Advertisement
Source : Canva/@ktsimage

Teori Atom Thomson: Pengertian, Model, beserta Kelebihan dan Kelemahannya

Tahukah kamu bahwa atom memiliki berbagai teori dari para ahli? Salah satunya adalah yang dibawa oleh J.J Thomson. Kira-kira seperti apa, ya? Simak penjelasan selengkapnya di artikel berikut.

1 Oktober 2025 Lintang Filia

Teori Atom Thomson: Pengertian, Model, beserta Kelebihan dan Kelemahannya – Dalam mempelajari tentang atom, kamu akan menemukan tiga tokoh penting yang membawa perubahan besar dalam sejarah perkembangan ilmu kimia.

Tokoh-tokoh tersebut yaitu Dalton, Thomson, dan Rutherford membawa teori yang berbeda pula tentang bagaimana atom dapat tersusun. βš›οΈ

Nah, di artikel kali ini, Mamikos akan fokus untuk mengajakmu belajar tentang atom menurut J.J Thomson. Kita akan melihat bagaimana latar belakang lahirnya teori ini, model atom yang ia ajukan, hingga kelebihan serta kelemahan yang dimilikinya dalam menjelaskan struktur atom. πŸ“–πŸ‘‡

Apa itu Atom?

Teori Atom Thomson
Canva/@ktsimage

Atom adalah partikel paling kecil yang masih memiliki sifat dari suatu unsur. Semua benda di alam semesta tersusun dari atom, mulai dari udara yang kita hirup, air yang kita minum, hingga tubuh manusia sendiri. Kata β€œatom” berasal dari bahasa Yunani atomos yang berarti β€œtidak dapat dibagi lagi.”

Pada awalnya, atom dianggap sebagai partikel terkecil yang tidak bisa diuraikan lebih jauh. Namun, seiring perkembangan ilmu pengetahuan, para ilmuwan menemukan bahwa atom ternyata tersusun dari partikel subatom, yaitu elektron, proton, dan neutron.

Penemuan inilah yang kemudian melahirkan berbagai teori atom dari waktu ke waktu, mulai dari Dalton, Thomson, Rutherford, hingga Bohr.

19 Contoh Perubahan Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari yang Ada di Lingkungan Sekitar Kita

Pengertian Teori Atom Thomson

Teori Atom Thomson sendiri adalah salah satu model awal perkembangan teori atom yang muncul setelah Teori Atom Dalton.

Jika Dalton menyebut atom sebagai bola pejal yang tidak dapat dibagi lagi, maka Thomson berhasil menyempurnakan gagasan tersebut dengan menemukan adanya partikel bermuatan negatif di dalam atom yang kemudian disebut elektron.

Model ini menggambarkan atom sebagai bola bermuatan positif yang di dalamnya terdapat elektron-elektron bermuatan negatif yang tersebar merata, menyerupai kismis pada roti.

Latar Belakang Lahirnya Teori Atom dari Thomson

Teori ini berawal dari penemuan penting mengenai elektron. Pada tahun 1897, J.J. Thomson melakukan eksperimen terhadap sinar katode yang sebelumnya telah diteliti oleh William Crookes.

Dengan memanfaatkan tabung sinar katode di Laboratorium Cavendish, Thomson menemukan bahwa sinar katode bukan hanya gelombang, melainkan partikel yang mampu memutar baling-baling kecil yang ditempatkan antara katode dan anode.

Hasil ini menunjukkan bahwa sinar katode tersusun dari partikel bermuatan negatif. Partikel inilah yang kemudian disebut elektron, sekaligus menjadi dasar lahirnya model atom Thomson.

Apa Itu Anion dan Kation? Pengertian, Perbedaan, dan Penjelasannya Lengkap

Model Atom Thomson

Model Teori Atom Thomson
Canva/@Magtira Paolo

Model atau bentuk pada teori atom dari J.J Thomson lebih dikenal dengan sebutan plum pudding model atau teori roti kismis. Dalam model ini, atom dianggap sebagai bola bermuatan positif, sedangkan elektron bermuatan negatif tersebar di dalamnya sehingga atom tetap bersifat netral.

Beberapa ciri penting dari model atom Thomson antara lain:

  1. Atom berbentuk seperti bola pejal yang bermuatan positif.
  2. Elektron tersebar merata di seluruh bagian atom, menyerupai kismis dalam roti.
  3. Muatan positif dan negatif saling menyeimbangkan sehingga atom tidak memiliki muatan listrik total.

Model atom Thomson inilah yang kemudian memberikan pemahaman awal bahwa atom bukanlah partikel indivisible (tidak dapat dibagi), melainkan masih tersusun atas partikel subatom.

Meskipun pada akhirnya terbantahkan oleh percobaan Rutherford, model Thomson tetap menjadi pijakan penting dalam sejarah perkembangan teori atom.

Kelebihan dan Kelemahan Teori Atom Thomson

Setiap teori ilmiah tentu memiliki sisi keunggulan sekaligus keterbatasan, begitu pula dengan teori yang digagas oleh Thomson. Walaupun pada masanya dianggap sebagai terobosan besar, seiring berkembangnya penelitian ditemukan bahwa model ini belum sepenuhnya tepat.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa kelebihan dan kelemahan dari teori tersebut:

Kelebihan

  • Membuktikan bahwa atom tidak merupakan partikel terkecil, karena terdapat partikel bermuatan negatif di dalamnya yaitu elektron.
  • Memberikan gambaran awal bahwa atom terdiri dari muatan positif dan negatif yang tersebar, sehingga atom memiliki struktur, tidak lagi dianggap bola pejal yang padat.
  • Menjadi langkah awal penting dalam perkembangan teori atom modern.

Halaman:

Advertisement