Advertisement
Source : freepik.com/yanalya

Contoh Soal Bilangan Kuantum Utama, Azimut, Magnetik, dan Spin beserta Jawabannya

Materi bilangan kuantum sering muncul dalam ujian, jadi pastikan kamu memahaminya dengan baik. Pelajari lebih lanjut dengan mengerjakan kumpulan contoh soalnya pada artikel ini!

4 September 2024 Asrul A

Bilangan Kuantum Utama (n)

Bilangan kuantum utama adalah bilangan kuantum yang menentukan tingkat energi (kulit) dari elektron dalam atom. Semakin besar nilai n, maka semakin jauh jarak elektron dari inti atom, dan semakin tinggi pula energinya. Bilangan kuantum Utama mulai dari 1,2,3 dan seterusnya.

Kulit yang terdekat dengan inti atom akan memiliki tingkat energi yang paling rendang, yakni n = 1, disebut dengan K.

Kemudian, kulit yang kedua dari inti atom disebut dengan L dengan nilai n = 2. Lalu, kulit ketiga n = 3 atau disebut M. Dan selanjutnya, kulit keempat disebut N dengan nilai n = 4, dan begitupun seterusnya.

Semakin jauh posisi kulit atom dari inti, semakin besar ukuran kulit tersebut, sejalan dengan bertambahnya nilai bilangan kuantum utama. Untuk mengetahui jumlah maksimum elektron yang bisa menempati sebuah kulit, kita bisa gunakan rumus 2(n²). 

Bilangan Kuantum Azimut (l)

Bilangan kuantum azimut adalah salah satu dari empat bilangan kuantum yang digunakan untuk menggambarkan posisi dan energi elektron dalam sebuah atom. Bilangan ini berfungsi untuk menentukan jenis dan bentuk orbital, tempat di mana elektron berada di dalam atom.

Dalam teori mekanika kuantum, setiap kulit (atau tingkat energi utama) terdiri dari beberapa subkulit yang lebih kecil. Subkulit ini kemudian akan ditentukan oleh bilangan kuantum azimut, yang sering disimbolkan dengan huruf “l.

Nilai dari bilangan kuantum azimut ini dimulai dari 0 dan dapat mencapai nilai maksimal (n-1), di mana “n” adalah bilangan kuantum utama yang menunjukkan tingkat energi utama.

Nilai “l” tidak pernah negatif dan tidak boleh lebih besar dari (n-1). Berikut di bawah ini adalah hubungan antara bilangan kuantum utama (n) dan bilangan kuantum azimut (l) :

  • Jika n = 1, maka l hanya bisa bernilai 0
  • Jika n = 2, maka l bisa bernilai 0 atau 1
  • Jika n = 3, maka l bisa bernilai 0, 1, atau 2

Dan seterusnya.

Setiap nilai “l” mewakili subkulit yang berbeda, yang diberi nama dengan huruf-huruf seperti s, p, d, f, dan seterusnya. Huruf-huruf tersebut berasal dari istilah sharp (tajam), principal (utama), diffuse (kabur), dan fundamental (pokok).

Istilah tersebut dipakai untuk notasi spektroskopi deret-deret spektrum unsur alkali. Hubungan antara nilai l dan simbol subkulit bisa kamu perhatikan pada urauan di Bawah :

  • Nilai l = 0 disebut subkulit s
  • Nilai l = 1 disebut subkulit p
  • Nilai l = 2 disebut subkulit d
  • Nilai l = 3 disebut subkulit f

Dan seterusnya.

Halaman:

Advertisement