Advertisement
Source : freepik.com/jcomp

Contoh Resensi Novel Bumi Manusia Singkat Karya Pramoedya Ananta Toer

Ulasan buku atau resensi buku masih menjadi salah satu pertimbangan bagi seorang pembaca untuk membeli atau melanjutkan keseluruhan isi buku.

11 Januari 2024 Nana

Kekurangan Buku Bumi Manusia

Di balik semua keunggulan novel yang ditulis oleh Pram di atas, tentu ada sisi kekurangannya meski tentu saja minor.

Hal tersebut ditandai dengan ada banyak sekali istilah-istilah atau kaidah bahasa yang kurang akrab di telinga atau dalam kehidupan para pembaca di zaman modern.

Sehingga jika pembaca enggan untuk riset singkat, maka ada kemungkinan pembacanya akan mengalami kesukaran dalam memaknai istilah atau kaidah bahasa yang ada di dalam cerita novel Bumi Manusia ini.

Mungkin karena buku ini mengambil latar di zaman kolonial Belanda. Meski demikian, moral cerita dan pelajaran positif yang dituliskan oleh Pram dalam novel ini tidak bisa dianggap biasa.

Novel Bumi Manusia sangat layak dibaca dan dinikmati, bahkan sampai saat ini.

Tambahan Contoh Resensi Novel Sang Pemimpi

Selain contoh resensi novel Bumi Manusia di atas, Mamikos juga punya tambaha contoh resensi novel lain yakni miliknya Andrea Hirata, Sang Pemimpi.

Seperti apa resensi novel Sang Pemimpi tersebut? Kamu bisa menyimak pada pemaparan resensi sebagai berikut ini.

Identitas Novel

  • Judul Buku: Sang Pemimpi
  • Penulis: Andrea Hirata
  • Tebal Buku: 292 halaman
  • Penerbit: PT. Bentang Pustaka
  • Tahun Terbit: 2008
Kumpulan Contoh Judul Buku Fiksi dan Non Fiksi Dilengkapi Nama Penulisnya

Sinopsis

Novel karya Andrea Hirata satu ini mengisahkan tentang kehidupan tiga anak Melayu Belitong bernama Arai, Ikal, dan Jimbron. Kehidupan ketiga pemuda itu penuh dengan perjuangan, liku, dan tantangan.

Namun ketiga pemuda tanggung itu yakin dengan kekuatan cinta dan rasa percaya terhadap kekuatan mimpi dan kekuasaan Tuhan, apa pun akan mereka taklukkan.

Ketiganya duduk di bangku SMA dan bekerja paruh waktu menjadi kuli ikan untuk bertahan hidup.

Di sebuah SMA Negeri Bukan Main, ada seorang kepala sekolah yang baik dan bijaksana yang bernama Pak Balia.

Selain itu, ada tokoh antagonis yang ditakuti para siswa bernama Pak Mustar. Beliau menjadi demikian galak karena konon anaknya sendiri tidak diterima di SMA Negeri Bukan Main.

Ikal, Jimbron, dan Arai pernah melanggar peraturan sekolah karena mereka menonton film di bioskop. Atas pelanggaran tersebut, ketiganya dihukum oleh Pak Mustar.

Mereka bertiga diminta untuk berakting membersihkan WC di lapangan sekolah.

Arai dan Ikal sebenarnya memiliki ikatan persaudaraan. Ketika Arai duduk di bangku kelas 1 SD, ibunya meninggal. Lalu saat duduk di bangku kelas 3 ayahnya juga meninggal.

Halaman:

Advertisement