14 Contoh Puisi Lama dan Puisi Baru beserta Contoh dan Perbedaannya
Puisi terbagi menjadi dua jenis, yakni puisi lama dan puisi baru. Nah, berikut akan kita bahas lengkap perbedaan keduanya hingga contohnya. Simak hingga bagian akhir artikel untuk mendapatkan jawabannya.
FAQ
Beberapa contoh puisi lama, antara lain mantra, pantun, karmina, seloka, gurindam, syair, talibun, dan balada.
Contoh puisi lama adalah pantun, gurindam, talibun, mantra, dan sebagainya. Kemudian, puisi baru atau puisi modern adalah puisi yang tak lagi terikat aturan-aturan di atas, bentuknya lebih bebas terkait jumlah baris, suku kata, serta rimanya.
Contoh puisi baru antara lain balada, elegi, epigram, himne, ode, romansa, dan satire.
Ciri puisi lama adalah terikat dengan aturan, misalnya: peraturan pada jumlah baris per bait, jumlah suku kata, kalimat, maupun irama. Selain itu, puisi lama juga kerap ditemukan dalam bentuk anonim (tidak tertera nama penulis atau pengarangnya) dan memiliki gaya bahasa statis atau tetap.
Ciri puisi lama adalah terikat dengan aturan, misalnya: peraturan pada jumlah baris per bait, jumlah suku kata, kalimat, maupun irama. Selain itu, puisi lama juga kerap ditemukan dalam bentuk anonim (tidak tertera nama penulis atau pengarangnya) dan memiliki gaya bahasa statis atau tetap.
Romansa merupakan salah satu jenis puisi baru yang berisikan luapan perasaan cinta dan kasih sayang. Romansa berasal dari Bahasa Perancis “romantique” yang memiliki arti keindahan perasaan; persoalan kasih sayang; dan kasih mesra.
Halaman:
