3 Contoh Superposisi Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari dan Pengertiannya
Bagi kamu yang ingin mengetahui apa itu superposisi gelombang dan bagaimana contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam artikel ini, Mamikos akan menjelaskannya secara lengkap untuk kamu pelajari. Baca selengkapnya di sini!
Teknologi Noise Cancelling ini sendiri sangat bermanfaat untuk meredam suara-suara dari luar yang mengganggu suara pada perangkat yang kamu pakai.
Nah, menurut Oppo, teknologi noise cancelling sendiri dapat dibagi menjadi dua, yaitu Passive Noise Cancellation dan Active Noise Cancellation.
Passive Noise Cancellation bekerja dengan mengimplementasikan suatu bahan yang dapat meresap suara-suara eksternal, seperti busa atau karet. Hal ini sendiri dapat meredam suara eksternal, di mana teknologi ini dapat membatasi suara untuk memasuki ear canal kamu.
Active Noise Cancellation bekerja dengan mengeliminasi suara-suara yang tidak kamu inginkan, di mana teknologi yang digunakan dalam headphone kamu akan melakukan analisis terhadap suara-suara yang masuk ke telinga kamu melalui external microphone.
Nah, setelah suara-suara tersebut dianalisis, maka headphone akan melakukan adjustment terhadap frekuensi yang ada sehingga dapat meredam suara-suara dari luar.
Jika dikaitkan dengan superposisi gelombang, Noise Cancelling Headphone dapat mendeteksi suara dari luar dan memproduksi suatu gelombang bunyi yang memiliki amplitudo dan frekuensi yang sama, namun dengan fase yang bertolak belakang.
Nah, saat dua gelonbang ini berhadapan di telinga kamu, kedua gelombang tersebut akan saling melemahkan satu sama lain. Hal ini sendiri biasa disebut dengan interferensi destruktif
Hasilnya? Suara yang mengganggu dari luar telinga menjadi hampir tidak terdengar dan kamu dapat fokus pada apa yang ingin kamu dengarkan. Nah, teknologi ini sangat bermanfaat bukan? Apalagi di ruangan terbuka yang ramai.
2. Gelombang Air di Kolam
Apakah saat kecil kamu pernah melempar dua batu ke dalam suatu kolam secara bersamaan? Hal apakah yang terjadi? Nah, ketika dua batu dilempar ke dalam suatu kolam secara bersamaan, kamu akan melihat pola gelombang air yang saling bertabrakan.
Menurut Kumparan, Gelombang-gelombang ini dibentuk dari masing-masing lokasi lemparan batu di kolam tersebut dan akan meluas dan berulang sehingga membentuk suatu pola yang cukup rumit.
Nah, pada beberapa lokasi lemparan, puncak gelmbang dari satu batu dapat berjumpa dengan puncak gelombang dari batu lain sehingga membentuk gelombang yang lebih besar atau biasa kita kenal dengan sebutan interferensi konstruktif.
Selain itu, pada lokasi lemparan lain,, puncak gelombang dapat bertemu dengan cekungan gelombang lain dan saling mengeliminasi satu sama lain atau biasa kita kenal dengan sebutan interferensi destruktif.
Pola-pola yang dibentuk dari lemparan batu tersebut merupakan salah satu contoh superposisi gelombang yang dapat berinteraksi secara alamiah.
3. Gema dalam Ruang Kosong atau Besar (Gelombang Bunyi)
Pernahkah kamu merasa suara kamu terpantul kembali atau bergema di ruang yang kosong atau besar? Fenomena tersebut juga merupakan salah satu contoh dari superposisi gelombang, di mana suara yang kamu keluarkan dipantulkan kembali dari berbagai sudut dan terdengar kembali ke telinga kamu dalam waktu yang berbeda.
Menurut LMS-SPADA Indonesia, Gema merujuk pada suatu refleksi bunyi yang terbentuk ketika suatu bunyi atau suara dari permukaan direfleksikan kembali. Bunyi atau suara yang direfleksikan ini sendiri berbentuk suatu gelombang.
Nah, gimana sih proses gema bisa terjadi dan apa hubungannya dengan superposisi gelombang?
Halaman:
