Contoh Proposal Usaha Kerajinan yang Baik dan Benar Beserta Cara Membuatnya
Untuk mendapatkan investor, harus dibuat penjelasan mengenai usaha yang akan dibuat melalui proposal usaha. Simak contoh proposal usaha kerajinan di dalam artikel ini.
3. Buat struktur organisasi badan usaha
Kamu juga perlu menjabarkan struktur organisasi dari badan usaha milikmu, walaupun usaha kamu masih dalam kategori usaha kecil.
Jabarkan secara jelas, mulai dari nama pemilik usaha hingga staff produksi, pemasaran, logistik, dan lain sebagainya.
4. Cantumkan informasi bentuk badan usaha
Kamu juga perlu menuliskan informasi seputar bentuk badan usaha. Tuliskan secara rinci terkait bisnis atau usaha yang sedang kamu jalankan, apakah berbentuk badan usaha perseorangan, firma, CV, perseroan terbatas (PT), atau bentuk badan usaha lainnya.
Atau, kamu juga bisa memaparkan secara terperinci mengenai bentuk kepemilikan, struktur modal, status badan hukum usaha, dan lainnya.
5. Jelaskan tentang produk yang dijual
Pada bagian ini, kamu bisa menjabarkan secara rinci deskripsi produk yang akan dijual.
Deskripsi di sini harus mencakup jenis produk, spesifikasi, metode produksi, keunggulan produk, hingga bahan baku yang digunakan untuk memproduksi barang dagangan kamu.
6. Deskripsikan target pasar
Kamu juga perlu mendeskripsikan target pasar di dalam proposal usaha agar kamu dapat menentukan harga produk dengan tepat. Selain itu, kamu juga akan memberi gambaran jelas mengenai bisnis kamu kepada investor.
Pada bagian ini, kamu perlu mencantumkan siapa konsumen yang hendak kamu tuju sebagai pelanggan setia.
Target pasar ini bisa kamu deskripsikan melalui usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, hingga penghasilan dari suatu kelompok masyarakat di lokasi yang telah kamu pilih.
7. Melakukan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat)
Di dalam proposal usaha, baik contoh proposal usaha kerajinan maupun usaha lainnya tentu kamu perlu melakukan analisis SWOT.
Tujuannya guna mengetahui keunggulan, kekurangan, peluang, dan ancaman yang mungkin dihadapi oleh usaha kamu.
Analisis SWOT juga akan sangat berguna dalam menentukan strategi bisnis yang cermat bagi usaha kamu.
Sementara bagi investor, analisis SWOT dapat menunjukkan bahwa kamu sudah menguasai betul seluk-beluk bisnisnya.
Selain itu, SWOT juga berguna agar investor memiliki gambaran yang lebih luas mengenai bisnis kamu.
8. Mencantumkan strategi usaha
Kamu juga perlu memaparkan strategi apa yang cocok untuk produk kamu.
Dengan menjabarkan strategi penjualan tentunya kamu harus menyesuaikan kembali dengan jenis produk apa yang kamu jual, manfaat produk, dan tentu saja siapa target pasar yang kamu tuju.
9. Menuliskan promosi dan pemasaran
Di bagian ini, kamu perlu menjelaskan terkait cara promosi dan pemasaran bisnis seperti apa yang akan kamu lakukan.
Kamu juga bisa menyebutkan melalui channel apa saja promosi akan dilakukan, misalnya melalui media sosial, iklan, atau lainnya.
10. Memaparkan manajemen anggaran
Manajemen anggaran perusahaan juga wajib kamu jelaskan di dalam proposal usaha.
Pada bagian ini, kamu perlu merincikan jumlah modal yang dikeluarkan, penentuan harga jual produk, dan juga perkiraan penjualan.
Selain alokasi dana tersebut, kamu juga bisa menuliskan perhitungan laba dan juga perhitungan bagi hasilnya.
11. Menuliskan laporan keuangan
Salah satu tanda operasional perusahaan yang sehat adalah laporan keuangan yang baik. Hal ini tentunya perlu juga untuk kamu tunjukkan dalam proposal usaha.
Biasanya, laporan keuangan akan meliputi neraca perusahaan, laporan laba/rugi, hingga analisis titik impas atau break even point (BEP).
Halaman:
