Advertisement
Source : Canva/@Yesim Sahin

19 Contoh Perubahan Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari yang Ada di Lingkungan Sekitar Kita

Perubahan kimia secara tidak sadar ternyata dekat dengan keseharian kita, lho. Apa saja contohnya? Cari tahu di artikel ini, yuk.

13 Agustus 2025 Lintang Filia

19 Contoh Perubahan Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari yang Ada di Lingkungan Sekitar Kita – Tahukah kamu bahwa proses kimia tidak hanya terjadi di laboratorium saja, lho.

Sayuran yang membusuk atau susu yang menjadi basi ternyata merupakan contoh perubahan Kimia dalam kehidupan sehari-hari dan mungkin jarang kita sadari. 🍂

Lalu, apa sih yang dimaksud dengan perubahan kimia, mengapa bisa terjadi, dan apakah masih ada contoh yang lain? Maka dari itu, simak pembahasan Mamikos di artikel ini sampai selesai, ya. ✨

Pengertian Perubahan Kimia

contoh perubahan kimia dalam kehidupan sehari-hari
Canva/@Yesim Sahin

Perubahan kimia adalah proses ketika suatu zat mengalami reaksi yang membuat sifat dan komposisi kimianya berubah sehingga terbentuk zat baru yang berbeda dari zat asalnya.

Nah, perubahan ini terjadi karena adanya penyusunan ulang atom di dalam molekul sehingga struktur molekul yang dihasilkan tidak lagi sama seperti sebelumnya.

Zat baru yang terbentuk biasanya memiliki sifat fisik dan kimia yang berbeda, misalnya warna, bau, rasa, atau tingkat reaktivitasnya.

Berbeda dengan perubahan fisika, perubahan kimia lebih bersifat permanen dan sulit, bahkan tidak mungkin, dikembalikan ke bentuk semula.

Selain menghasilkan zat baru, perubahan kimia pun sering disertai dengan  tanda-tanda tertentu seperti pelepasan gas, terbentuknya endapan, perubahan warna, munculnya bau khas, atau pelepasan dan penyerapan energi berupa panas maupun cahaya.

Itulah sebabnya peristiwa seperti pembakaran, perkaratan besi, atau proses memasak sering dijadikan contoh perubahan kimia yang bisa kita temui di kehidupan sehari-hari.

Contoh Sel Elektrolisis dalam Kehidupan Sehari-Hari dan Cara Kerjanya

Sifat-sifat Kimia

Zat yang mengalami perubahan tentu mempunyai sifat-sifat masing-masing yang disebut dengan sifat kimia. Sifat kimia ini hanya dapat diamati saat zat tersebut mengalami perubahan menjadi zat lain dan biasanya berkaitan dengan cara zat tersebut bereaksi atau bertahan dalam kondisi tertentu.

Agar semakin mudah untuk dipahami, simak penjelasan tentang sifat kimia di bawah ini:

1. Mudah terbakar (flammability)

Menunjukkan kemampuan suatu zat untuk terbakar atau bereaksi dengan api. Contoh yang mudah untuk ditemukan adalah ketika bensin dan etanol yang sangat cepat menyala ketika terkena sumber energi panas.

2. Mudah membusuk

Sifat ini menunjukkan kemampuan suatu zat, terutama bahan organik, untuk terurai oleh mikroorganisme seperti bakteri atau jamur. Misalnya buah, sayuran, atau susu yang dibiarkan terlalu lama akan membusuk.

3. Mudah meledak

Selain mudah terbakar, zat juga memiliki sifat kimia yaitu mudah meledak. Di mana fenomena tersebut merupakan kemampuan suatu zat untuk bereaksi sangat cepat dan menghasilkan energi besar dalam bentuk ledakan.

Nah, reaksi ini biasanya melibatkan pembentukan gas dalam jumlah besar secara tiba-tiba. Contohnya magnesium, natrium, dan hidrogen dalam kondisi tertentu.

4. Berkarat (korosi)

Karat terjadi karena adanya proses reaksi kimia antara logam dan oksigen di udara atau air yang menghasilkan zat baru seperti karat pada besi. Sayangnya, sifat korosi dapat merusak kekuatan dan tampilan logam.

5. Beracun

Sifat yang menunjukkan kemampuan suatu zat untuk membahayakan makhluk hidup. Pestisida dan insektisida termasuk contoh zat yang beracun.

6. Stabilitas kimia

Menunjukkan kemampuan suatu zat untuk mempertahankan komposisi dan struktur kimianya dalam kondisi tertentu tanpa mengalami reaksi.

7. Reaktivitas

Sifat kimia yang satu ini menggambarkan sejauh mana suatu zat dapat bereaksi dengan zat lain. Misalnya asam kuat yang sangat reaktif terhadap logam.

50 Contoh Senyawa yang Memiliki Ikatan Kovalen Beserta Jenisnya

8. Toksisitas

Sifat kimia yang terakhir adalah toksisitas atau tingkat bahaya yang ditimbulkan suatu zat beracun terhadap makhluk hidup. Semakin tinggi toksisitasnya, maka semakin kecil jumlah zat yang dibutuhkan untuk menimbulkan efek berbahaya.

Halaman:

Advertisement