4 Jenis Gelombang Berdasarkan Perambatan dan Arah Getaran Lengkap dengan Contohnya
Pelajari berbagai jenis gelombang lengkap dengan contoh dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari agar kamu semakin paham konsep energi yang ada di sekitar.
Belajar jenis gelombang sangat penting untuk kehidupan. Bayangkan, jika tidak ada gelombang, dunia akan sepi, gelap, dan tidak terkoneksi satu sama lain.
Ibaratnya, gelombang adalah kurir yang bertugas mengantar suara, cahaya, bahkan sinyal HP. Walaupun tidak terlihat, gelombang senantiasa bekerja untuk mempermudah hidup kita.
Yuk, cari tahu apa saja jenis gelombang yang dikelompokkan berdasarkan perambatan dan arah getarannya. π
Daftar Isi
Jenis Gelombang Berdasarkan Perambatan

Sebelum membahas jenis-jenis gelombang, pastikan kamu sudah paham dengan definisi apa itu gelombang.
Gelombang adalah getaran yang merambat melalui suatu media atau ruang hampa udara dan membawa energi dari satu titik ke titik lainnya.
Kamu bisa menganalogikan gelombang seperti getaran yang berjalan dengan membawa energi tapi tidak memindahkan benda. π¦
Energi tersebut menyebabkan benda di sekitarnya terasa bergetar, walaupun partikel medianya hanya bergerak bolak-balik di tempat.
Gelombang dibagi menjadi beberapa kategori, salah satunya berdasarkan cara merambatnya:
1. Gelombang Mekanik
Gelombang mekanik merupakan gelombang yang saat merambat membutuhkan medium (udara, air, tanah, tali, dsb.) untuk menyalurkan energi.
Jadi, kamu dapat membayangkan jika gelombang ini memerlukan βjalanβ agar bisa lewat. Apabila tidak ada medium, gelombang mekanik tidak dapat muncul.
Contoh gelombang mekanik fisika adalah ombak yang membutuhkan air sebagai medium, gelombang seismik (gempa bumi), dan gelombang suara yang membutuhkan udara sebagai medium perambatannya agar bisa terdengar olehmu.
2. Gelombang Elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik merupakan gabungan dari medan listrik dan medan magnet yang merambat melalui ruang sambil membawa energi.
Gelombang elektromagnetik dapat berjalan tanpa bantuan medium, sehingga dapat melalui ruang hampa seperti di luar angkasa.
Oleh karena itu, cahaya matahari dapat sampai ke bumi meskipun tidak ada udara di luar angkasa.
Contoh gelombang elektromagnetik adalah gelombang cahaya, sinar X, dan gelombang radio.
Jenis Gelombang Berdasarkan Arah Getaran
Ada pula gelombang yang dibagi berdasarkan arah getarannya, yaitu:
1. Gelombang Transversal
Gelombang transversal adalah gelombang bergerak yang arah getarnya tegak lurus dengan arah rambatannya.
Jika digambarkan, gelombang transversal bergerak naik turun, tetapi jalannya ke samping mirip ombak di lautan atau gelombang di tali. Gelombang ini selalu memiliki bukit dan lembah.
Contoh gelombang transversal adalah gelombang yang dibuat pada membran drum, gelombang cahaya, dan gelombang pada tali.
2. Gelombang Longitudinal
Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah getarannya sejajar dengan arah rambatannya.
Ketika energinya bergerak maju, partikel di sekitarnya ikut bergerak ke depan dan ke belakang. Ciri gelombang longitudinal adalah mempunyai rapatan dan renggangan.
Contoh gelombang longitudinal adalah gelombang suara. Saat kamu bicara, udara di depan mulut ikut bergetar ke depan dan ke belakang hingga sampai ke telinga orang lain.
Selain itu, contoh gelombang longitudinal yang lain adalah pegas.
Sebenarnya masih ada lagi klasifikasi gelombang berdasarkan amplitudonya. Misalnya gelombang berjalan dan gelombang stasioner.
Sifat-sifat Gelombang
Gelombang memiliki sifat-sifat berikut ini:
1. Dapat mengalami pemantulan (refleksi)
Jika gelombang datang mengenai suatu penghalang yang ada pada medium perambatannya, maka gelombang tersebut dapat mengalami pemantulan.
Contohnya gelombang mekanik berupa ombak yang memantul ke dinding pelabuhan, gelombang longitudinal berupa gema, gelombang transversal berupa tali yang dipantulkan ujungnya, dan gelombang elektromagnetik berupa cahaya yang memantul di cermin.
2. Dapat mengalami pembiasan (refraksi)
Gelombang dapat berbelok atau berubah arah ketika berpindah dari satu medium ke medium yang lain.
Contohnya pada gelombang elektromagnetik cahaya saat kamu menyaksikan sedotan di dalam gelas berisi air. Sedotan tersebut akan terlihat bengkok, padahal sebenarnya tidak.
Efek bengkok terjadi karena cahaya yang merupakan gelombang elektromagnetik berbelok saat berpindah dari udara ke air.
Halaman:


