Advertisement
Source : freepik.com/Freepik

Contoh Percakapan Coaching Model TIRTA untuk Calon Guru Penggerak 2024

Pelatihan dilakukan untuk memperdalam suatu kemampuan/potensi yang ada agar semakin mahir. Dalam dunia pendidikan pun, ada pelatihan semacam itu.

30 September 2024 Nana

Apabila murid atau peserta didik kita ibaratkan sebagai air, maka biarlah mereka merdeka, mengalir lepas hingga ke hilir potensi dan kemampuan maksimalnya.

Para pendidik/pembimbing atau guru memiliki tugas mulia dan luhur untuk menjaga air tersebut untuk tetap mengalir, tanpa sumbatan atau hambatan.

Tugas seorang pendidik atau guru adalah menuntun, memberi arahan serta membantu para peserta didik (coachee) untuk menyadari bahwa mereka mampu menyingkirkan berbagai “sumbatan” yang mungkin menghambat perkembangan potensi dalam diri mereka.

Dari penjelasan tersebut, maka jika ada pertanyaan bagaimanakah cara seorang guru untuk menjaga agar sumbatan yang ada tersingkir dan tidak menghalangi?

Maka jawabannya adalah dengan keterampilan coaching yang mendampingi para peserta didik.

Begini Contoh Percakapan Coaching Model TIRTA 2024

Mamikos yakin, sebagai calon guru penggerak mungkin sudah sangat familiar dengan istilah coaching yang berarti suatu pelatihan. Dalam pendidikan guru penggerak, istilah coaching tersebut kerap kali diucapkan atau dibahas.

7 Contoh Sumber Daya Manusia dalam Dunia Kerja Perusahaan beserta Penjelasannya

Coaching adalah sebuah kolaborasi antara guru dan peserta didik. Coaching tersebut dapat dilakukan sebagai upaya untuk membantu para peserta didik dalam mencapai tujuan mereka. Terdapat banyak sekali teknik coaching yang dapat digunakan dalam dunia pendidikan.

Namun di kesempatan ini, Mamikos akan fokus untuk membahas mengenai coaching model TIRTA untuk para calon guru penggerak 2024.

Sebagaimana info yang Mamikos peroleh, biasanya model Tirta ini dijadikan sebagai acuan atau panduan interaksi antara kepala sekolah sebagai seorang coach dengan guru (pendidik) sebagai seorang coachee dalam melaksanakan coaching supervisi akademik.

Dalam percakapan model TIRTA, coach harus memperhatikan apa saja tujuan, identifikasi, rencana, dan tanggung jawab para coachee.

Agar kamu dapat lebih memahami maksudnya, di bawah ini Mamikos lampirkan contoh-contoh percakapan coaching model Tirta tersebut.

1. Tujuan

  • Pertanyaan: Bagaimana perasaan Anda saat melihat para peserta didik (murid) bersikap pasif di dalam kelas?
  • Jawaban: Saat melihat murid bersikap pasif, saya merasa khawatir dan sangat sedih. Saya takut jika mereka tersebut akan tertinggal dalam bagian pembelajaran di kelas.

Halaman:

Advertisement