14 Contoh Puisi Lama dan Puisi Baru beserta Contoh dan Perbedaannya
Puisi terbagi menjadi dua jenis, yakni puisi lama dan puisi baru. Nah, berikut akan kita bahas lengkap perbedaan keduanya hingga contohnya. Simak hingga bagian akhir artikel untuk mendapatkan jawabannya.
Contoh Puisi Lama dan Puisi Baru
Setelah memahami perbedaan puisi lama dan puisi baru, berikut adalah beberapa contohnya yang juga wajib kamu ketahui,
Puisi Lama
Puisi lama Indonesia terdiri dari pantun, mantra, karmina, seloka, gurindam, syair, dan talibun. Hadirnya jenis-jenis puisi ini banyak dipengaruhi dengan tradisi keagamaan dan kebudayaan tertentu.
1. Pantun
Pantun merupakan jenis puisi yang mempunyai bentuk dan pola yang tetap. Bentuk pantun umumnya empat baris untuk tiap baitnya dan masing-masing baris berpolakan a-b-a-b. Tiap baris tersebut juga terdiri dari 8-12 suku kata.
2. Mantra
Mantra merupakan ujaran lisan dengan rima yang ketat. Penyusunan bunyi-bunyian tersebut tidak selalu mengedepankan arti.
Selain itu, mantra dimitoskan memiliki kekuatan gaib, oleh karena itu, jenis puisi ini dijadikan sebagai bacaan untuk mengobati orang sakit.
3. Karmina
Karmina adakag sejenis pantun tetapi isinya lebih pendek. Nah, bentuknya yang pendek membuat karmina juga disebut sebagai pantun kilat.
Jenis puisi lama ini juga memiliki pola yang tetap yang terdiri dari dua baris. Di mana baris pertama dalam karmina disebut sampiran dan baris kedua disebut isi.
4. Seloka
Seloka merupakan puisi dengan pola a-a-a-a yang memiliki sampiran dan sisi. Namun selebihnya, seloka mirip dengan pantun.
5. Gurindam
Gurindam merupakan jenis puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari dua baris dengan pola a-a-a-a. Isi gurindam adalah nasihat atau petuah.
6. Syair
Syair merupakan jenis puisi dengan ciri tiap bait berisi empat baris berpola a-a-a-a. Isi syair adalah nasihat atau cerita yang berisi hikmah.
7. Tribun
Contoh puisi lama yang terakhir adalah talibun. Nah, talibun merupakan pantun genap yang tiap baitnya terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris. Beberapa talibun ditulis juga dalam 16-20 baris dalam tiap baitnya. Pola puisi ini adalah a-a-a-a.
Puisi Baru
Berdasarkan isinya, puisi baru dibedakan lagi menjadi 7 jenis, yaitu balada, elegi, epigram, romansa, himne, ode, dan satire. Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
1. Balada
Balada adalah salah satu jenis puisi baru yang isinya tentang suatu kisah atau cerita. Terdiri dari 3 bait, balada masing-masing memiliki 8 larik.
Balada bersajak a-b-a-b-b-c-c-b, kemudian skemanya berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir yang berada pada bait pertama digunakan sebagai refren dalam bait-bait selanjutnya.
Halaman:

