Contoh Penerapan Metode Jigsaw dalam Pembelajaran beserta Kelebihan dan Kekurangannya
Metode jigsaw merupakan salah satu metode pembelajaran yang dianggap efektif. Seperti apa contoh, kelebihan dan kekurangannya? Yuk, simak penjelasan lengkap di artikel berikut.
Langkah-langkah Penerapan Metode Jigsaw
Agar lebih mudah memahami bagaimana contoh penerapan metode jigsaw di kelas, Mamikos akan mengajakmu untuk mengetahui urutan atau sintaks pembelajarannya.
Mengadaptasi pendapat Arends (1997), model pembelajaran ini terdiri dari enam tahap utama yang saling berkaitan dan membentuk satu alur kegiatan belajar yang utuh.
Selain itu, dalam penerapan metode jigsaw, guru juga perlu memastikan bahwa materi yang diajarkan sudah tersusun secara runtut dan mudah dibagi menjadi beberapa bagian.
Berikut langkah-langkah penerapan metode pembelajaran jigsaw:
Fase 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
Pada tahap awal, guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sekaligus memberikan motivasi kepada siswa agar semangat mengikuti kegiatan belajar. Dengan begitu, siswa memahami arah kegiatan dan merasa terlibat sejak awal.
Fase 2. Menyajikan informasi
Selanjutnya, guru memperkenalkan materi pelajaran yang akan dipelajari. Informasi ini bisa disampaikan melalui penjelasan langsung, demonstrasi, maupun bahan bacaan yang telah disiapkan. Tahap ini bertujuan memberi gambaran umum tentang topik yang akan didalami oleh siswa.
Fase 3. Mengorganisasikan kelompok belajar
Setelah itu, guru membentuk kelompok kecil yang bersifat heterogen. Setiap siswa mendapat peran atau tanggung jawab untuk mempelajari satu bagian materi tertentu.
Guru juga menjelaskan perbedaan antara kelompok asal dan kelompok ahli serta bagaimana cara mereka berinteraksi.
Fase 4. Membimbing kelompok bekerja dan belajar
Guru memantau proses diskusi di kelompok ahli untuk memastikan setiap siswa memahami bagian materi yang menjadi tanggung jawabnya. Setelah itu, siswa kembali ke kelompok asal untuk mengajarkan materi tersebut kepada teman-temannya.
Fase 5. Mengevaluasi hasil pembelajaran
Pada tahap ini, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka. Guru kemudian melakukan evaluasi terhadap pemahaman siswa, baik secara individu maupun kelompok, guna melihat sejauh mana tujuan pembelajaran telah tercapai.
Fase 6. Memberikan penghargaan
Sebagai bentuk apresiasi, guru memberikan pujian atau penghargaan kepada kelompok yang menunjukkan kerja sama dan hasil belajar terbaik. Hal ini membantu meningkatkan motivasi siswa agar lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran berikutnya.
Contoh Penerapan Metode Jigsaw dalam Pembelajaran
Nah, setelah tadi Mamikos membahas lengkap tentang pengertian, kekurangan dan kelebihan metode jigsaw serta langkah-langkah penerapannya, kini saatnya untuk melihat contohnya.
Berikut terdapat dua contoh penerapan metode jigsaw dalam mata pelajaran yang berbeda:
Contoh Metode Jigsaw 1
Mata Pelajaran Biologi: Materi Sistem Pencernaan Manusia
Fase 1: Menyampaikan Tujuan dan Motivasi Siswa
Guru membuka pelajaran dengan menjelaskan tujuan pembelajaran, yaitu agar siswa mampu memahami fungsi organ-organ pencernaan manusia serta proses pencernaan makanan.
Guru juga memberikan motivasi dengan mengaitkan materi pada kehidupan sehari-hari, misalnya pentingnya memahami cara tubuh mencerna makanan agar dapat menjaga pola makan yang sehat.
Fase 2: Menyajikan Informasi
Guru menyampaikan informasi awal melalui tayangan PowerPoint dan video animasi tentang sistem pencernaan manusia. Setelah itu, guru membagikan bahan bacaan yang dibagi menjadi empat topik utama, yaitu mulut, lambung, usus halus, dan usus besar.
Fase 3: Mengorganisasikan ke dalam Kelompok Belajar
Siswa dibagi menjadi empat kelompok asal yang masing-masing beranggotakan lima orang. Guru kemudian menjelaskan cara pembentukan kelompok ahli.
Setiap anggota kelompok asal ditugaskan mempelajari satu bagian sistem pencernaan untuk menjadi βahliβ pada topik tersebut.
Fase 4: Membimbing Kelompok Bekerja dan Belajar
Dalam kelompok ahli, siswa mendiskusikan materi yang menjadi tanggung jawab mereka dengan bimbingan guru. Misalnya, kelompok ahli yang membahas lambung fokus pada proses kimiawi pencernaan.
Setelah memahami topiknya, mereka kembali ke kelompok asal dan menjelaskan hasil pembelajarannya kepada anggota lain.
Fase 5: Mengevaluasi
Setiap kelompok asal kemudian mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Guru memberikan pertanyaan pemantik, menilai partisipasi siswa, serta meluruskan konsep yang masih belum tepat.
Evaluasi individu dilakukan melalui kuis singkat agar guru dapat mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap keseluruhan materi.
Fase 6: Memberikan Penghargaan
Guru memberikan penghargaan berupa pujian dan poin tambahan kepada kelompok yang menunjukkan kerja sama terbaik. Selain itu, guru juga memberikan apresiasi kepada siswa yang aktif bertanya dan berpendapat.
Pembelajaran ditutup dengan refleksi mengenai pentingnya kerja sama dan tanggung jawab dalam proses belajar.
Halaman:

