13 Contoh Soal Biologi Molekuler dan Pembahasannya Lengkap
Pelajari contoh soal biologi molekuler dan pembahasannya lengkap sebagai bahan latihan untuk memahami konsep DNA, RNA, sintesis protein, hingga rekayasa genetika.
Biologi molekuler sering dianggap sebagai materi yang sulit karena banyaknya istilah latin dan nama enzim yang harus dipahami. Padahal, dengan mempelajari contoh soal biologi molekuler dan pembahasannya, kamu bisa lebih mudah memahami materi ini. 🧬📚
Ingin mengulik lebih dalam terkait biologi molekuler? Simak contoh soal beserta pembahasannya berikut ini.
Daftar Isi
Mengenal Biologi Molekuler

Biologi molekuler merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari kehidupan pada tingkat molekul, terutama interaksi yang terjadi antara DNA, RNA, dan protein, serta bagaimana ketiganya saling mengatur satu sama lain.
Sebenarnya, bidang biologi molekuler beririsan erat dengan biokimia yang fokus pada reaksi kimia dan genetika yang fokus pada pewarisan sifat. Nah, di sinilah biologi molekuler menjadi jembatan keduanya karena mampu menjelaskan mekanisme molekuler yang terjadi.
Biologi molekuler dipelajari di jenjang SMA kelas 12, seringkali diujikan pada peserta OSN, dan diajarkan juga di jenjang perkuliahan.
Materi biologi molekuler perlu visualisasi karena mempelajari DNA, RNA, enzim, kode genetik, dan aktivitas lain di dalam sel. Tentu ukurannya yang sangat kecil tidak bisa kamu lihat dengan mata telanjang, sehingga untuk membayangkan proses kompleks di dalam sel cukup sulit.
Masih kesulitan membayangkan?
Bayangkan DNA sebagai buku resep rahasia yang tersimpan di brankas (inti sel). Karena bukunya mahal dan hanya ada satu, koki tidak boleh membawanya ke luar.
Jadi, koki memfotokopi satu lembar resep (mRNA) lalu membawanya ke dapur (sitoplasma). Di sana, mesin untuk memasak (ribosom) akan membaca resep tersebut dan mengolah bahan-bahan makanan (asam amino) yang diantar oleh pelayan (tRNA) sampai jadi hidangan lezat (protein).
Tips Belajar Biologi Molekuler
Untuk menguasai soal biologi molekuler, pahami Dogma Sentral Biologi Molekuler, yaitu alur informasi genetik yang menjelaskan bagaimana perintah di dalam DNA diubah menjadi protein yang berfungsi penuh dalam tubuh.
Prinsip utamanya berjalan satu arah dari DNA → RNA → protein. Kamu perlu mengetahui bahwa DNA menyimpan cetak biru, RNA membawa salinan pesan, sedangkan protein menjadi pekerja utama sel.
Simak tahapan utama yang terjadi pada proses besar berikut ini:
1. Replikasi (penggandaan DNA)
Replikasi adalah proses sel saat menggandakan seluruh molekul DNA-nya sebelum membelah untuk memastikan sel anak menerima cetak biru genetik yang identik.
Pada tahap ini, enzim kunci seperti helikase bertugas membuka untai ganda, dan enzim DNA polimerase bertugas membentuk untai DNA baru.
2. Transkripsi (penyalinan pesan ke RNA)
Transkripsi adalah proses pembacaan untai DNA cetakan oleh enzim RNA polimerase untuk menghasilkan molekul messenger RNA (mRNA).
mRNA akan bertindak sebagai salinan resep yang membawa kode genetik keluar dari inti sel menuju sitoplasma.
3. Translasi (penerjemahan kode menjadi protein)
Translasi merupakan proses penerjemahan urutan kodon (tiga basa nitrogen) pada mRNA yang dilakukan oleh ribosom.
Dengan bantuan tRNA yang mengangkut asam amino yang sesuai, ribosom merangkai asam amino tersebut menjadi rantai polipeptida yang kemudian akan melipat membentuk protein fungsional.
Contoh Soal Biologi Molekuler dan Pembahasannya
Mungkin kamu bisa menghafal istilah-istilah dalam biologi molekuler dengan mudah. Tapi, apakah kamu sudah benar-benar paham konsepnya? Yuk, uji pemahamanmu dengan contoh soal biologi molekuler dan pembahasannya berikut ini.
Soal 1
Satu nukleotida DNA tersusun atas tiga komponen. Manakah kombinasi yang tepat?
A. Gula ribosa, gugus fosfat, dan basa nitrogen
B. Gula deoksiribosa, gugus fosfat, dan basa nitrogen
C. Gula deoksiribosa, gugus amino, dan basa nitrogen
D. Gula ribosa, gugus karboksil, dan basa nitrogen
E. Gula deoksiribosa, gugus fosfat, dan asam amino
Jawaban: B. Gula deoksiribosa, gugus fosfat, dan basa nitrogen
Pembahasan:
DNA menggunakan gula deoksiribosa (kekurangan satu atom oksigen dibanding ribosa pada RNA), dipadukan dengan gugus fosfat sebagai “tulang punggung” rantai, dan basa nitrogen sebagai pembawa informasi genetik.
Soal 2
Mengapa guanin selalu berpasangan dengan sitosin, bukan dengan adenin?
A. Karena keduanya sama-sama purin
B. Karena keduanya sama-sama pirimidin
C. Karena bentuk geometris dan jumlah ikatan hidrogennya cocok (3 ikatan)
D. Karena guanin dan sitosin memiliki massa molekul yang sama
E. Karena keduanya disintesis pada tahap sel yang sama
Jawaban: C. Karena bentuk geometris dan jumlah ikatan hidrogennya cocok (3 ikatan)
Pembahasan:
Guanin (purin) dan sitosin (pirimidin) membentuk 3 ikatan hidrogen yang stabil karena kesesuaian bentuk molekulnya, ibaratnya kunci dan gembok.
Soal 3
Eksperimen Meselson dan Stahl (1958) menggunakan pelabelan isotop nitrogen untuk membuktikan model replikasi DNA yang benar. Model manakah yang didukung oleh hasil eksperimen tersebut?
A. Konservatif
B. Semikonservatif
C. Dispersif
D. Konjugatif
E. Non-replikatif
Jawaban: B. Semikonservatif
Pembahasan:
Hasil eksperimen pelabelan isotop oleh Meselson dan Stahl secara jelas mendukung model semikonservatif.
Pada model ini, setiap molekul DNA hasil replikasi terdiri dari satu untai induk (lama) dan satu untai anakan (baru). Hasil ini turut menggugurkan model konservatif.
Soal 4
Enzim yang bertugas menyambung fragmen-fragmen Okazaki pada untai lagging menjadi satu untai utuh adalah…
A. Helikase
B. Primase
C. DNA polimerase
D. DNA ligase
E. Topoisomerase
Jawaban: D. DNA ligase
Pembahasan:
DNA ligase berfungsi menyambung celah (nick) antar-fragmen Okazaki dengan membentuk ikatan fosfodiester. Helikase (A) membuka pilinan DNA, primase (B) membuat primer RNA, DNA polimerase (C) mensintesis nukleotida baru, dan topoisomerase (E) meredakan tegangan puntiran DNA.
Soal 5
Pernyataan yang tepat mengenai perbedaan transkripsi dan translasi adalah…
A. Transkripsi terjadi di ribosom, translasi terjadi di nukleus
B. Transkripsi menyalin DNA menjadi mRNA di nukleus, dilanjutkan translasi untuk menerjemahkan mRNA menjadi protein di ribosom
C. Transkripsi dan translasi sama-sama terjadi di ribosom
D. Transkripsi menerjemahkan kodon, translasi menyalin DNA
E. Transkripsi hanya terjadi pada sel prokariotik
Jawaban: B. Transkripsi menyalin DNA menjadi mRNA di nukleus, dilanjutkan translasi untuk menerjemahkan mRNA menjadi protein di ribosom
Pembahasan:
Transkripsi merupakan tahap penyalinan kode genetik DNA menjadi mRNA (terjadi di nukleus pada eukariot), sedangkan translasi adalah penerjemahan kodon mRNA menjadi urutan asam amino oleh ribosom (di sitoplasma).
Soal 6
Urutan tahapan transkripsi yang benar adalah…
A. Elongasi → Inisiasi → Terminasi
B. Terminasi → Elongasi → Inisiasi
C. Inisiasi → Elongasi → Terminasi
D. Inisiasi → Terminasi → Elongasi
E. Elongasi → Terminasi → Inisiasi
Jawaban: C. Inisiasi → Elongasi → Terminasi
Pembahasan:
Tahap transkripsi terdiri dari 3 fase berurutan: inisiasi (RNA polimerase menempel pada promotor), elongasi (penyambungan rantai RNA), dan terminasi (pelepasan RNA saat mencapai sinyal terminator).
Soal 7
Apa fungsi utama promotor pada proses transkripsi?
A. Tempat menempelnya ribosom untuk memulai translasi
B. Penanda titik awal RNA polimerase mulai transkripsi
C. Tempat terjadinya splicing mRNA
D. Sinyal untuk mengakhiri proses transkripsi
E. Lokasi penyambungan fragmen Okazaki
Jawaban: B. Penanda titik awal RNA polimerase mulai transkripsi
Pembahasan:
Promotor adalah sekuens DNA spesifik yang dikenali oleh RNA polimerase sebagai tempat penempelan dan titik awal dimulainya transkripsi.
Soal 8
Dalam teknik rekayasa genetika, enzim restriksi endonuklease berfungsi untuk…
A. Menyambung dua fragmen DNA menjadi satu
B. Menggandakan DNA secara eksponensial
C. Memotong DNA pada urutan basa spesifik yang dikenalinya
D. Menerjemahkan mRNA menjadi protein
E. Membuka pilinan double helix DNA
Jawaban: C. Memotong DNA pada urutan basa spesifik yang dikenalinya
Pembahasan:
Enzim restriksi bekerja sebagai “gunting molekuler” yang memotong ikatan fosfodiester DNA pada sekuens pengenalan spesifik (restriction site).
Soal 9
Tahap pemanasan tinggi pada siklus PCR yang berfungsi memisahkan untai ganda DNA disebut…
A. Annealing
B. Ekstensi
C. Denaturasi
D. Ligasi
E. Transformasi
Jawaban: C. Denaturasi
Pembahasan:
Siklus PCR terdiri dari 3 tahap:
Denaturasi (suhu tinggi ~95°C untuk memisahkan untai ganda DNA)
Annealing (suhu ~55°C agar primer menempel)
Ekstensi (suhu ~72°C tempat Taq polymerase memperpanjang untai baru)
Soal 10
Urutan hierarki dari unit terkecil ke struktur terbesar yang tepat adalah…
A. Kromosom → DNA → Gen
B. DNA → Gen → Kromosom
C. Gen → DNA → Kromosom
D. Gen → Kromosom → DNA
E. Kromosom → Gen → DNA
Jawaban: C. Gen → DNA → Kromosom
Pembahasan:
Gen adalah segmen spesifik pada molekul DNA. Molekul DNA berukuran sangat panjang yang membawa banyak gen.
DNA yang tergulung dan memadat bersama protein histon membentuk Kromosom.
Soal 11
Metilasi DNA sebagai salah satu mekanisme epigenetik umumnya berdampak pada…
A. Mengubah urutan basa nitrogen pada gen
B. Membungkam (silencing) ekspresi gen tanpa mengubah urutan DNA
C. Mempercepat replikasi DNA secara permanen
D. Mengganti basa sitosin menjadi timin secara permanen
E. Menghasilkan mutasi frameshift
Jawaban: B. Membungkam (silencing) ekspresi gen tanpa mengubah urutan DNA
Pembahasan:
Metilasi DNA menambahkan gugus metil (-CH3) pada basa sitosin. Hal ini menghambat akses faktor transkripsi sehingga menonaktifkan (silencing) ekspresi gen tersebut tanpa mengubah urutan nukleotida asli.
Soal HOTS Biologi Molekuler
Soal 12
Genom DNA untai ganda (double-stranded DNA) dari virus herpes simplex 1 pada manusia memiliki massa molekul sekitar 1,0 × 10^5 kD.
- Berapa banyak pasangan basa (base pairs) yang dikandung virus ini?
- Berapa banyak putaran heliks ganda penuh (full double-helical turns) yang terdapat pada DNA ini?
- Berapa panjang DNA ini dalam satuan mikron (μm)?
Pembahasan:
Konstanta Dasar Biologi Molekuler yang Digunakan:
- Massa rata-rata 1 pasang basa (bp) DNA untai ganda ≈ 650 Dalton (Da) atau 0,65 kD.
- Jumlah pasangan basa per 1 putaran penuh B-DNA ≈ 10,5 bp/putaran (atau sering dibulatkan menjadi 10 bp/putaran tergantung standar literatur).
- Jarak/panjang per 1 pasang basa (bp) ≈ 0,34 nm = 3,4 × 10^-4 μm.
a. Menghitung Jumlah Pasangan Basa (Base Pairs / bp)
Rumus:
Jumlah bp = Massa molekul total / Massa molekul rata-rata per 1 bp
Massa molekul total = 1,0 × 10^5 kD = 100.000 kD = 100.000.000 Da
Massa 1 bp = 650 Da = 0,65 kD
Jumlah bp ≈ 153.846 bp (atau 1,54 × 10^5 bp)
Jawaban:
Sekitar 153.846 bp (atau ≈ 150.000 bp jika menggunakan pembulatan umum 660 Da/bp)
b. Menghitung Jumlah Putaran Heliks Ganda Penuh
Rumus:
Jumlah Putaran = Jumlah bp / Jumlah bp per 1 putaran
Menggunakan standar bentuk B-DNA (10,5 bp per putaran):
Jumlah Putaran = 153.846 bp / (10,5 bp/putaran) ≈ 14.652 putaran
(Catatan: Jika menggunakan pembulatan 10 bp per putaran, didapatkan 15.385 putaran)
Jawaban:
Sekitar 14.652 – 15.385 putaran penuh
c. Menghitung Panjang DNA dalam Mikron (μm)
Rumus:
Panjang DNA = Jumlah bp × Jarak antar-pasangan basa
Jarak per bp = 0,34 nm = 0,00034 μm = 3,4 × 10^-4 μm
Panjang DNA = 153.846 bp × (3,4 × 10^-4 μm/bp) ≈ 52,31 μm
Jawaban:
Panjang DNA tersebut adalah sekitar 52,3 μm (mikron).
Soal 13
Berapa banyak protein berukuran rata-rata yang dapat dikodekan oleh virus dengan genom DNA sepanjang 12.000 bp, dengan asumsi tidak ada gen yang tumpang tindih (no overlap of genes)?
Pembahasan:
Konstanta & Asumsi Dasar:
Kodon: 1 asam amino dikodekan oleh 3 pasang basa (bp) DNA/mRNA
Ukuran rata-rata protein:
Protein standar/rata-rata memiliki panjang sekitar 300 hingga 400 asam amino (atau memiliki massa molekul sekitar 33.000 hingga 40.000 Da)
Kodon Stop/Start: Membutuhkan sekitar 1 kodon ekstra per gen (tambahan 3 bp)
Langkah Perhitungan
1. Menghitung total asam amino yang bisa dikodekan dari 12.000 bp:
Total asam amino = Total bp / (3 bp/asam amino) = 12.000 / 3 = 4.000 asam amino
2. Menghitung jumlah protein rata-rata:
Jika ukuran protein rata-rata = 333 asam amino (≈ 1.000 bp per gen):
Jumlah protein = 12.000 bp / (1.000 bp/protein) = 12 protein
Jika ukuran protein rata-rata = 400 asam amino (≈ 1.200 bp per gen):
Jumlah protein = 4.000 asam amino / (400 asam amino/protein) = 10 protein
Jawaban:
Genom DNA sepanjang 12.000 bp dapat mengkodekan sekitar 10-12 protein berukuran rata-rata.
Penutup
Materi biologi molekuler memang kompleks dan membutuhkan pemahaman untuk bisa menguasainya. Namun, hal tersebut sangat mungkin selama kamu meluangkan waktu untuk belajar dan mengerjakan contoh soal biologi molekuler dan pembahasannya sebagai latihan.
Jangan khawatir jika masih kebingungan dengan materi biologi molekuler. Terapkan tips belajar di atas dan akses berbagai materi biologi dan materi lainnya di blog Mamikos. Selamat belajar! ✍️ 📖
Referensi:
Weaver, R. F., 2012. Molecular Biology 5th ed. New York: McGraw-Hill
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya




