Advertisement
Source : Canva/@oduaimages

7 Contoh Puisi tentang Kebangsaan yang Menyentuh Hati Singkat dan Jelas

Kamu sedang mencari inspirasi untuk membuat puisi tentang kebangsaan? Temukan saja contoh-contohnya di artikel berikut ini.

5 Juni 2024 Fajar Laksana

Contoh Puisi tentang Kebangsaan 3

Nahkoda Kapal Bangsa ini, Celaka!

Pada suatu samudra luas yang tak bertepi, 
Kapal bangsa mengarungi lautan, berlayar perlahan. 
Bendera merah putih berkibar mengusap angin, 
Namun di sudut layar, angin badai meruah, menunggu hembuskan badai

Sementara itu, di dek kapal, seluruh rakyat saling genggam tangan 
Mengharap penuh agar nahkoda bijak takkan berlalu. 
Tapi lihat! Cermati! Ada celaka datang tiba-tiba, 
Nahkoda entah kenapa, menjadi lengah, persetan pada arah.

Debur gelombang masalah menghantam seluruh badan kapal, 
Sayang sekali, nahkoda terbuai ilusi
Dikiranya samudra sedang tenang 
Diam-diam, harta karun negeri tergadai serakah, 
Dalam cengkeraman para bajak laut gelap
Yang ironisnya menyamar menjadi penumpang rakyat

Kemudi terombang-ambingkan, tak menentu, 
Penumpang resah, hati dipenuhi ragu dan takut.  

Apakah bangsa ini akan tenggelam di samudra, 
Atau bangkit bersama, menurunkan sang nahkoda silap?

Walu nahkoda kehilangan mata, 
Rakyat di dek tak kenal kompromi. 
Dengan tangan kuat, hati yang suci, 
Mereka bersumpah untuk tetap berdiri

Kapten boleh lalai, arah bisa salah,  

Namun semangat bangsa takkan pernah kalah.  

Dengan semangat pahlawan, rakyat perbaiki layar, 
Sementara yang lain, mengganti nahkoda

Obor harapan menyala dalam percikan, 
Kelak, di dalam persatuan, akan ada jalan.  

Nahkoda bisa berganti, kapal bisa berlayar, 
Asalkan rakyat tak gentar.

Wahai bangsa, mari sadar, 
Masa depan kita, di tangan kita. 
Hiraukan kegamangan, tetapkan laju bersama, 
Menjadi nahkoda kapal bangsa bersama-sama, arungi samudra

Contoh Puisi tentang Kebangsaan 4

Bangsa Sawit

Sebuah lembah hijau, di bawah naungan langit terang, 
Tumbuhlah pohon sawit, berdiri tegak perkasa, 
Akarnya mencengkeram kesuburan pertiwi, 
Batangnya kokoh, memeluk angin dan mengancam pernapasan.

Daun-daunnya rimbun, seperti harapan yang melambai, 
Menyentuh mimpi-mimpi, menggapai langit yang jauh, 
Buahnya berisi, menyimpan sejuta janji, 
Menghidupi anak bangsa, dari sabang sampai merauke.

Ya, kita telah menjadi bangsa sawit
Bangsa yang berharap bangkit
Dengan menumbalkan kehijauan
Berapa anak suku hutan terusir
Berapa banyak orang utan terkapar
Kehilangan rupiah, dan terpapar matahari
Tidak ada tempat bergelayut
Tidak ada tempat berburu
Mereka dikhianati

Halaman:

Advertisement