnya. Dimana hubungan tersebut membentuk suatu makna yang utuh.
Suatu untaian yang koheren memiliki berbagai macam ciri, diantaranya ialah pesan terjalin rapi dan susunan kalimat teratur. Sehingga, hal tersebut menjadikan wacana mudah diinterpretasikan.
Contoh Kohesi
Kohesi dapat terjadi ketika beberapa kalimat yang ada dalam suatu paragraf tetap mempunyai kendali atas gagasan utama.
Terdapat beberapa gagasan tambahan setiap dalam paragraf. Dimana gagasan yang dimaksud harus dikendalikan oleh gagasan utama, sehingga dapat disebut sebagai paragraf kohesi.
Berikut beberapa contoh kohesi:
- Pak Anton mengajar Biologi dan Kesenian. Pelajaran tersebut merupakan mata pelajaran yang paling dikuasasi oleh Pak Anton. Selain itu, Pak Anton juga mempunyai kemampuan mengajar dengan baik.
Analisis:
Terdapat kata-kata “pelajaran tersebut” yang memiliki arti bahwa pelajaran yang dimaksud adalah biologi dan kesenian.
Dapat dikatakan dalam paragraf tersebut terdapat hubungan dan sesuai dengan kaidah kohesi.
- Telefon Sara berdering pada saat ujian sedang berlangsung. Hal itu membuat penjaga ujian marah.
Analisis:
Pada contoh paragraf tersebut, terdapat kata hal itu yang berarti kejadian telefon Sara berdering adalah ketika ujian.
- Kakek dan nenek berangkat ke pasar bersama menggunakan sepeda motor. Mereka berangkat hari masih pagi dan saat Kinan belum bangun.
Analisis:
Pada contoh tersebut, terdapat kata mereka yang artinya kata tersebut merujuk pada kakek dan nenek.
Contoh Koherensi
Koherensi dapat terjadi apabila kalimat-kalimat yang ada pada suatu paragraf merupakan kalimat yang logis. Selain itu, antar kalimat harus memiliki hubungan sehingga dapat mendukung gagasan utama.
Pada umumnya, penulis dalam menulis paragraf koherensi akan menambahkan kalimat yang berbeda dengan kalimat utama.
Meskipun kalimat tambahan berbeda dengan kalimat utama, namun masih tetap berhubungan dengan gagasan utamanya.
Berikut merupakan beberapa contoh paragraf koherensi:
- Bekerjalah yang giat. Kamu bisa mengumpulkan uang sebanyak-banyak.
Pada contoh di atas, kalimat yang pertama dan kedua merupakan kalimat yang berbeda. Akan tetapi, terlihat bahwa kalimat kedua merupakan pendukung kalimat yang pertama.
- Kursi itu terlihat sudah tua namun masih layak digunakan. Pak Ahsan merupakan pemiliknya, beliau sangat rajin melakukan perawatan terhadap kursinya.
Pada contoh di atas, dapat dilihat bahwa kalimat kedua memberikan dukungan yang termuat dalam kalimat pertama sebagai gagasan utamanya.
Perbedaan Kohesi dan Koherensi
Penanda aspek kohesi sama dengan penanda aspek koherensi. Oleh karena itu, sebenarnya kohesi dan koherensi ini mempunyai pengertian dan fungsi yang hampir sama.
Akan tetapi, keduanya tetap memiliki perbedaan baik dari segi fungsi dan penggunaanya.
Dimana perbedaan tersebut terletak pada titik dukung terhadap suatu uraian.
Perbedaannya ialah terletak pada bagian aspek yang mendukung. Dalam suatu wacana aspek yang mendukung secara internal merupakan aspek kohesi.
Sedangkan aspek yang mendukung secara eksternal merupakan aspek koherensi. Berikut tabel yang menggambarkan perbedaan dari kohesi dan koherensi:
Piranti Paragraf Kohesi
Berdasarkan pendapat Halliday dan Hassan (1976), paragraf kohesi memiliki unsur yang terbagi menjadi dua macam, yakni unsur gramatikal dan unsur leksikal.
Pengertian unsur gramatikal adalah penanda kohesi yang melibatkan unsur-unsur kaidah kebahasaan.
Sedangkan unsur leksikal merupakan suatu kepaduan bentuk yang disesuaikan dengan kata. Berikut penjelasan mengenai kedua unsur paragraf kohesi:
1. Unsur Kohesi Gramatikal
Unsur kohesi gramatikal yang terdapat dalam Bahasa Indonesia di antaranya ialah:
a. Referensi
Referensi mempunyai arti sebagai hubungan antara suatu benda dengan kata. Misalnya kata pena memiliki referensi dengan suatu benda yang terdapat tinta untuk menulis.
Referensi menurut Halliday dan Hasan (1979) dapat dibedakan menjadi dua bagian, yakni:
- Referensi Eksoforis: sebagai acuan satuan lingual yang ada pada bagian luar sebuah uraian
- Referensi Endoforis: sebagai acuan satuan lingual yang ada pada bagian dalam sebuah uraian.
Halaman:


