Advertisement
Source : unsplash.com/@lavievagabonde

Contoh Proposal Usaha Kerajinan yang Baik dan Benar Beserta Cara Membuatnya

Untuk mendapatkan investor, harus dibuat penjelasan mengenai usaha yang akan dibuat melalui proposal usaha. Simak contoh proposal usaha kerajinan di dalam artikel ini.

11 Oktober 2022 Bella Carla

12. Penutup proposal

Pada bagian penutup, kamu bisa menuliskan kalimat-kalimat yang menarik mengenai keunggulan produk usaha kamu hingga prospek cerah yang mungkin diraih di masa mendatang.

Tak hanya bertujuan untuk menarik perhatian investor agar mau menanamkan modalnya di usaha kamu, hal ini juga bisa menarik hati pihak bank untuk mau meminjamkan modal.

13. Mencantumkan lampiran

Pada bagian proposal usaha paling akhir ini, kamu juga bisa melampirkan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan usaha.

Dokumen-dokumen tersebut bisa meliputi biodata pemilik usaha, surat izin usaha, akta pendirian usaha, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), sertifikat tanah, dan lain-lain.

9 Contoh Proposal Kegiatan/Event, Sponsorship dan Strukturnya

Contoh Proposal Usaha Kerajinan

Nah, di bawah ini adalah contoh proposal usaha kerajinan yang bisa kamu jadikan sebagai panduan dalam membuat proposal usaha sendiri.

Judul: Perancangan Karya Tas Anyaman Bambu Sebagai Pemanfaatan Bambu Bekas di Desa Balesari

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Seperti kita ketahui, anyaman bambu akan semakin terkikis jika tidak ada usaha yang tepat untuk mengembangkan kerajinan tersebut.

Maka dari itu dibutuhkan bantuan dari berbagai pihak agar kerajinan anyaman dari bambu dapat terus bertahan dan berkembang.

Selain merupakan hasil kerajinan tradisional masyarakat Indonesia, dibanding benda- benda plastik, anyaman bambu sangatlah ramah lingkungan.

Pada zaman milenial seperti saat ini, kebutuhan akan sandang sangat meningkat, salah satu contohnya adalah tas. Masyarakat cenderung memilih tas-tas yang unik dan berbeda dari yang lain.

Sehingga, karena alasan itulah makalah ini dibuat untuk memberikan informasi mengenai produk tas anyaman dari bambu yang unik dan menarik serta nantinya diharapkan dapat melestarikan produk anyaman bambu di Indonesia.

B. Visi
Melestarikan kebudayan anyaman bambu nusantara

C. Misi
1. Melakukan inovasi terhadap produk anyaman bambu tradisional
2. Melakukan peningkatan kualitas dan pengawetan anyaman bambu
3. Memperkenalkan berbagai desain masa kini

D. Perumusan Masalah
Terkait dengan pembahasan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa masalah yang timbul adalah kurangnya ketertarikan masyarakat terhadap anyaman bambu.

E. Tujuan Pendirian Usaha
Tujuan utama dari program ini yaitu untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap kesenian anyaman bambu.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Profil

Anyaman bambu atau kerajinan anyaman dari bambu merupakan salah satu jenis dari berbagai macam karya di Indonesia.

Selain digunakan sebagai anyaman, bambu juga bisa digunakan sebagai bahan pembuatan alat-alat rumah tangga.

Pada zaman milenial seperti saat ini, kebutuhan akan sandang sangat meningkat, salah satu contohnya adalah tas. Masyarakat cenderung memilih tas-tas yang unik dan berbeda dari yang lain.

Maka dari itu penulis akan menciptakan sebuah tas yang berasal dari anyaman bambu dengan model dan design kekinian.

Anyaman akan dipadukan dengan bahan atau media lain sehingga menghasilkan desain atau model yang unik.

Selain itu, kesannya yang cukup mewah juga bisa digunakan dalam berbagai acara.

Tentunya dengan ini masyarakat akan jauh lebih tertarik menggunakan produk anyaman bambu dalam negeri.

B.  Strategi Pasar
Agar bisnis diatas berhasil, maka penulis akan melakukan strategi pemasaran sebagai berikut ini.

1) Segmenting
Yang pertama yaitu segmenting atau segmentasi pasar, merupakan suatu kegiatan membagi suatu pasar menjadi beberapa kelompok pembeli.

Ada dua kriteria dalam segmentasi pasar, yaitu geografis dan demografis.

Untuk kali ini, penulis menetapkan kalangan perempuan remaja hingga dewasa karena pada tahap inilah sifat konsumtif mulai muncul.

2) Targeting
Yang kedua yaitu targeting atau penetapan pasar sasaran.

Berdasarkan segmentasi pasar yang telah dipilih, maka targeting yang dituju adalah lingkungan kampus, sekolah menengah atas, dan yang sederajat.

3) Positioning
Positioning merupakan terbentuknya gambaran yang cocok bagi konsumen untuk tertarik membeli produk ini.

Agar lebih menarik masyarakat, penulis memberikan berbagai macam model terbaru yang fashionable, serta tambahan bahan yang membuat tas menjadi lebih estetik.

C. Analisis SWOT Untuk Kelayakan Usaha

1) Kekuatan (Strength)
Analisis SWOT yang pertama yaitu strength atau biasa disebut kekuatan.

Di sini kamu harus bisa memahami kekuatan terbesar apa yang bisnis kamu miliki, hal ini sangat berpengaruh positif terhadap kesuksesan perusahaan kamu.

Cara memahami kekuatan tersebut bisa dengan mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan perusahaan, apa yang membuat bisnis kamu lebih baik dari lainnya, keunikan, dan masih banyak lagi.

Model kekinian dengan desain yang elegan ditambah dengan sedikit sentuhan bahan-bahan lainnya yang membuat tas terkesan estetik. Selain itu harganya yang cenderung lebih murah.

2) Kelemahan (Weakness)|
Yang kedua yaitu weakness atau biasa disebut sebagai kelemahan. Kamu sudah pasti paham bahwa setiap bisnis tentu memiliki kelemahan.

Setiap perusahaan pasti memiliki celah-celah yang bisa berpotensi menimbulkan kesalahan.

Nah, dari sini kamu harus lebih detail dalam mengawasi segala kelemahan bisnis tersebut.

Kamu harus bisa mengidentifikasi apa saja yang wajib ditingkatkan dalam perusahaan, yang harus dihindari, dan faktor penyebab kerugiannya

Banyak pesaing dari luar negeri, belum dikenal masyarakat, dan keterbatasan sumber daya manusia.

3) Peluang (Opportunities)
Adanya pasar yang sangat mendukung serta tempat usaha yang strategis.

4) Ancaman (Threats)
Inovasi produk fashion yang terus-menerus mengikuti perkembangan zaman.

BAB III
RENCANA ANGGARAN

A. Modal/ Pemasukan
Modal yang dibutuhkan oleh penulis dalam sekali produksi tas anyaman adalah Rp.1.500.000, dengan rincian:

Total Biaya (perlengkapan + bahan baku + biaya lainnya)
= Rp40.000+ Rp20.000+Rp15.000
= Rp75.000 x 20 (produksi 20 pcs)
= Rp1.500.000

B. Penentuan Harga Jual
Harga pokok produksi adalah hasil dari total biaya dibagi dengan total produk.
= Rp75.000 per pcs
Harga Jual = Harga pokok + laba yang diinginkan
= Rp75.000 + Rp25.000
= Rp100.000

C. Perhitungan Laba/Rugi
Laba = (Harga Jual x Hasil Produksi) – Modal
= (100.000 x 20)-Rp1.500.000
=Rp2000.000 – Rp1.500.000
= Rp500.000

Persentase Laba = Laba/ Modal x 100%
= 500.000/1500.000 x 100%
= 33%

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan

Membuat karya anyaman dibutuhkan ketelatenan dan keuletan yang luar biasa. Karena jika salah dalam memasukkan lungsi dan pakan, maka hasilnya tidak akan bagus.

Oleh karena itu, kita harus menghargai pengrajin yang sudah bersusah payah membuat dan melestarikan kerajinan anyaman bambu ini.

Dengan adanya karya tas anyaman ini, diharapkan para generasi muda lebih bisa mencintai dan melestarikan kebudayaannya sendiri.

B. Saran
Kerajinan anyam yang merupakan warisan kita seharusnya dilestarikan dan dijaga keasliannya sepanjang masa.

Sebagai generasi muda, tugas kitalah untuk melakukan hal tersebut, maka dari itu marilah kita lestarikan anyaman nusantara asli Indonesia.

Penutup

Oke, itulah informasi yang bisa Mamikos bagikan terkait contoh proposal usaha kerajinan tangan yang baik dan benar.

Mamikos infokan kembali, proposal usaha merupakan dokumen rencana usaha yang ditulis oleh perusahaan guna meyakinkan calon investor atau klien agar memberikan kontrak kerja tertentu.

Jika kamu ingin melihat contoh proposal usaha di bidang lainnya, silakan kunjungi situs blog Mamikos dan temukan informasinya di sana.

Semoga ulasan mengenai contoh proposal usaha kerajinan ini bermanfaat untuk kamu, ya.


Halaman:

Advertisement