7 Contoh Puisi tentang Kebangsaan yang Menyentuh Hati Singkat dan Jelas
Kamu sedang mencari inspirasi untuk membuat puisi tentang kebangsaan? Temukan saja contoh-contohnya di artikel berikut ini.
Bendera ini, bukan kain,
Melainkan darah dan air mata,
Perjuangan keras, pengorbanan nyawa nyata,
Menyatukan seluruh keturunan ke dalam satu tujuan,
Untuk negara yang merdeka.
Bendera yang jatuh itu, kunaikkan
dengan bangga meski susah payah,
Kuselipkan harap pada tiap lipatan,
Harap untuk berpadu, tanpa terpecah belah,
Menjaga warisan kemerdekaan sepenuh jiwa.
Kini, untuk saat ini, kibarnya kembali memenuhi angkasa biru,
Seakan melambai pada mereka yang berlalu,
Memberi semangat bagi kita yang ditinggal lalu,
Bendera yang jatuh itu, kini berkibar lagi,
Menyatukan hati, menorehkan janji,
Bahwa anak bangsa tak akan menyerah, tak akan mundur,
Demi Indonesia, tanah air yang makmur.
Contoh Puisi tentang Kebangsaan 2
2045, Bangsa yang Emas atau Bangsa yang Lemas
Bangsa ini ada-ada saja
Kemarin korupsi timah
Lalu pembunuhan
Sekarang Tapera
Sungguh, bangsa ini ada-ada saja
Akhirnya tiba-tiba sudah 2045, kita pun meratap,
Indonesia yang tangguh, ataukah remuk?
Bangsa yang emas, cemerlang sejahtera,
Ataukah lemas, merana tak berdaya?
Generasi muda, penerus cita,
Beban di pundak, menanggung warisan dosa-dosa,
Akankah kita jaga warisan itu,
Atau relakan saja, dan membangun baru
Pertanyaannya, bisakah kita mengisi masa depan dengan kejujuran?
Kemajuan bukan sekadar angan,
Kerja keras, inovasi, semangat berkarya,
Pendidikan yang adil, tak memandang strata,
Membuka jalan bagi setiap asa.
Harapannya, di kota dan desa, harmoni terjalin,
Akan tetapi, akankah itu mungkin
Ketika politik masih curang bermain?
Katanya Indonesia Emas 2045
Namun bayang lemas mengintai di baliknya,
Korupsi, kolusi, merongrong dari dalam,
Apakah kita kan lengah, menyerah pada gelap,
Atau berdiri teguh, melawan dengan tegas?
2045, mari renungkan,
Pada jalan mana yang akan kita tempuh,
Bangsa yang emas, bersinar sepanjang masa,
Ataukah lemas, tenggelam dalam nestapa?
Di tangan kita, masa depan tercipta,
Mari putus segala tradisi dosa
Mari putus, keculasan dengan cita bersama,
2045, Indonesia harus jaya,
Seandainya tidak, maka kita akan jadi bangsa yang tidak dipandang dunia.

