Advertisement
Source : freepik.com/jcomp

Contoh Resensi Novel Bumi Manusia Singkat Karya Pramoedya Ananta Toer

Ulasan buku atau resensi buku masih menjadi salah satu pertimbangan bagi seorang pembaca untuk membeli atau melanjutkan keseluruhan isi buku.

11 Januari 2024 Nana

Namun, tiba-tiba konflik terjadi saat Herman Mellema, suami Nyai Ontosoroh tewas dibunuh.

Status Herman sebagai penguasa dan pemilik pabrik pun goyah. Nyai Ontosoroh menyadari dirinya hanya gundik yang tidak memiliki hak sedikit pun untuk memiliki perusahaan termasuk atas anak kandungnya sendiri.

Akan tetapi, Nyai Ontosoroh tak mau menyerah begitu saja. Perempuan itu lantas bangkit melawan untuk mempertahankan haknya bersama Minke, menantunya.

Hanya saja, apa daya. Sekuat apa pun Minke dan Nyai Ontosoroh melawan, Nyai Ontosoroh hanya seorang Nyai. Perempuan itu benar-benar tak berkutik di hadapan hukum kolonial Belanda yang berlaku saat itu.

Perjuangan Nyai Ontosoroh dan Minke kandas. Mereka kalah di hadapan peradilan kolonial Belanda.

Annelies Mellema harus tinggal bersama keluarganya di Belanda. Minke suaminya sendiri pun tak mampu berbuat banyak.

Contoh Teks Ulasan Film Laskar Pelangi beserta Strukturnya Lengkap

Semua orang melepas kepergian Annelies dengan duka. Nyai Ontosoroh sudah tak memiliki apa-apa lagi, begitu juga dengan Minke.

Melalui pemaparan dalam novel Bumi Manusia, Pramoedya Ananta Toer menggambarkan tokoh Nyai Ontosoroh dengan sangat apik.

Bisa dibilang ini menjadi salah satu novel yang berhasil menyuarakan isu gabungan dan ideologis terhadap perempuan yang tengah memperjuangkan haknya dalam beberapa bidang sekaligus.

Nyai Ontosoroh memperjuangkan diri dan haknya di bidang ekonomi, hukum, politik dan kehidupan sosial dalam dampak kolonialisme pada saat itu.

Kelebihan Buku Bumi Manusia

Jika hendak melihat dari sisi penulisan, novel Bumi Manusia tentu saja sangat bagus. Setiap peristiwa yang ditulis di dalamnya sangat selaras dan penuh arti.

Di masing-masing bab juga diceritakan dengan pembabakan gamblang meskipun sesekali terjadi perubahan sudut pandang orang pertamanya, seperti dari Minke ke Annelise, kemudian berubah menuju Nyai Ontosoroh.

Akan tetapi, terlepas dari itu, jalan cerita dalam Bumi Manusia tetap mudah dipahami.

Bahkan, membaca novel ini dapat menambah wawasan akan perkembangan dan pertumbuhan pada tiap karakter atau tokoh dalam cerita.

Dengan kata lain, sebagai pembaca, kamu dapat mengetahui dan memahami dari berbagai sudut pandang si tokoh utama cerita tersebut.

Hal ini ditandai ketika Nyai Ontosoroh sebagai sudut pandang orang pertama yang menjelaskan secara apik bahwa dirinya dihinakan oleh adat Jawa dan hidupnya tidak lain berdasarkan kehendak ayahnya yang harus ia turuti, hingga kemudian dirinya dapat tinggal bersama orang Eropa meski tanpa adanya ikatan pernikahan yang sah di hadapan negara.

Halaman:

Advertisement