Advertisement
Source : Canva/@ktsimage

Teori Atom Thomson: Pengertian, Model, beserta Kelebihan dan Kelemahannya

Tahukah kamu bahwa atom memiliki berbagai teori dari para ahli? Salah satunya adalah yang dibawa oleh J.J Thomson. Kira-kira seperti apa, ya? Simak penjelasan selengkapnya di artikel berikut.

1 Oktober 2025 Lintang Filia

Kelemahan

  • Tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan elektronnya dalam atom secara rinci. Thomson menganggap muatan positif tersebar merata, padahal muatan positif terkonsentrasi di inti atom.
  • Tidak bisa menjelaskan kedudukan elektron yang sebenarnya berada di luar inti atom.
  • Tidak menjelaskan bagaimana atom memancarkan spektrum cahaya dengan frekuensi berbeda.
  • Tidak dapat menjelaskan fenomena ionisasi, yaitu bagaimana atom bisa kehilangan atau menambah elektron sehingga menjadi bermuatan.

Perbandingan Teori Atom Thomson dengan Teori Lain

Teori atom tidak lahir sekaligus sempurna, melainkan berkembang melalui tahapan panjang. Nah, salah satu cara memahami perkembangan itu adalah dengan membandingkan pandangan para tokoh besar, seperti John Dalton, J.J. Thomson, dan Ernest Rutherford.

Setiap teori tentu membawa gagasan baru yang memperbaiki atau bahkan membantah teori sebelumnya. Yuk, sekarang kita lihat perbandingan teori atom yang dibawa oleh Thomson dengan teori yang ada sebelum dan sesudahnya.

Perbandingan Teori Thomson dengan Dalton

Dalton menyatakan bahwa atom merupakan partikel terkecil berbentuk bola pejal yang tidak dapat dibagi lagi. Konsep ini masih sangat sederhana dan belum mengenal adanya partikel subatom.

Berbeda dengan Dalton, Thomson berhasil menemukan elektron sehingga ia membuktikan bahwa atom ternyata memiliki struktur internal.

Model Thomson menggambarkan atom sebagai bola bermuatan positif dengan elektron bermuatan negatif yang tersebar di dalamnya, menyerupai roti kismis.

Dengan demikian, jika Dalton menekankan atom sebagai unit dasar tak terbagi, Thomson menunjukkan bahwa atom masih bisa diuraikan menjadi partikel yang lebih kecil.

26 Contoh Ikatan Logam, Ciri-ciri, Sifat, dan Penjelasannya

Perbandingan Teori Thomson dengan Rutherforth

Thomson beranggapan muatan positif tersebar merata di dalam atom, sementara elektron terdistribusi seperti kismis pada roti. Namun, hasil percobaan hamburan sinar alfa Rutherford menunjukkan bahwa sebagian besar ruang dalam atom kosong, dan muatan positif ternyata terpusat pada inti atom yang kecil namun padat.

Perbedaan tersebut menjadi sangat mendasar, ketika Thomson menempatkan muatan positif sebagai latar menyeluruh, sedangkan Teori Atom Rutherford membuktikan keberadaan inti atom sebagai pusat massa dan muatan positif.

Kesimpulan Perbandingan Teori Thomson

Dari uraian di atas, terlihat jelas bahwa Teori Atom Thomson menempati posisi penting sebagai jembatan dalam perkembangan teori atom.

Dibandingkan Dalton, Thomson sudah lebih maju karena menemukan keberadaan elektron dan membuktikan bahwa atom bukan lagi partikel pejal tak terbagi.

Namun, jika dibandingkan dengan Rutherford, model Thomson masih belum sempurna karena tidak dapat menjelaskan adanya inti atom sebagai pusat muatan positif.

Dengan kata lain, teori Thomson menjadi pijakan awal yang membuka jalan menuju model atom modern, meskipun kemudian disempurnakan oleh teori-teori selanjutnya.

Teori Atom Modern

Meskipun pada masanya menjadi terobosan besar, teori Thomson sekarang sudah tidak relevan lagi digunakan. Lalu, apakah ada pengganti yang lebih mutakhir?

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, lahirlah model atom modern yang dikenal dengan Model Mekanika Kuantum. Model ini dikembangkan oleh sejumlah ilmuwan besar seperti Schrรถdinger, Heisenberg, dan Dirac.

Berbeda dengan teori sebelumnya yang menggambarkan elektron bergerak pada lintasan tetap seperti planet mengelilingi matahari, model mekanika kuantum menjelaskan bahwa elektron tidak mempunyai orbit pasti.

Dalam teori ini, elektron digambarkan berada pada awan elektron (electron cloud), yaitu daerah di sekitar inti atom yang memiliki kemungkinan terbesar ditemukannya elektron.

Prinsip ini sejalan dengan Prinsip Ketidakpastian Heisenberg, yang menyatakan bahwa posisi dan kecepatan elektron tidak bisa ditentukan secara bersamaan dengan pasti, melainkan hanya dapat diperkirakan probabilitasnya.

Perkembangan Teori Atom beserta Nama Tokoh dan Teorinya, Cek Penjelasannya

Model mekanika kuantum juga mampu menjelaskan berbagai fenomena yang tidak bisa diterangkan oleh teori atom sebelumnya, seperti spektrum garis atom, sifat kimia unsur, serta bentuk ikatan kimia yang terbentuk antaratom.

Dikarenakan kemampuannya memberikan gambaran paling akurat mengenai struktur atom, maka Model Atom Mekanika Kuantum inilah yang digunakan hingga sekarang sebagai dasar dalam ilmu kimia dan fisika modern.

Halaman:

Advertisement