Contoh Soal Payback Period dengan Pembahasan dan Cara Menghitungnya
Masih bingung bagaimana konsep dan cara menghitung payback periode? Yuk, pelajari contoh soalnya di artikel ini.
2. Rumus Payback Period dengan Arus Kas Tidak Konstan
Sayangnya, tidak semua investasi menghasilkan arus kas yang stabil. Ketika jumlah kas masuk berbeda setiap tahunnya, perhitungan Payback Period pun perlu disesuaikan.
Caranya adalah dengan melihat akumulasi arus kas hingga modal hampir kembali, lalu menghitung sisa waktunya menggunakan rumus berikut:
Payback Period = n + (Sisa Investasi / Arus Kas Tahun Berikutnya)
Keterangan:
- n : tahun terakhir ketika akumulasi arus kas belum sepenuhnya menutup modal awal
- Sisa Investasi : jumlah modal yang belum kembali pada akhir tahun ke-n
- Arus Kas Tahun Berikutnya : nilai arus kas pada tahun ke-(n+1)
Pembahasan Contoh Soal Payback Period
Di bagian ini selanjutnya Mamikos akan mengajakmu untuk menerapkan rumus payback periode ke dalam contoh soalnya. Setiap contoh soal payback period berikut juga sudah disertai dengan jawabannya, sehingga lebih mudah untuk kamu pelajari.
1. Sebuah perusahaan mengeluarkan investasi awal sebesar Rp120.000.000 untuk membeli mesin baru. Mesin tersebut diperkirakan menghasilkan arus kas bersih Rp30.000.000 per tahun. Hitung Payback Period-nya.
Pembahasan:
Karena arus kas masuk sama setiap tahun, gunakan rumus dasar [Payback Period=Investasi AwalArus Kas Bersih Tahunan][=120.000.00030.000.000=4 tahun]
Jadi, investasi akan balik modal dalam waktu 4 tahun.
2. Sebuah proyek membutuhkan modal awal Rp75.000.000. Proyek ini menghasilkan arus kas bersih Rp15.000.000 setiap tahun. Tentukan Payback Period-nya.
Pembahasan:
[PP=75.000.00015.000.000=5Â tahun]
Artinya, proyek baru mencapai titik impas setelah 5 tahun.
3. Investasi awal sebuah proyek adalah Rp200.000.000. Proyek menghasilkan arus kas sebagai berikut:
- Tahun 1: Rp60.000.000
- Tahun 2: Rp70.000.000
- Tahun 3: Rp50.000.000
- Tahun 4: Rp40.000.000
Hitunglah Payback Period.
Pembahasan:
Hitung akumulasi arus kas:
- Tahun 1: 60.000.000
- Tahun 2: 60.000.000 + 70.000.000 = 130.000.000
- Tahun 3: 130.000.000 + 50.000.000 = 180.000.000
- Tahun 4: 180.000.000 + 40.000.000 = 220.000.000
Pada akhir tahun ke-3, modal belum kembali (baru 180 juta).
Pada tahun ke-4, modal baru tertutupi.
Sisa modal pada akhir tahun ke-3: 200.000.000 – 180.000.000 = 20.000.000
Rumus arus kas tidak tetap [PP=n+Sisa InvestasiArus Kas Tahun Berikutnya][=3+20.000.00040.000.000=3+0,5=3,5 tahun]
Jadi, Payback Period proyek ini adalah 3,5 tahun.
4. Sebuah perusahaan menginvestasikan Rp150.000.000 untuk membuka lini produk baru. Perkiraan arus kasnya:
- Tahun 1: Rp40.000.000
- Tahun 2: Rp45.000.000
- Tahun 3: Rp50.000.000
- Tahun 4: Rp55.000.000
Carilah waktu balik modal dari perusahaan tersebut.
Pembahasan:
Akumulasi arus kas:
- Tahun 1: 40.000.000
- Tahun 2: 85.000.000
- Tahun 3: 135.000.000
- Tahun 4: 190.000.000
Pada akhir tahun 3, modal belum kembali (135 juta).
Sisa modal:
[150.000.000 – 135.000.000 = 15.000.000]
Arus kas tahun berikutnya (tahun 4): 55.000.000
Hitung:
[PP=3+15.000.00055.000.000]
[=3+0,27=3,27Â tahun (dibulatkan 3,3 tahun)]
Jadi, proyek ini balik modal dalam sekitar 3,3 tahun.
5. Dua proyek (A dan B) sama-sama membutuhkan investasi awal Rp100.000.000.
Arus kas masuknya:
Proyek A
- Tahun 1: 40 juta
- Tahun 2: 30 juta
- Tahun 3: 30 juta
Proyek B
- Tahun 1: 20 juta
- Tahun 2: 40 juta
- Tahun 3: 50 juta
Tentukan Payback Period masing-masing dan proyek mana yang lebih cepat balik modal.
Pembahasan:
Proyek A:
Akumulasi kas:
- Th1: 40
- Th2: 70
- Th3: 100 → modal kembali di akhir th3
PP A = 3 tahun
Proyek B:
Akumulasi kas:
- Th1: 20
- Th2: 60
- Th3: 110 → modal kembali pada th3, tapi sebelum selesai tahun
Sisa modal akhir th2: 100 – 60 = 40
Hitung fraksi tahun:
PP=2+4050=2+0,8=2,8Â tahun
Jadi, Payback Period proyek A adalah 3 tahun dan B 2,8 tahun, sehingga dapat disimpulkan bahwa proyek B lebih cepat balik modal.
Halaman:

