Advertisement
Source : Canva/@oduaimages

7 Contoh Puisi tentang Kebangsaan yang Menyentuh Hati Singkat dan Jelas

Kamu sedang mencari inspirasi untuk membuat puisi tentang kebangsaan? Temukan saja contoh-contohnya di artikel berikut ini.

5 Juni 2024 Fajar Laksana

Kami sekarang adalah bangsa sawit, bangsa yang berdiri teguh dalam fatamorgana,
Menghadapi badai, dengan seadanya, 
Dengan tekad yang bulat, hancurkan masa depan, 
Untuk generasi yang akan datang, untuk anak cucu tercinta
Agar mererka tidak menikmatinya

Bangsa ini, tidak baik-baik saja
Kukatakan demikian, karena aku mencintainya
Bangsa yang besar kini tergadaikan
Menjual konsensi hutan, dialihwajahkan menjadi sawit

Jujur, bangsa ini sedang sakit
Dan karena aku cinta, aku beritahu kalian
Bangsa ini sakit, sebab bangga menjadi bangsa sawit

Contoh Puisi tentang Kebangsaan 5

Siapa yang Tak Luka, Bangsanya Dijajah Bangsa Sendiri

Tanah air ini, hamparan pulau Indonesia yang permai,
Tersembunyi, terselip kenyataan pahit, begitu kusam, tak tampak dalam bening sungai.
Sungguh, ada yang tidak masuk akal, sungai itu, dikotori oleh orang yang kita kenal
Bukan orang lain yang mencengkeram, namun saudara seibu,
Bayangkan, siapa yang tak luka, kala bangsanya dijajah bangsa sendiri?

Sejarah terurai dalam benang yang kusut,
Di balik wajah ceria, tersimpan tangis yang ngilu.
Merah putih berkibar, namun hatiku gundah,
Saat janji kemerdekaan seakan hanya cerita indah.

Di balik gedung megah, ada yang menangis pilu,
Petani di ladang, nelayan di laut biru.
Di lorong kota, buruh keringat mengalir,
Sementara elit di puncak, sering kali lalai dan ingkar.

Siapa yang tak luka, melihat pendidikan berbayar tinggi?
Anak-anak bangsa tertatih mencari ilmu, namun terbentur dinding materi.
Hukum bagai pisau tumpul di satu sisi,
Tajam untuk mereka yang lemah, tetapi membelai mereka yang berkuasa.

Contoh Puisi Deskriptif, Naratif, dan Dramatik beserta Ciri-ciri dan Pengertiannya

Kemerdekaan sejati harusnya bukan sebatas bebas dari rantai dan bahasa asing,
Namun jaminan hidup adil dan makmur bagi setiap rakyatnya.
Ketika korupsi menjadi budaya, menggerogoti negeri,
Siapa yang tak luka, menyaksikan bangsanya dijajah dari dalam paru-paru sendiri?

Mari bangkit, meski penuh darah, mari bangkit dengan hati yang bersih,
Menyatukan langkah, meski berbeda arah.
Karena kebangsaan bukan sekedar kata,
Namun tindakan nyata, mewujudkan keadilan bersama.

Mari menanam harapan, tumbuhkan cinta yang sejati.
Agar merah putih tak hanya berkibar di angkasa,
Namun juga mengalir dalam setiap nadi, memupuk harmoni.

Halaman:

Advertisement