3 Contoh Peristiwa Sejarah di Indonesia yang Populer dan Lengkap
Sejarah Indonesia mengungkapkan perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan oleh para pahlawan. Simak peristiwa sejarah Indonesia yang populer dan lengkap di sini!
2. Peristiwa Rengasdengklok
Peristiwa Rengasdengklok adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia dimana Presiden Soekarno dan Moh Hatta diculik oleh golongan muda tepat sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Peristiwa ini terjadi pada 16 Agustus 1945 pada pukul 03.00 WIB. Hingga kemudian Soekarno dan Hatta dibawa menuju Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat.
Peristiwa penculikan oleh golongan muda ini untuk mempercepat proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Peristiwa ini diawali ketika Jepang menyerah dan melakukan penyerahan kepada sekutu pada 14 Agustus 1945. Saat ini keadaan Jakarta bagaikan kota yang tak bertuan.
Melihat kondisi tersebut, kemudian kalangan Golongan Muda yang saat itu dipimpin oleh Chaerul Saleh melakukan rapat untuk mendesak Soekarno dan Hatta untuk mendeklarasikan proklamasi tanpa adanya campur tangan dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
Saat itu Soekarno dan Hatta tidak setuju dengan rencana para pemuda dan terjadi perbedaan pendapat antara Golongan Tua dan Golongan Muda mengenai pelaksanaan proklamasi.
Kemudian tanggal 15 Agustus para pemuda mendatangi kediaman Soekarno dan mengancam jika Soekarno tidak segera mengeluarkan pengumuman malam tersebut maka kemungkinan akan terjadi pertumpahan darah.
Perdebatan berlangsung saat itu, bersama tokoh lainnya yang mendampingi Soekarno seperti Hatta, Soebarjo, Iwa Kusumawati, Sudiro, dan Djokopranoto.
Dan tidak lama kemudian Hatta menyampaikan keputusan bahwa mereka akan menolak usulan dari golongan pemuda dengan pertimbangan bahwa perlu perhitungan yang cermat.
Mendengar keputusan tersebut, para golongan muda tidak puas dan kembali ke markas lalu menyiapkan rencana baru, yaitu penculikan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok yang dipimpin Shodanco Singgih.
Peristiwa penculikan Soekarno dan Hatta saat itu membuat Jakarta panik, apalagi di hari tersebut akan diadakan rapat pertama PPKI.
Soebarjo yang saat itu hadir pada pertemuan antara golongan tua dan muda kemudian berusaha mencari Soekarno dan Hatta. Ia mencarinya hingga markas Jepang, namun tidak menemukannya disana.
Ia kemudian merasa curiga bahwa para pemudalah yang melakukan penculikan. Segera, Soebarjo menghubungi Wikana saat itu dan kemudian mendapat info bahwa Soekarno dan Hatta disekap di Rengasdengklok.
Segera Soebardjo menuju ke Rengasdengklok dan bertemu para pemuda. Saat itu pemuda bersikeras tidak ingin melepas Soekarno dan Hatta kecuali adanya jaminan kemerdekaan.
Hingga Soekarno dan Hatta akhirnya dilepas dan tiba di Jakarta dan segera mengadakan sebuah rapat di kediaman Laksamana Tadashi Maeda.
Setelah melakukan pertemuan, teks proklamasi akhirnya selesai dibuat pada dini hari.
Proklamasi yang awalnya akan dilangsungkan di lapangan IKADA, namun dengan pertimbangan keamanan kemudian diputuskan dibacakan di rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56 pada 17 Agustus 1945.
Halaman:

