Contoh Proposal Usaha Kerajinan yang Baik dan Benar Beserta Cara Membuatnya
Untuk mendapatkan investor, harus dibuat penjelasan mengenai usaha yang akan dibuat melalui proposal usaha. Simak contoh proposal usaha kerajinan di dalam artikel ini.
3. Produk atau jasa
Bagian produk atau jasa memuat informasi penjelasan mengenai produk atau jasa yang akan dijual.
Dimana informasi tersebut berupa aspek teknis dan teknologi, aspek pemasaran, aspek manajemen, aspek keuangan, dan lain-lain.
4. Penutup
Bagian penutup merupakan bagian proposal yang memuat harapan-harapan dari sebuah usaha serta hal-hal yang dapat meyakinkan investor atau pemberi pinjaman.
5. Lampiran
Bagian terakhir adalah lampiran, di mana bagian ini berisikan informasi biodata dari perusahaan dan surat-surat penting mengenai usaha tersebut.
Cara Membuat Proposal Usaha
Pada dasarnya, proposal usaha dibuat tidak menggunakan kaidah proposal yang kaku dan rumit layaknya proposal penelitian atau proposal akademis lainnya.
Hal ini dikarenakan proposal usaha dibuat dengan tujuan untuk menarik para investor. Untuk itu, proposal usaha tentu harus dibuat semenarik mungkin.
Nah, di bawah ini adalah langkah-langkah membuat proposal usaha yang bisa kamu jadikan sebagai panduan:
1. Buatlah pendahuluan
Hal pertama yang kamu lakukan dalam membuat proposal usaha adalah menuliskan bagian pendahuluan terlebih dahulu.
Jangan lupa untuk mencantumkan visi dan misi usaha kamu di dalam bagian pendahuluan ini.
Kamu juga bisa mencantumkan prospek usaha kamu di masa mendatang pada bagian ini. Agar lebih menarik lagi, kamu juga boleh menunjukkan gambaran keunggulan produk atau jasa bisnis kamu di sini.
Agar lebih rinci, jabarkan juga potensi tantangan atau hambatan hingga bagaimana kira-kira kamu akan mengatasinya pada bagian ini.
2. Cantumkan profil lengkap usaha
Dalam membuat proposal usaha, tentunya profil usaha sangat penting untuk kamu cantumkan. Mengingat profil usaha ini akan berperan sebagai identitas bisnis kamu.
Beberapa hal yang perlu dirinci dalam bagian ini antara lain nama badan usaha, jenis badan usaha, lokasi, dan riwayat usaha.
Jangan lupa juga untuk menuliskan nama merek atau brand usaha kamu pada bagian ini.
Ketika menuliskan detail lokasi, kamu juga perlu mencantumkan alamat sejelas-jelasnya, dimulai dari alamat kelurahan, kecamatan, hingga kode posnya.
Dengan mencantumkan profil usaha yang lengkap dan nyata, tentu bisa sangat menarik perhatian investor untuk menanamkan modal pada bisnis kamu.
Para investor tentunya ingin mengetahui seluk-beluk bisnis kamu terlebih dahulu guna mencegah potensi penipuan.
Halaman:

