7 Contoh Puisi tentang Kebangsaan yang Menyentuh Hati Singkat dan Jelas
Kamu sedang mencari inspirasi untuk membuat puisi tentang kebangsaan? Temukan saja contoh-contohnya di artikel berikut ini.
Mari usir mereka yang menjajah diri kita sendiri
Sebagai wujud cinta pada bangsa
Siapa yang tak luka, melihat bangsanya dijajah bangsa sendiri?
Contoh Puisi tentang Kebangsaan 6
Merawat Kebangsaan, Katamu, Kataku, Kata Mereka, Kata Kita
Menurutmu, apa itu bangsa
Menurutku, seperti ini bangsa
Tapi berbeda dengan kata mereka
Yang tak sama dengan kata kita
Meski berbeda kepala
Kita tetap satu bangsa
Di tanah air ini, kita dilahirkan,
Menyatu dalam pelukan ibu pertiwi,
Sabang sampai Merauke,
Beraneka bahasa, menyatu dalam satu nyawa
Katamu, kebangsaan adalah janji,
Janji pada darah dan air mata,
Tumpah di medan juang dan sejarah,
Menjelma dalam bendera merah putih.
Kataku, kebangsaan adalah doa,
Doa yang terucap di bibir para pejuang,
Mengalir dalam nadi anak bangsa,
Menjaga persatuan, merajut untaian harmoni.
Sementara itu, kata mereka, kebangsaan adalah cinta,
Cinta pada negeri yang kita jaga,
Merawat alam, membangun cita-cita,
Menjadi bangsa yang berdaulat, penuh dengan berdaya.
Kata kita, kebangsaan merupakan tanggung jawab,
Tanggung jawab atas masa depan,
Mengukir sejarah dengan tangan kita,
Mewujudkan mimpi kerja yang nyata.
Dalam riuh rendah kota dan desa,
Dalam bisikan lembut angin sawah,
Kita harus berdiri tegak bersama,
Kibarkan jiwa Pancasila.
Merawat kebangsaan bukan sekedar kata,
Namun laku yang kita teladani,
Bersama dalam suka dan duka,
Menghidupkan nilai sejati bangsa ini.
Pada setiap langkah dan nafas,
Pada tiap tawa dan air mata,
Meski beda, mari jaga, rawat, dan pelihara,
Kebangsaan yang kita cintai bersama.
Contoh Puisi tentang Kebangsaan 7
Tidak Ada Kata Lelah untuk Mencintai Bangsa
Apa kamu lelah,
Jujur aku hampir lelah
Tapi, ada satu tarikan dari arah yang entah
Aku harus tetap mencintai bangsa ini
Di tanah ini, saksi sejarah bertutur,
Di setiap jengkal, perjuangan tak henti-henti,
Kuingat ribuan pahlawan telah jatuh dan gugur,
Demi raih kebebasan
Hingga kemudian merah putih berkibar dalam kobar
Di setiap hati, api cinta tak pernah padam,
Menyala terang, membara tanpa lelah.

