Contoh Penerapan Metode Jigsaw dalam Pembelajaran beserta Kelebihan dan Kekurangannya
Metode jigsaw merupakan salah satu metode pembelajaran yang dianggap efektif. Seperti apa contoh, kelebihan dan kekurangannya? Yuk, simak penjelasan lengkap di artikel berikut.
Contoh Metode Jigsaw 2
Mata Pelajaran Sejarah: Materi Penyebaran Islam di Indonesia
Fase 1: Menyampaikan Tujuan dan Motivasi Siswa
Guru membuka pelajaran dengan menjelaskan bahwa hari ini siswa akan mempelajari proses penyebaran agama Islam di Indonesia. Tujuannya agar siswa memahami jalur masuk Islam, tokoh-tokoh yang berperan, serta dampaknya terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Guru juga memberi motivasi dengan menanyakan, βKira-kira, bagaimana cara Islam bisa menyebar luas tanpa peperangan besar di Nusantara?β Pertanyaan ini membuat siswa antusias mengikuti pembelajaran.
Fase 2: Menyajikan Informasi
Guru menayangkan peta jalur perdagangan kuno dan video singkat tentang awal mula kedatangan pedagang Arab dan Gujarat ke Nusantara. Setelah itu, guru memberikan ringkasan materi yang sudah dibagi menjadi empat bagian utama, yaitu:
- Jalur perdagangan dan peran para pedagang,
- Peran ulama dan kerajaan Islam di Indonesia,
- Perkembangan lembaga pendidikan Islam (pesantren),
- Akulturasi budaya Islam dengan budaya lokal.
Fase 3: Mengorganisasikan ke dalam Kelompok Belajar
Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok asal, masing-masing beranggotakan lima orang. Guru kemudian meminta setiap anggota kelompok untuk memilih salah satu topik agar mereka bisa menjadi βahliβ di bidang tersebut. Setelah terbentuk, anggota dengan topik sama dari setiap kelompok asal berkumpul membentuk kelompok ahli.
Fase 4: Membimbing Kelompok Bekerja dan Belajar
Dalam kelompok ahli, siswa mendalami materi yang telah ditentukan dengan bantuan buku teks dan sumber digital.
Misalnya, kelompok ahli pertama mempelajari bagaimana aktivitas perdagangan internasional membawa pengaruh agama Islam ke pelabuhan-pelabuhan penting seperti Samudera Pasai dan Malaka.
Guru berkeliling memberikan bimbingan, membantu siswa yang masih bingung, dan memastikan semua anggota berpartisipasi aktif.
Fase 5: Mengevaluasi
Setelah sesi kelompok ahli selesai, para siswa kembali ke kelompok asal dan berbagi pengetahuan yang telah mereka pelajari. Setiap anggota menjelaskan bagian materinya sehingga seluruh kelompok memahami keempat topik utama.
Guru kemudian memberikan beberapa pertanyaan reflektif dan kuis individu untuk mengukur pemahaman siswa terhadap keseluruhan proses penyebaran Islam di Indonesia.
Fase 6: Memberikan Penghargaan
Sebagai penutup, guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang mampu mempresentasikan materi dengan kompak dan jelas.
Guru juga memberikan pujian bagi siswa yang aktif mengajukan pertanyaan atau mengaitkan materi sejarah dengan kondisi sosial masyarakat saat ini. Kelas diakhiri dengan refleksi singkat mengenai pentingnya kerja sama dalam memahami sejarah bangsa.
Penutup
Demikian penjelasan dan pembahasan lengkap tentang contoh penerapan metode jigsaw beserta kelebihan dan kekurangannya. Kalau kamu masih mencari metode pembelajaran lainnya, jangan lupa mampir ke blog Mamikos, ya. π€
Referensi:
Mengenal Model Pembelajaran Jigsaw di Sekolah [Daring]. Tautan: https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/mengenal-model-pembelajaran-jigsaw-di-sekolah
Pengertian Model Pembelajaran Jigsaw beserta Tujuan, Ciri-Ciri, Langkah-Langkah dan Contoh Sintaks [Daring]. Tautan: https://www.quipper.com/id/blog/info-guru/model-pembelajaran-jigsaw
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN
HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENEMUKAN KALIMAT UTAMA PADA
TIAP PARAGRAF [Daring]. Tautan: https://ejournal.upi.edu/index.php/penailmiah/article/viewFile/2937/1965
Tahapan dalam Menerapkan Metode Pembelajaran Jigsaw di Kelas [Daring]. Tautan: https://penerbitdeepublish.com/metode-pembelajaran-jigsaw/
Halaman:

