Kumpulan Contoh Pembukaan dan Penutup Pidato Bahasa Sunda Pendek
Ingin berpidato dalam bahasa Sunda namun bingung bagaimana pembukaan dan penutupnya? Dalam artikel ini, Mamikos akan berikan kamu beberapa contoh pembukaan dan penutup pidato dalam bahasa Sunda yang menarik!
Apa Tujuan Biantara Sunda?
Sebagai sebuah pidato yang disampaikan kepada banyak orang, biantara tentu saja bukan tanpa tujuan. Biantara memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai dari penyampaiannya, diantaranya yaitu sebagai berikut:
- Untuk menyampaikan sebuah informasi atau pemahaman kepada orang-orang yang mendengarkan pidato atau biantara.
- Untuk mempengaruhi orang-orang untuk melakukan apa yang telah disampaikan dalam pidato atau biantara.
- Untuk memberikan sebuah kesan positif agar orang lain dapat merasakan energi yang positif juga setelah mendengarkan pidato atau biantara yang disampaikan.
Apa Saja Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penyampaian Biantara Sunda?
Dalam penyampaian biantara atau pidato Sunda, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan yaitu tatag nyaritana, aktual temana, munei eusina, alus basana, dan ngandung wirahma. Berikut adalah penjelasannya:
- Tatag Nyaritana: Biantara atau pidato Sunda harus disampaikan dengan suara yang jelas dan tidak terbata-bata.
- Aktual Temana: Biantara atau pidato Sunda harus menggunakan tema yang aktual atau tidak basi.
- Munel Eusina: Biantara atau pidato Sunda harus banyak mengandung isi sekaligus manfaat.
- Alus Basana: Biantara atau pidato Sunda tidak hanya menyampaikan kata-kata namun juga seni dalam berbicara. Oleh karenanya, biantara harus menggunakan pemanis seperti peribahasa, kata mutiara, maupun yang lainnya.
- Ngandung Wirahma: Biantara atau pidato Sunda dalam penyampaian kata-katanya harus diatur tempo dan intonasinya.
Seperti Apa Struktur Biantara Sunda?
Sama seperti pidato pada umumnya, biantara atau pidato Sunda memiliki struktur yang tidak jauh berbeda yaitu pembuka, isi, dan penutup.
Hanya saja dalam biantara struktur tersebut menggunakan istilah atau kata dalam bahasa Sunda, yaitu sebagai berikut:
- Bubuka (Pembukaan): Ini merupakan bagian pembuka dalam biantara atau pidato Sunda.
- Eusi (Isi): Ini merupakan bagian isi atau inti pembahasan dalam biantara atau pidato Sunda.
- Panutup (Penutup): Ini merupakan bagian penutup dalam biantara atau pidato Sunda.
Namun, selain tiga struktur di atas, ada juga struktur biantara yang lebih jelas dan terperinci, berikut diantaranya:
- Salam pamuka (Salam pembuka biantara)
- Mukadimah (Bagian pendahuluan atau kata pengantar)
- Ngahaturkeun pangwilujeng kanu hadir (Menyampaikan sebuah ucapan terima kasih kepada tamu yang telah hadir)
- Eusi biantara (Isi atau pembahasan pidato)
- Sanduk-sanduk ménta dihampura jeung nepikeun doa (Memohon maaf serta membacakan doa penutup)
- Salam panutup (Salam penutup biantara).
Halaman:

